Kamis, 13 September 2012

Jangan Cuma Jadi Konsumer Pasif



Tahun ini Indonesia benar-benar “dibanjiri” oleh konser KPop. Sebut saja Beast, MBLAQ, JYJ Junsu, Jay Park, dan yang sempat menghebohkan berita yaitu konser SS4 (konsernya Super Junior). Itu belum semua, karena masih ada beberapa konser lagi yang akan diadakan di Indonesia. Yaitu konser Miss A, Big Bang, SM Town, Wonder Girls, Tim Hwang dan 2NE1.
Saya memang salah satu KPop-er, dan fans dari boyband Big Bang. Namun melihat betapa banyaknya konser KPop tahun ini di Indonesia, mau tidak mau saya merasa ‘gerah’ juga. Bukankah ini sudah terlalu banyak konser dan berlebihan? Saya senang grup idola saya datang ke Indonesia karena jadi punya kesempatan besar melihat mereka langsung, tapi di satu sisi saya merasa miris juga. Saya merasa Indonesia terlalu konsumer sehingga menjadi “mangsa empuk” bagi para agensi.
Bagi para KPop-ers pasti sudah tahu, bahwa harga tiket konser-konser tersebut tidak terbilang murah. Harga berkisar dari angka Rp 500.000 sampai Rp 2.000.000. Bila konser dilaksanakan di MEIS, yang saya tidak tahu dapat menampung berapa orang namun menurut Wikipedia MEIS adalah stadion indoor terbesar se-Asia Tenggara yang berarti dapat menampung banyak sekali orang, berapa banyak yang didapat dari sekali digelarnya konser?
Tentunya konser-konser tersebut bukannya tidak mempunyai keuntungan secara finansial bagi pihak Indonesia. Selain promoter dan biaya tempat, biaya izin dan lain-lain yang tidak saya tahu, pastinya didapat oleh orang Indonesia yang berperan dalam pengadaan konser tersebut.
Namun, apakah itu saja? Finansial adalah hal kecil jika kita membandingkannyadengan peluang yang dapat kita ambil. Alangkah baiknya jika ini dilihat sebagai peluang besar oleh kita, bukan hanya menjadi konsumer pasif dan menikmati apa yang disuguhkan tanpa melakukan apa-apa.
Korean wave atau yang biasa disebut Hallyu, bukan hanya menjadi demam di Indonesia. Hampir seluruh dunia sekarang sudah terkena demam Hallyu tersebut. Bermula dari drama korea yang identik dengan melodrama namun unik dan menarik, sampai boyband dan girlband yang kredibilitasnya mulai diakui dunia.
Nah, dari segi inilah kita harus jeli menangkap kesempatan. Indonesia yang kita tempati sejak lahir ini sangat kaya akan alam dan keindahan pariwisatanya, namun kurang ter-expose pada dunia. Dinas pariwisata atau lembaga yang berkaitan dapat membuat kerja sama dengan para bintang Hallyu tersebut.
Para bintang Hallyu adalah artis yang sekecil apapun pemberitaan tentang mereka, pasti muncul di internet dan diketahui semua orang. Tidak sedikit dari mereka yang sengaja mempostingnya di akun pribadi jejaring sosial mereka. Dengan begitu, para fans dari seluruh dunia mengetahui apa yang sedang mereka lakukan.
Kerja sama bisa dilakukan misalnya dengan mengadakan pemotretan para bintang Hallyu tersebut di salah satu tempat pariwisata Indonesia. Jadi selain untuk konser, para bintang Hallyu tersebut dapat melakukan pemotretan di Raja Ampat atau Danau Toba, misalnya. Jika sudah begitu, berita tentang bintang Hallyu yang mengadakan pemotretan di Indonesia cepat tersebar dan orang mulai tertarik dengan tempat yang dikunjungi idolanya.
Sudah ada beberapa acara dan film Korea yang berlokasi di Bali. Untuk drama, ada What Happened in Bali yang dibintangi oleh Ha Ji Won dan So Ji Sub. Lalu, reality show We Got Married pernah melaksanakan shooting untuk acara pernikahan dan bulan madu pasangan Ham Eun Jung dan Lee Jang Woo (di Bali dan Lombok). Dan yang terkini, sebuah drama kerjasama Indonesia-Korea Selatan yang berlokasi shooting di Bali, Saranghae I Love You.
Karena hal itulah, maka perlu dilakukan kerjasama untuk memperkenalkan bagian lain Indonesia yang tak kalah indahnya dengan Bali. Promosi tidak langsung melalui film atau acara televisi Korea Selatan dapat menjadi peluang besar, mengingat penontonnya dari berbagai penjuru di dunia. Lokasi seperti Jogja atau Sulawesi dengan Bunaken-nya bisa menjadi pilihan yang tidak kalah bagusnya dengan Bali untuk dijadikan lokasi shooting.
Selain film, dapat juga dilakukan kerjasama dengan variety show seperti Running Man. Kepopuleran variety show Running Man sampai ke mancanegara, dan belum pernah ke Indonesia. Sekali lagi, ini menjadi peluang sangat besar untuk mengenalkan Indonesia ke dunia. Dan juga untuk mendongkrak dunia pariwisata negeri kita yang indah ini.
Tentu saja hal ini juga membutuhkan usaha keras dari pihak Indonesianya sendiri, terutama dari dinas pariwisata. Pengelolaan tempat wisata dengan baik dan benar serta promosi yang gencar sangat diperlukan. Kita juga sebagai orang Indonesia dapat membantu jika kerjasama tersebut sudah berlangsung. Sebutlah, Big Bang mengadakan pemotretan di Raja Ampat. Kita dapat membantu menyebarkan berita tersebut di internet dan forum-forum KPop internasional.
Mari kita sedikit lebih kritis dan jeli menangkap peluang, bukan saja menjadi konsumer pasif.



ps: tulisan ini sebenernya pernah buat dilombain, tapi karena ga lolos jadi diposting di blog aja. biar ada yang baca dan nggak 'teronggok' di laptop :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar