Rabu, 18 Januari 2012

perlakuan orangtua mempengaruhi konsep diri anak (attachment styles)

lagi belajar buat uas sebenernya, tapi bete dan rasanya eneg ngeliat kata communication hahahaha.
jadi mendingan share aja yang saya pelajarin yaa :D

ini tentang attachment style. jadi ini tuh sebenernya masuk ke chapter self concept, sub-bab pembentukan diri terpengaruh dari komunikasi dengan keluarga. attachment style ini ngebahas ttg sikap dan karakter orang tua ngebentuk self-concept anak

pertama itu secure. bentuk ini, orangtuanya being lovable sama memperlakukan anaknya dengan baik. hasilnya, si anak tumbuh dengan pandangan positif pada dirinya dan pada orang lain. dia lebih bisa ngadepin tantangan dan mudah menjalin komunikasi dan hubungan dengan orang lain

kedua, fearful. ini kebalikannya dari secure tadi. jadi disini si orangtua bersikap negatif ke anaknya, menolak, bahkan menyiksa anaknya. si anak jadi berpandangan negatif  ke diri sendiri dan orang lain. konsep dirinya jadi negatif juga

ketiga, dismissing. bagian ini, orang tua nggak nyiksa anaknya, tapi mengabaikan si anak. hasilnya, si anak punya pandangan positif ke dirinya tapi pandangan ke orang laen negatif.

terakhir, preoccupied. orangtuanya berubah-ubah dalam memperlakukan anaknya, kadang positif, kadang negatif. jadi si anak ngerasa kalo orangtuanya begitu karena kesalahan dia, ada yg ga beres sama dirinya. jadi dia punya pandangan negatif ke dirinya, tapi pandagan ke orang laen positif (kebalikan dimissing)


emang orang tua dan gimana cara memperlakukan anak itu sangat mempengaruhi jiwa dan self-concept si anak ke depannya. punya anak bukan cuma berarti punya dua anak, punya tiga anak. tapi berarti kita ikut mempengaruhi pembentukan diri anak itu, yg mana setiap anak itu adalah seorang manusia yang mempunyai kehidupannya sendiri. baik buruknya kehidupan itu ditentukan secara nggak langsung sama langkah awal kita dalam mendidik dan memperlakukan anak *pembelajaran laaah buat jadi orang tua nanti
eeh, ga harus jadi orang tua kok. jadi kakak, tante, sepupu, juga ngaruh. jadi, ayo bae2 sama anak2 kecil di sekeliling kita, takutnya kalo kita memperlakukan buruk, itu ngaruh buat hidup mereka selanjutnya. kita ngga pernah tau, kan?


sumber: communication mosaics, Julia T. Wood

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar