Kamis, 03 Maret 2016

Langit-Langit Kamar

Tidak ada yang menarik akhir-akhir ini.
Tidak cinta. Tidak drama.
Semua terlalu mudah diterka.
Seperti satu hari dua puluh empat jam, seperti setelah minggu adalah senin.

Aku menatap langit-langit kamar lagi malam ini.
Menghela nafas. Memejamkan mata. Menghela nafas lagi.
Bahkan ketika mataku terbuka, kabut menghalangi jalan di depan.
Bertumpuk satu dua tangga kayu yang terbaring.

Nanti, nanti dulu.
Aku akan membereskannya ketika jalanku sudah beres, tekadku.
Seorang teman bertanya, lalu kapan beresnya?

Aku juga tidak tahu.

Aku tidak kemana-mana. Aku bukan apa-apa
Aku disini saja.

Hanya bengong. Hanya bingung

-02 Maret 2016, 03:07 am-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar