Sabtu, 27 Januari 2018

Kompas

Di depan rumah orang-orang memajang bunga
Entah karena mereka mengaguminya,
Atau supaya semua orang mengaguminya
Mungkin bunga akan terlihat lebih indah ketika banyak yang bertepuk tangan?
Dan membuat seolah matahari terus menyinari tanpa henti
Tanpa kabut
Jalan terbentang lurus

Entahlah. Aku hanya memiliki bunga yang kusimpan sendiri di pinggir jendela kamar.

Semuanya kecuali aku, baik-baik saja
Langkah-langkah yang kutapaki berujung tembok buntu
Mendung bukan lagi hal baru sehingga bahagia kini terasa menakutkan
Kalau-kalau itu hanya ilusiku saja

Alangkah menyenangkannya jika kita diberi sebuah kompas
Yang menunjuk lurus mana barat mana timur
Menuntun jiwa-jiwa yang lelah mencari arahnya sendiri

- 27 Januari 2018 -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar