Rabu, 19 Agustus 2015

Sajak Malam

Malam mulai larut
hanya ada suara kipas angin yang berputar sejak sore tadi
saingan dengan nyamuk terbang berdengung

Bulan menahan ketawa

Melihatnya mengendap pelan, menatap dari balik tembok.
Pada dia yang berdiri tegak ke depan
masih sama, masih seperti dulu.

Melihatnya akan mengakhiri, tapi tetap kembali.
Berkali-kali.
Masih sama, masih seperti dulu.

Malam mulai larut
matanya terselimuti kabut
Mengapa, mengapa di dunia yang indah ini hanya kisahku yang carut-marut?
tanya bertahun terpagut

dan ia jadi semakin takut.

Malam makin larut.
Bulan sudah bosan ketawa
Ia sudah bosan bertanya

Esok kan segera tiba
Harapan terbakar, abunya dibawa angin
Persetan dengan semua lakon drama bunga kehidupan
nantinya hanya hampa
bahkan suara tak ada

Malam makin larut
masih ditemani suara kipas angin dan nyamuk berdengung.

-19 Agustus 2015, 22: 25-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar