Selasa, 22 Desember 2015

Irreplaceable You part 1



Cerita ini cuma fiktif belaka yaaa. Kalo ada hal-hal yang saya pinjem itu nama-nama tokoh dan lain sebagainya itu buat kepentingan cerita aja. Selamat membaca, jangan lupa dikomen yaa, readers :) Ditunggu kritik dan saranya :)
_______________________________________________________________

Bom mengetuk-ngetukkan jarinya di meja, mendengarkan musik yang mengalun. Di sampingnya, Hye Jung ikut mendengarkan dengan serius.

Musik berakhir. Tablo menatap Bom dan istrinya bergantian. “Bagaimana?”

“Tentu saja bagus, Sunbae[1]!” seru Bom. Ia lalu mengusap dagunya pelan. “Tapi kurasa… pada bagian musik akhir, sebelum bagianku, kurang kuat. Itu bagian rap Sunbae, kan? Mungkin akan lebih bagus kalau diperkuat musiknya, Sunbae.”

“Nah, nah! Seon Woong-ah, apa kubilang? Bom-ah, Unnie[2] sudah bilang hal yang sama pada Sunbae-mu ini kemarin, tapi ia meragukan pendapatku!” seru Hye Jung penuh kemenangan.

Tablo mengangkat kedua tangannya. “Baik, baik. Aku akan mengubahnya. Bom-ah, lain kali jangan bilang seperti itu di depannya. Hye Jung senang sekali kalau ada orang yang sependapat dengannya.”

Hye Jung tertawa. Ia kemudian menoleh pada Bom. “Bom-ah, ternyata kau mengerti juga musik rap.”

Bom tertawa kemudian menggeleng cepat. “Tidak, Unnie. Aku beberapa kali berduet dengan rapper, jadi sedikit-sedikit aku mengenal rap. Di asrama, Chae Rin dan Minji membuat lirik rap mereka bersama kami.”

Hye Jung mengangguk-angguk. “Yyaa… kau benar-benar sama sepertiku. Aku juga mengerti rap baru ketika mengenal Seon Woong. Bom-ah, aku dapat merasakan nanti kau akan menjadi istri rapper sepertiku!”

Bom tertawa lagi. Sekelebat muncul bayangan seorang rapper. Bom langsung menghalau bayangan itu, karena ada hal yang tidak enak yang terjadi di antara mereka baru-baru ini.

“YA, Hye Jung-ah! Kau ini, selalu bicara seenakmu saja!” seru Tablo.

“Memangnya kenapa? Ini dongsaeng[3]-ku sendiri. Bom-ah, apa kau teringat seseorang saat aku bilang tadi?”

“YA, Hye Jung-ah!” seru Tablo lagi. Istrinya ini benar-benar…

Bom mengangguk sambil tertawa geli melihat pasangan suami-istri yang unik itu.

“Siapa, siapa? TOP? Jiyongie?”

Bom menggeleng. “Jinusean Sunbae. Jinu Sunbae dan Sean Sunbae,” sahutnya dengan masih tertawa. Ia baru beberapa kali melihat pasangan suami istri ini bersama karena Tablo memang baru bergabung dengan agensi mereka, dan selalu tertawa setiap bersama mereka.

“Aigooo, Bom-ah!” seru Hye Jung gemas. Tablo ikut menertawakan istrinya.

“Anyeong haseyo.”

Pintu studio tiba-tiba terbuka. Mereka bertiga kompak menoleh ke a rah pintu. Terlihat TOP memasuki studio.

Bom kaget beberapa detik. Mata mereka berdua sempat bertemu. TOP langsung mengalihkan pandangannya dan memberi salam pada Tablo dan Hye Jung.

“Oh, kau sudah datang, Seung Hyun-ah. Kau sendiri?” tanya Tablo seraya mempersilahkan TOP duduk di sampingnya.

“Jiyong ada urusan mendadak hari ini dengan Presiden Yang, Hyungnim[4]. Ia sepertinya tidak bisa datang,” jawab TOP.

“Begitu,” Tablo mengangguk-angguk. “Maaf sebelumnya mengganggu waktumu, Seung Hyun-ah. Kami butuh orang untuk memberi pendapat untuk lagu yang kubuat.”

TOP tersenyum. “Tidak apa-apa, Hyungnim. Aku merasa tersanjung diminta oleh Hyung. Jiyong sangat ingin datang sebenarnya. Ia sangat menyukai musik Hyung,” sahut TOP sambil tersenyum. Lagipula ada yang ingin kulihat disini, sambungnya dalam hati.

Tablo pun menggerakkan mouse di tangannya dan memulai musiknya. TOP mendengarkan musik seraya menutup mata, kebiasaannya kalau mendengarkan musik. Bom yang duduk di sofa belakang TOP dan Tablo melihat TOP dari belakang, kemudian menghela nafas.

Hye Jung menoleh ke arahnya. “Kenapa, Bom-ah?”

Bom menggeleng cepat. “Tidak apa-apa, Unnie.”

“YAaa, Bom-ah. Kau masih muda tapi sudah menghela nafas seperti seorang ajumma[5] saja. Kurasa kau harus segera mencari pacar, Bom-ya. Itu membantumu meringankan beban,” Hye Jung menepuk bahu Bom.

Bom tertawa mendengarnya. “Mwoya[6], Unnie? Apa hubungannya itu?”

Musik selesai. Tablo menatap TOP meminta pendapat.

“Ini sudah sangat bagus, Hyung. Seharusnya kau tidak perlu meminta pendapatku,” ujar TOP tersenyum. “Aku sangat suka di bagian akhir lagu ini. Mungkin akan lebih bagus kalau bagian terakhir Sunbae lebih diperkuat musiknya.”

“Nah, nah, nah! Dengar itu, Seon Woong-ah? Seung Hyun-ah, Noona[7] dan Bommie sudah bilang hal yang sama. Tapi tampaknya ia baru akan mengubahnya jika kau atau Jiyongie yang bilang!” seru Hye Jung antusias.

“YA, bukan begitu, Hye Jung-ah! Aku hanya ingin—“

TOP tidak mendengar lagi ucapan Tablo. Ia menatap Bom yang tersenyum-senyum melihat keributan kecil pasangan itu. TOP teringat ketika pertama kali mereka bekerja sama dalam lagu bersama Jiyong, Bom bilang ia sama sekali tidak tahu dan mengerti rap. Tampaknya sekarang ia memiliki banyak peningkatan.

“Kalau begitu, kita mulai rekaman dari bagianmu, Bom-ah. Nanti setelah kuubah baru bagianku direkam,” ujar Tablo.

Bom bangkit dari tempat duduknya. “Baik, Sunbae.”

Bom masuk ke ruang rekaman dan memasang headphone. Matanya tidak sengaja beradu pandang lagi dengan TOP beberapa detik. Bom langsung memalingkan pandangannya ke arah Tablo dan mengacungkan ibu jarinya, tanda ia siap rekaman.

Aahh, ini benar-benar tidak nyaman, gumamnya dalam hati.


-TBC-


[1] Senior
[2] Sebutan kakak perempuan oleh wanita
[3] Adik
[4] Sebutan kakak laki-laki oleh laki-laki
[5] Bibi, wanita paruh baya
[6] Apa-apaan
[7] Sebutan kakak perempuan dari pria

____________________________________________________________

silakan dikomen yaa chingu hehehehe, aku newbie nih dalam dunia per-fanfic-an XD ditunggu komen2, kritik dan saran dari chingu-deul :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar