Senin, 16 Oktober 2017

Awan

Hujan juga setelah berhenti, nantinya akan datang lagi
Akan turun lagi
Matahari juga setelah terik, nantinya akan tertutup awan lagi
Dan gelap lagi

Jadi manakah yang lebih dulu datang, matahari atau hujan?
Mana yang akan tinggal paling akhir?

Sekarang pun, hujan reda. Dan sekarang pun, awan tetap ada di langit
Tidak bisa tersedot seperti debu
Hanya bergerak sebentar mengikuti angin yang sedang main-main

Tapi tetap ada, tidak hilang

Hanya ada dua cara agar tak melihatnya lagi
Terbenam dalam tanah, atau;
Terbang ke luar angkasa. Disana hanya ada bintang, bukan?

-16 Oktober 2017, 01:30

Jumat, 15 September 2017

Setangkai Mawar dan Gelas Porselen

Kalau setangkai mawar sanggup mengeluarkan puluhan duri, berapa banyak yang menusuk dalam dirinya?

Karena semua yang mengeluarkan bisa, memendam luka

Belati dihunus lurus-lurus menghalau angin badai
Agar tak datang dan meluluhlantakkan gelas porselen di ujung meja
"Jangan hancur. Nanti kau tak bisa berbentuk seperti semula," katanya
Tapi tak sadar tangan menggenggam erat, mengucur darah

Dari semua kelopak yang gugur, berapa lama ia bertahan diatas tangkai?
Tak ada yang mau tahu
Semua hanya menoleh saat ia merekah
Dan melengos saat sudah teronggok di tanah
Melanjutkan langkah tanpa melihat lagi

Jadi apa yang dilindungi?
Apa yang tersakiti?

-13 September 2017-

Selasa, 01 Agustus 2017

Bad Guys : Those Who Catch Bad People

Bad Guys, who catch bad people
Akan sangat lebay kalau saya bilang drama ini sempurna, karena tidak ada buatan manusia yang sempurna. Meski ada keinginan kuat buat bilang kalau ini drama yang sempurna, tapi kembali lagi ke kalimat sebelumnya; jadi saya katakan kalau ini drama yang sangat, sangat bagus.

Terus saya kepikiran juga buat bilang kalau ini adalah Kdrama paling bagus yang pernah saya tonton, tapi terus saya mikir lagi kalau saya kan nggak inget udah nonton drama apa aja. Eh tapi lagi, kalau drama bagus kan nggak mungkin terlupakan ya? Jadi kalau ada drama yang saya rasa lebih bagus dari ini harusnya saya inget. Tapi lagi... kok jadi bahas beginian, yaudahlah nggak penting. Yang penting adalah, drama ini sangat amat bagus dan saya merekomendasikan Anda semua untuk nonton :)

Ini drama yang udah lama, tayang 2014. Genre-nya crime, action, & thriller. Saya antara menyesal sama bersyukur baru nonton drama ini sekarang. Menyesal karena kenapa kok baru sekarang saya nemu dan nonton drama bagus gini, tapi di sisi lain juga bersyukur nggak harus nungguin drama ini tayang tiap minggu kayak kalau lagi ngikutin drama ongoing. Karena rasanya saya nggak kuat kalau harus nunggu seminggu buat ngelihat kelanjutan cerita tiap episodenya hahaha.

Sebenernya, saya awalnya nggak ada keinginan buat nonton drama ini meski tahu ada Park Hae Jin disini. Kayaknya terlalu berat gitu ceritanya, bakal kesusahan saya mikirnya nanti. Tapi kok rasanya setelah drama-drama seru kayak Lookout tamat, saya jadi kehilangan drama yang bisa mewarnai hari-hari saya yang sangat biasa *tsaaah. Terus juga saya kangen sama Park Hae Jin hihihi, dan akhirnya berpikir untuk mencoba nonton episode awal Bad Guys ini. Jadinya saya pun ketagihan nontonin sampai tamat dan saya sangat bersyukur sama pemikiran saya itu karena bisa bertemu drama bagus banget kayak gini :D

Singkat cerita, drama ini mengangkat kisah seorang polisi detektif yang merekrut para kriminal dari penjara buat menangkap para penjahat yang berkeliaran di luar sana. Konsep dasarnya agak mirip sama film Suicide Squad, ya. Eh, apa Suicide Squad yang mirip Bad Guys? Soalnya Bad Guys kan  tayang 2014, Suicide Squad baru keluar tahun 2016. Oke skip ini nggak penting ~

Akhir-akhir ini saya lebih sering nge-review drama yang baru tayang dari episode minggu pertamanya, kecuali Tomorrow With You yang sampai saya review di awal dan setelah tamat. Jadi agak aneh rasanya saat sekarang saya mau review drama yang udah saya tonton sekaligus, takut kebanyakan ngasih spoiler juga. Tapi rasanya sayang aja kalau nggak review drama ini hahaha.

Jadi saya akan berusaha buat meminimalisir spoiler yang akan mengurangi esensi keseruan nonton drama ini secara langsung :) Saya akan me-review beberapa point yang sangat saya suka dari drama Bad Guys ini.

The Bad Guys


Pas nonton episode awal yang masih banyak menggambarkan pengenalan tokoh-tokohnya, saya sempet penasaran kalau apa mungkin penulis naskah dan produsernya pernah terpikir buat ngasih judul drama ini "Crazy Dogs". Atau kemungkinan kalau drama ini judulnya bukan Nappeun Nyeoseokdeul (Bad Guys), pasti dikasih judul Michin Gaedeul (Crazy Dogs). Sepanjang saya demen nontonin Kdrama, baru kali ini saya sampai kepikiran judul lain yang mungkin dimiliki sama sebuah drama hahaha.

Pemikiran-pemikiran itu muncul karena keempat tokoh yang ditampilkan sebagai bad guys itu bener-bener punya kepribadian yang "gila". Apalagi awalnya, polisi detektif yang ditugasin buat nangkep penjahat dan akhirnya merekrut para kriminal itu; Oh Gu Tak, emang dijuluki Crazy Dog. Ketika Oh Gu Tak pun menyebut mereka sebagai michin gaedeul, saya kira nggak segitunya. Karena di Kdrama sering disebut istilah itu tapi sebenernya nggak begitu-begitu banget. Tapi ternyata mereka emang bener-bener "gila". 

Keempat tokoh ini adalah salah satu alasan kenapa saya bisa betah banget dan akhirnya jatuh hati sama drama ini. Karakter mereka dibuat dengan sangat baik dan disampaikan dengan sangat baik juga oleh para aktor yang memerankannya. Saya emang selalu suka tokoh drama yang punya karakter kuat, dan mereka semua punya karakter yang kuat. Dan bikin orang ngerasa attached sama tokoh yang mereka perankan.

The michin gae
Oh Gu Tak (Kim Sang Joong; Rebel Thief Who Stole The People, City Hunter) dijuluki sebagai Crazy Dog karena dia selalu melakukan penyelidikan sampai ke akar-akarnya buat menangkap penjahat, meski harus melakukan berbagai hal ekstrim. Tentu aja salah satu hal ekstrim yang dilakukannya adalah mengeluarkan para kriminal dari penjara dan merekrut mereka buat menangkap para penjahat yang selama ini nggak bisa ditangkap oleh polisi. Dan membiarkan para kriminal itu melakukan dengan cara mereka sendiri untuk menangkap penjahat, meski kalau dari segi aturan itu adalah hal-hal ilegal.

Saya pernah nonton aktor ini di City Hunter sebagai ayah angkatnya Lee Min Ho dan disitu saya agak takut ama tokoh dia, serem gitu kan ajussi ini disitu. Tapi di Bad Guys, ajussi ini nggak seserem itu dan saya sangat menikmati aktingnya. Ajussi ini sukses buat saya bertanya-tanya dari awal apa sebenernya maksud dari perbuatannya, sebenernya emang percaya kalau para kriminal itu bisa berubah atau enggak, dan sebenarnya orang ini baik apa enggak.

Deep
The first, basic reason is always Park Hae Jin!

Di drama ini, Park Hae Jin (Man to Man, Cheese in The Trap) berperan sebagai Lee Jung Moon; seorang psikopat jenius yang ditangkap karena tuduhan pembunuhan berencana (serial killer). Seperti biasa, lagi-lagi saya terkagum-kagum sama akting Park Hae Jin yang sangat detail, dari sorot mata sampai gestur tubuh. Ngelihat Park Hae Jin disini membuat saya paham kenapa netizen, di Korea khususnya, banyak yang menyarankan dia untuk berperan sebagai Yoo Jung di Cheese in The Trap. Lee Jung Mun punya aura yang mirip kayak Yoo Jung, cuma bedanya Lee Jung Mun sangat jarang senyum dan jauh lebih dingin.

Tapi dingin-nya Lee Jung Mun lebih kayak sebagai bentuk perlindungan dirinya kalau menurut saya, kalau Yoo Jung kan lebih karena dia benci orang-orang yang manfaatin dia. Ada beberapa scenes yang saya ngelihat Lee Jung Mun itu tampak rapuh dan bawaannya jadi pengen meluk dia *eh :D Sepanjang nonton Lee Jung Mun di drama ini, saya berkali-kali mikir kalau kayaknya saya emang cinta beneran deh sama Park Hae Jin hahaha.

The power
Park Un Cheol (Ma Dong Seok; 38 Revenue Collection Unit, Train to Busan) adalah tanan kanan dari bos gangster yang bisa menguasai dunia underground Seoul selama 25 hari. Ajussi ini kuat banget, terutama kalau masalah mukulin dan berantem sama orang. Dalam menangkap penjahat yang lagi diincar, dia mengandalkan relasi gangster-nya yang banyak tersebar dimana-mana dan saya kok ngerasanya itu keren ya hahaha. Kayak apa ya, bos besar yang sangat punya power dan digunakan di jalan yang benar; meski caranya nggak selalu benar-benar banget hehehe.

Dibanding ketiga tokoh lainnya, tokoh Park Un Cheol ini nggak terlalu banyak memiliki twist atau rahasia di masa lalu. Dibanding yang lainnya juga, Park Un Cheol nggak terlalu pintar; dia lebih menggunakan pukulan daripada otaknya. Tapi hal itu yang bikin beberapa kali saya ketawa saat bagian dia, semacam ice breaking dalam drama ini.

Chill
Jung Tae Soo (Jo Dong Hyuk; Inspiring Generation) adalah pembunuh bayaran yang selalu menjalankan tugasnya dengan sempurna tanpa kesalahan, tapi suatu hari menyerahkan diri ke kantor polisi. Sebagai pembunuh bayaran profesional, Jung Tae Soo  memanfaatkan "pengalamannya" itu dalam mencari penjahat dengan memposisikan diri sebagai pelaku. Kayak apa strateginya, apa alat yang digunakan, sampai perkiraan tinggi badan pelaku.

Saya nggak pernah nonton aktor ini sebelumnya, tapi dari awal dia udah menarik perhatian dan mata saya hahaha. Nggak tahu kenapa kelihatannya cakep aja, tapi setelah saya pikir-pikir sebenernya dia nggak cakep-cakep amat. Tapi lebih karena aura chill yang justru membuatnya tampak keren. Ditambah lagi, tokoh Jung Tae Soo ini satu-satunya permasalahan utamanya berkaitan sama wanita dan dilema cinta. Bukan tokoh yang bikin melting sih, tapi justru dilema yang dia alami bikin nontonnya terasa nyeess gitu.

The Story


Sangat banyak twist yang ada dalam drama ini, and I felt blessed while watching it! 

Saya selalu suka kalau drama ngasih kejutan yang nggak saya sangka tapi bukan yang nggak masuk akal, dan Bad Guys banyak memberikan kejutan itu. Saya berkali-kali dikagetkan dengan plot drama ini, apalagi rahasia-rahasia masa lalu yang mengaitkan keempat tokoh yang saya bahas di bagian sebelumnya. Alur drama ini membuat saya benar-benar tenggelam dalam cerita, membuat tebakan dan pemikiran saya berganti-ganti setiap saat. Dan hampir semua tokoh saya curigai sebagai orang jahat yang jadi dalang dibalik semua itu, tapi kemudian mikir kalau kayaknya sebenernya mereka baik. Terus setelah ceritanya berlanjut, mikir lagi kalau emang benar jahat; begitu terus saking banyaknya twist dan hal yang nggak disangka-sangka.

And please don't do this at home : cepet-cepetin video karena saking penasarannya sama apa yang sebenarnya terjadi. Percayalah, Anda akan langsung menyesalinya beberapa saat kemudian hahaha. Saya emang termasuk orang yang nggak sabaran; dan sering banget nontonin drama dicepetin dulu karena penasaran, baru diulang lagi. Selama ini saya nggak banyak menyesal kalau abis nonton dicepetin, kecuali drama-drama tertentu yang emang biasanya genre thriller. Cuma biasanya ya udah menyesal sedikit doang tapi ngulangin lagi kalau penasaran hahaha.

Tapi pas saya sempet cepetin Bad Guys di episode awal-awal, saya langsung menyesal banget. Saya jadi melewatkan sensasi mendebarkan yang menyenangkan saat nonton drama ini. Sensasi penasaran, tebak-tebakan, emosi naik turun, sampai kaget karena twist yang ditampilkan selanjutnya. Saya sangat menyayangkan karena melewatkan sensasi-sensasi itu, dan nggak mau lagi menyesal begitu. Akhirnya setiap saya sangat penasaran sama kelanjutannya, saya pegangin tangan sendiri biar nggak pegang mouse dan keyboard sambil komat-kamit bilang, "Jangan, jangan. Tahan, tahan." hahaha. Dengan begitu saya bisa lebih menikmati cerita yang disajikan drama ini.

Salah satu yang saya suka dari cerita drama ini adalah digambarkannya bagaimana ke-tidakmanusiawi-an manusia yang sebenarnya sangat manusiawi. Agak ngejelimet, toh? Hehehe.

Jadi begini. Kalau sering nonton Kdrama, pasti sering mendapati tokoh-tokoh utamanya yang dijahatin meski sampai tingkat ekstrim tetap dapat berpegang pada landasan hukum formal yang dibuat. Padahal sebagai manusia, sangat wajar kalau ingin membalas apa yang dilakukan orang jahat pada kita, ingin dia merasakan penderitaan yang sama. Apalagi di Kdrama kan sering kejahatannya tuh jahat banget, sampai kayak tragedi gitu; bunuh-bunuhan sadis dan semacamnya. But the wronged ones still can managed to believe in the law; yang kadang saya nggak ngerti apakah mereka emang punya dasar sekuat itu, apakah emang sebaik itu.

Sedangkan di Bad Guys ini digambarkan bagaimana orang yang jadi korban orang jahat sampai harus kehilangan orang yang sangat berharga, kemudian ada keinginan kuat untuk melakukan pembalasan supaya orang jahat itu menderita juga dengan cara yang kejam. Mereka ngerasa sangat tidak adil karena menderita sendiri, sedangkan penjahatnya "cuma" dihukum begitu, atau bahkan tidak dihukum sama sekali. Dan menurut saya gambaran itu sangat realistis. Bukannya saya membenarkan praktek pembunuhan atau jenis balas dendam lainnya. Cuma maksud saya, sangat manusiawi kalau orang yang menderita kehilangan orang yang berharga ada keinginan untuk membalas pelaku dengan hal yang sama.

Dan yang terpenting, drama ini kemudian menggambarkan bagaimana proses seseorang dalam memahami kalau memang hukum yang dibuat secara formal dan legal oleh negara itu memang hal yang tepat. Saya suka bagaimana drama ini memang menyajikan proses pemahaman tersebut yang muncul dari dalam diri mereka, tidak serta merta memegang prinsip untuk mematuhi hukum tersebut meski tersakiti. Dari yang awalnya berkeinginan bahkan melakukan tindakan main hakim sendiri, hingga kemudian sisi kemanusiaan dalam diri mereka menyadarkan untuk kembali ke jalan yang manusiawi.

Itu adalah gambaran yang sangat realistis menurut saya. They didn't give a damn, and I like it!


The Setting and Production


Saya bukan orang sinematografi dan nggak banyak pengetahuan di bidang itu, jadi sebenernya saya agak mikir-mikir bagaimana menyampaikan dengan tepat apa yang saya lihat dan rasakan mengenai bagian ini. Secara sederhananya, saya gambarin aja Kmovie sama Kdrama. Kalau diperhatikan, gambar yang dihasilkan Kmovie sama Kdrama sangat berbeda; begitu juga unsur lain kayak sound dan effect.

Kmovie lebih mengutamakan unsur real dalam penyajian gambar, dari mulai make up, wardrobe, sampai background tempat scene diambil. Nggak ada orang miskin yang bisa ganti-ganti sepatu bagus setiap hari kayak di Kdrama saat Anda nonton Kmovie. Nggak ada buronan polisi yang mukanya mulus banget padahal mana sempet cuci muka kan, kayak yang suka ada di Kdrama. Dan drama ini banyak menggunakan cara pengambilan gambar ala movie.

Saya menyadari hal itu pas dari awal para ajussi itu jenggot sama kumisnya kelihatan banget dengan jelas, hal yang sangat jarang saya temuin di Kdrama. Biasanya Kdrama lebih mulus dan glowing dalam penyajian gambar bagian wajah, karena mengandalkan visual sebagai salah satu daya tariknya. Tapi di Bad Guys ini bahkan se-Park Hae Jin nya pun sangat kelihatan itu pori-pori mukanya, sampai saya ngebatin, "Oh, Park Hae Jin juga manusia ternyata" hahaha oke ini nggak penting :D Cuma maksud saya, drama ini menggambarkan sedemikian real-nya bahkan dari hal-hal yang kecil. Saya sampai terpana gitu lihat Park Hae Jin pakai sepatu belel kayak yang suka dipakai anak sekolah buat upacara.

Dan saya sangat suka hal itu. Seperti yang saya bilang sebelumnya, saya bukan orang sinematografi jadi nggak tahu gimana istilah yang tepat. Tapi angle pengambilan gambar, warna background, sound, dan hal-hal lain yang disajikan drama ini membuat saya ngerasa kalau ini adalah drama yang memiliki kualitas produksi yang sangat bagus; dibuat dengan sangat baik dan ditata dengan apik.

Satu lagi yang bikin saya makin kagum sama drama ini, saya jadi tahu kalau pola action scenes Park Un Cheol yang gangster dengan polanya Jung Tae Soo yang pembunuh bayaran itu sangat berbeda. Park Un Cheol memiliki destroy-it-all vibe dalam pola action scenes-nya, sedangkan Jung Tae Soo lebih ke gerakan yang gesit dan elegan tapi pasti mengenai titik lumpuh sasaran. Kalau ditambah polanya Oh Gu Tak dan Lee Jung Mun, meski nggak sebanyak mereka berdua action scenes-nya, perbedaannya justru lebih terlihat lagi. Oh Gu Tak punya gaya action khas polisi detektif yang biasa ada di drama dan movie, sedangkan Lee Jung Mun lebih mengandalkan penggunaan alat karena dia sadar akan kemampuan berantem dirinya.

Ini mungkin hal yang biasa dan familiar untuk disadari bagi orang lain, tapi saya pribadi kaget bisa melihat hal-hal seperti itu saking drama ini detail menggambarkannya. Saya bahkan masih nggak nyangka bisa menggambarkan pola action scenes dengan kata elegan hahaha. Saya kan sebenarnya nggak begitu suka genre action dan yang melibatkan berantem lainnya, biasanya suka saya skip kalau lagi bagian action scenes. Tapi di drama ini saya jadi tersadar kalau action scenes itu punya pola yang beragam tanpa saya harus mikir keras; karena itu semua diperlihatkan dengan jelas, detail, dan tentunya sangat apik. Bravo!

The Ending


Saya selalu memasukkan ending sebagai aspek yang penting dalam menikmati suatu drama, sekaligus hal yang sangat mengkhawatirkan dalam dunia Kdrama. Menemukan ending yang nggak mengecewakan dan bikin refleks komentar, "Apa sih kok gini?" aja udah merupakan keberuntungan tersendiri saat nonton Kdrama. Apalagi bisa menemukan ending drama yang bagus. Dan apalagi bisa menemukan ending yang sangat bagus tanpa ada kurang apapun, itu saya kayak diberikan anugerah dan keberkahan luar biasa oleh Yang Maha Kuasa hahaha.

Dan diatas segala hal yang membuat saya jatuh hati sama Bad Guys, drama ini memberikan ending yang sangat bagus untuk pertama kalinya selama saya nonton Kdrama! Mungkin ini kayak lebay atau apa, atau emang beneran lebay dan saya nggak objektif; tapi itulah yang saya rasakan atas ending dari drama ini. Saya sangat puas dengan ending-nya sampai saya pikir Bad Guys nggak akan bisa membuat ending lebih bagus lagi dari itu. 

Pertama, semua pertanyaan dan permasalahan terselesaikan dengan realistis dan logis. Itu hal yang sangat penting untuk drama genre seperti ini. Kedua, drama ini nggak berakhir dengan sesuatu yang dreamy, yang malah bisa merusak bagusnya episode-episode sebelumnya. Ketiga, dan yang baru saya alamin sekali ini; adalah perasaan lega dan puas saat nonton ending yang sebenarnya sampai sekarang saya juga nggak tahu apa alasan pastinya. Yang jelas ending drama ini sangat membuat saya kagum dan bikin saya pengen berterima kasih sebanyak-banyaknya sama tim produksi dan para pemainnya.

Final Thought


This is a really, truly recommended drama ever!

Rasanya saya udah nggak bisa berkata banyak lagi soal drama ini, karena takut spoiler deh bener. Sepanjang nulis review ini pun saya lebih berhati-hati dari biasanya, dibaca lagi dan lagi apa yang baru saya tulis. Karena saya nggak mau kalau saya nggak sengaja ngasih spoiler yang bikin orang berkurang sensasi serunya pas nonton drama ini. Abis sayang banget kalau akhirnya sensasinya nggak dapet karena kepalang dapet spoiler. Tapi karena saya manusia biasa yang nggak lepas dari khilaf dan salah, tolong dimaafkan kalau masih ada hal yang dianggap spoiler banget yaa :)

Kalau kemudian ada pertanyaan seperti, "Aku nggak suka nonton genre yang begitu, kira-kira aku bakal suka nggak, ya?". Jawaban saya simpel; saya merekomendasikan drama ini bukan karena yakin orang bakal suka. Tapi karena yakin dan merasa kalau ini adalah drama yang sangat bagus :)

Drama ini nggak perlu meleburkan diri dengan mencakup berbagai genre supaya bisa disukai, karena menurut saya justru sesuatu yang fokus itulah yang bisa totalitas. Bad Guys adalah salah satu contoh hasil produksi yang sangat totalitas dengan great teamwork antara tim produksi, staff, dan tentunya the cast. Banyak hal yang ingin saya sampaikan soal bagaimana bagus dan apiknya drama ini di mata saya, hal-hal detail yang bikin saya sangat amat suka drama ini; tapi lagi-lagi saya takut ngasih spoiler kebanyakan.

Jadi, sekian review saya tentang drama Bad Guys ini. Saya sangat berterima kasih pada semua tim produksi, staff, dan tentunya para cast yang sudah membuat drama ini bisa sangat bagus dan keren ini. And respect! Sepanjang nonton drama ini, saya terus bertanya-tanya kok bisa mereka bikin drama begini, bagus banget, keren banget. Oh dan tentunya terima kasih juga pada OCN yang udah nayangin drama ini. Setelah nonton Bad Guys, saya jadi searching tentang OCN dan ternyata TV kabel itu banyak produksi drama bagus ya. Mungkin lain kali saya akan nonton drama-drama lain dari OCN ini.

Dan OCN akan produksi Bad Guys session 2! Saya sering lihat artikelnya soal ini, tapi sebelumnya saya nggak begitu memperhatikan karena emang belum tertarik. Tapi setelah nonton Bad Guys ini, saya jadi menanti-nanti Bad Guys 2 tayang. Saya agak sedih sih karena cast-nya baru, tapi tetap nggak mengurangi antisipasi dan ekspektasi saya terhadap session 2-nya. Sekaligus agak berharap seenggaknya para cast dari session yang pertama muncul sebagai cameo :)

Well then, selamat menonton!

Don't they look so good together? :)
I just can't get enough of them :D
Bonus : this is just so cool!

Jumat, 21 Juli 2017

A First Look at "School 2017"

Poster Drama School 2017
Ketika denger berita kalau drama School akan diproduksi dan ditayangin lagi oleh KBS, saya sangat seneng dan cukup menanti drama ini tayang. Saya memang agak kecewa ketika School 2015 diproduksi oleh salah satu agensi besar di Korea Selatan dan hasilnya nggak sesuai dengan ekspektasi. Nggak kayak School series yang seharusnya meng-cover kisah tentang beragam dan berbagai sisi dunia sekolah di Korsel, School 2015 terlalu fokus sama kisah individu dan kisah cinta segitiganya menurut saya. Jadi ketika dikabarkan kalau School 2017 kembali dipegang KBS, saya berharap seri ini bakal kembali mengusung kayak pendahulunya.

Btw saya kayak udah nontonin semua School series aja ya *hahaha*, padahal baru nonton yang seri School 2013 doang karena yang dulu-dulu susah dicari videonya. Dan btw lagi, review itu saya bikin di tahun 2013 jadi harap maklum kalau masih berantakan tulisannya :D

Oke, kembali lagi ke topik awal School 2017. Setelah nonton dua episode pertama drama ini, sebenernya saya ngerasa nggak banyak yang bisa saya ulas untuk jadi review. Tapi karena drama ini cukup saya tunggu dan bagian dari drama series yang cukup fenomenal di Korea Selatan, saya tetap akan nulis review nya hihi. Drama ini tayang di KBS setiap Senin dan Selasa pukul 22.00 KST.

Ada dua point yang menjadi garis besar dalam review saya kali ini. Dan seperti review yang sudah-sudah, tulisan ini bukan berarti saya seorang ahli atau apa; cuma kebetulan seneng banget nonton drakor hehe.

And this review may contain some spoilers ~


The Cast


Pas ada artikel yang memberitakan kalau Kim Yoo Jung nolak buat main di drama ini, saya nggak ngerasa kecewa atau sayang banget dia nggak ambil peran itu. Tapi jujur pas ada artikel yang beritain kalau Kim Se Jeong yang akhirnya ngambil peran utamanya, saya agak khawatir. Ya, saya emang punya pre-judge tentang idol yang belum banyak main drama (saya baca di wiki dia cuma satu drama dan itu pun sebagai special appearance) tapi langsung jadi main cast. Saya punya ekspektasi yang cukup tinggi atas drama ini karena akhirnya diusung lagi berdasarkan origin-nya, dan berharap main lead-nya nggak mengacaukan drama.

Kim Se Jeong as Ra Eun Ho
Dan sejauh ini menurut saya, Kim Se Jeong is alright. Nggak waw banget sampai saya terkagum-kagum, tapi juga nggak mengecewakan. Ada beberapa scene Kim Se Jeong yang bikin saya ngebatin, "Ih kok..."; tapi saya akhirnya maklum karena dia emang belum banyak main drama. Saya juga cukup terkesan di salah satu adegan, kalau ga salah di episode 2, yang dia nangis kejer dan bikin atmosfirnya berasa sedih banget.

Potemtial Love Triangle?
Gambar diatas adalah salah satu poster dari drama ini, dan saya menyimpulkan kalau ketiga orang inilah yang jadi main lead-nya. Meski kemungkinan besar cakupan ceritanya lebih luas ke banyak tokoh kalau dilihat dari poster pertama yang ada di awal review ini. Tapi pasti ketiga orang ini, Ra Eun Ho (Kim Se Jeong), Hyun Tae Woon (Kim Jung Hyun) dan Song Dae Hwi (Jang Dong Yoon); tetap megang peranan penting dalam drama. Dan pretty please, meskipun ada kisah cinta segitiga dalam drama ini, tapi semoga nggak overshadow kisah lainnya. Semoga sutradara dan penulis naskahnya belajar dari pengalaman series sebelumnya *eh :D

He got the aura and of course, the look :D
Saya belum pernah nonton drama dua cowok itu, tapi cukup familiar sama pemeran Hyun Tae Woon dan ternyata dia main di Jealousy Incarnate. Tokoh Tae Woon ini juga cukup menarik perhatian saya dari awal karena perannya sebagai jenis cowok tsundere, seolah dingin tapi aslinya baik, yang sebenernya udah banyak banget ditemuin di drakor. Tapi kita harus mengakui kalau cowok-cowok begitu nggak pernah gagal menarik perhatian, kan? Hahaha.

Tokoh Song Dae Hwi sendiri digambarkan sebagai murid teladan dan ketua OSIS yang baik hati juga sering nolongin temen-temennya. Tapi ada beberapa adegan yang menunjukkan kalau Song Dae Hwi ini menyimpan sesuatu yang bertolak belakang dengan image nya selama ini, dan saya sangat menunggu hal itu dimunculkan.

The charisma
Dan saya malah lebih familiar sama cast lain dalam drama ini karena banyak wajah-wajah yang udah cukup sering main drama. Ada satu cast yang saya ngerasa amat familiar, tokoh Hwang Young Gun (Ha Seung Ri), dan pas nyari tahu pernah main dimana aja ternyata selama ini suka peran dia. Saya suka dia di Twenty Again saat memerankan jadi Ha No Ra dan di Producer jadi Tak Ye Jin saat remaja. Dan di drama ini pun, perannya cukup terlihat dan menarik perhatian karena dia sebagai murid yang rebel. Meski ada beberapa scenes yang dia-nya jahat gitu, tapi sepertinya ada kisah menarik dibalik semua tindakannya itu.

The Story


Really sorry to say, secara garis besar drama ini nggak begitu jauh beda dengan drama-drama tentang sekolah dan remaja lainnya (mianhae, scriptwriter-nim!). Well, kecuali satu hal dan itu adalah unsur misteri yang ada dalam cerita ini. 

The (so-called) Hero
Kisah misterinya menarik karena ada seseorang, atau mungkin sekelompok orang, yang bertindak menjadi "pahlawan" untuk menyelamatkan para siswa dari tekanan sekolah. Itu yang terlihat dari luar sih, nggak tahu apakah ada motif atau tujuan tersembunyi dibalik tindakan-tindakan yang selama ini dilakukan.

One of the Hero's doing : set off the sprinklers to cancel a test
Tindakan-tindakan yang selama ini dilakukan sama "pahlawan" itu merupakan hal yang dianggap oleh sekolah dan para guru sebagai kenakalan, karena bikin ujian dibatalkan, merusak foto kepala sekolah dan patung pemilik sekolah, dan semacamnya. Tapi tetap aja itu dianggap aksi heroik sama para siswa yang selama ini tertekan sama sistem sekolah dan perlakuan para guru serta kepala sekolahnya.

Selain itu, hal yang digambarkan di drama ini nggak begitu berbeda dengan drakor remaja pada umumnya. Persaingan ketat dalam memperebutkan nilai dan peringkat, bullying, backing dari mereka yang punya kekuasaan dan uang, dan semacamnya. Tapi meski begitu, hal-hal itu tetap menarik untuk disajikan karena segala sesuatu nggak akan pernah benar-benar sama, kan? Hehehe.

Seems fishy and kinda spooky
Selain aksi "pahlawan" misterius, ada juga sekelompok siswa misterius yang saling ngirim pesan nggak jauh setelah aksi pahlawan terjadi. Nggak tahu juga apakah sebenarnya mereka ini sosok pahlawan itu, atau mereka justru penentang dari pahlawan, atau kelompok lain yang nggak terduga tujuannya. Tapi ngelihat mereka saling ngirim pesan di grup chat (kemungkinan), saya jadi teringat Jungle Fish. Saya lupa di Jungle Fish 1 atau 2, ada sekelompok siswa yang tergabung di kelompok belajar rahasia gitu. Nggak tahu kenapa vibe nya ketika nonton adegan itu bikin keinget dan berasa kayak Jungle Fish jadinya.

And?


Setelah nonton dua episode pertama School 2017, mungkin saya harus menurunkan ekspektasi saya terhadap drama ini. Bukan karena drama ini yang tampak kurang bagus atau apa, tapi karena tontonan saya akhir-akhir ini cukup 'berat' dan sangat keren (menurut saya tentu aja haha) yang bikin ekspektasi saya terhadap drakor jadi sangat meningkat. Saya mungkin masih terbayangi dari mengagumkannya drama-drama yang saya ikuti belakangan seperti Tomorrow With YouMan to Man, dan tentu saja Lookout; yang bikin saya secara nggak sadar men-set standar tertentu. Dan jadi banyak maunya saat nonton drama hehehe.

Meski saya bilang akan menurunkan ekspektasi saya terhadap drama ini, tapi saya harap seenggaknya drama dari rangkaian School series ini nggak keluar "jalur" seiring berjalannya waktu nanti. Maksud saya, karena ini judulnya School ya ceritakanlah tentang sekolah secara keseluruhan, cerita remaja secara keseluruhan. Nggak kemudian terlalu fokus sama kisah cinta satu atau beberapa pasangan, atau kisah lain yang sebenernya nggak terlalu urgent untuk dibahas.

Dan tentu aja saya tetap akan mengikuti drama ini karena sejauh ini nggak (atau belum?) ada alasan untuk drop School 2017 ini. Selain saya penasaran sama misteri yang ada dalam drama ini, saya juga lumayan terhibur dengan bertebarannya dedek-dedek ganteng dan gemesh yang ada disini hahaha. Eh tapi pas saya cari tahu infonya, sebenernya mereka nggak muda-muda banget kok malah ada yang lebih tua dari saya (cari pembelaan) *LOL.

Selain itu, yang bikin saya cukup menikmati School 2017 adalah gambar-gambar cerah yang bikin penonton merasakan aura youth dari drama ini. Selain itu, lagi-lagi, sound yang ditata dan diletakkan dengan pas dalam drama yang bikin drama tampak lebih hidup dan sensasinya lebih berasa. Kayaknya hampir setiap review saya bahas soal sound dalam drama hahaha semua berkat Park Do Young (Another Oh Hae Young fellow fans, remember him? :D)

Anyway, let's just watch and enjoy this drama!
And him, of course :p

Kamis, 20 Juli 2017

Datanglah Besok Lagi

Datanglah besok lagi
Hari ini sudah terlalu besar angin yang menggoyahkan rumahku
Memecahkan kaca jendela dan membuatku meringkuk kedinginan di sudut ruangan

Datanglah besok lagi
Hari ini kedua tanganku sudah terlalu penuh
Menghalau semua yang berusaha terlalu keras untuk berdiri menghalangi jalanku

Datanglah besok lagi
Hari ini terlalu kelewatan untuk dilanjutkan dengan semua ketidakadilan dan kegilaan itu
Ragaku hanya satu, jiwaku juga satu
Beri mereka sedikit ruang untuk bernafas

Aku tidak akan lari. Aku akan tetap disini.
Akan kuhadapi kalian semua, sebanyak apapun. Sekuat apapun.

Tapi datanglah besok lagi.


22 Juli 2017, 22:02

Rabu, 07 Juni 2017

Hujan

Di penghujung malam, hujan turun lagi
Membawa tetes-tetes penuh senyuman

Aku akan menemanimu sampai pagi, katanya
Aku kawanmu, lupakan saja semua yang mengganggu

Dunia memang tidak ramah sejak dulu

Hujan masih turun
Udara dingin memeluk sudut hati

Menenangkan gejolak pertarungan besar yang selalu terjadi disana

-5 Juni 2017-

Jumat, 26 Mei 2017

A First Look at "Lookout"

The cut from opening part of drama
Sebelumnya, saya mau buat pengakuan kalau sebenarnya ini adalah drama yang accidentally saya tonton dan akhirnya dibuat review-nya. Nggak kayak drama-drama sebelumnya yang emang niat saya tonton dengan lihat berbagai info sebelum tayang, drama ini saya download justru setelah saya nonton drama lain yang tayang di hari yang sama dan sebenernya lumayan saya tunggu. Tapi saya agak zonk nonton drama itu, dan akhirnya kepikiran buat download drama Lookout ini setelah nonton trailer-nya.

Sebenernya saya lagi nggak begitu mood nonton drama jenis begini, karena tone-nya berat dan hidup saya juga udah berat hahaha. Dari segi cast juga meskipun saya udah tahu semua pemeran utamanya dan pernah nontonin drama mereka, tapi saya nggak sesuka itu sama mereka buat bela-belain nunggu drama ini. Tapi nggak tahu kenapa kok lihat poster dan trailer-nya kayak terdorong aja buat nonton. Saya pun download dan nonton dengan berbekal pikiran: kayaknya drama ini seru, deh.

Sinopsis singkatnya adalah ada sekumpulan orang yang kehilangan orang-orang yang mereka cintai dan kemudian membentuk kelompok yang melawan kejahatan dengan cara mereka. Selanjutnya akan saya ulas lebih mendalam di review tentang empat episode awal drama terbaru MBC "Lookout" ini. Oh iya, saya bukannya baru nonton telat setelah drama ini tayang dua minggu ya; tapi emang drama ini adalah salah satu drama yang tayang dua episode per-hari (kayak ada beberapa drama dari stasiun TV lain). Drama ini punya nama lain The Guardians, kalau mungkin mau cari nama Lookout agak susah; dan tayang di MBC setiap Senin-Selasa jam 22:00 KST.

Di review ini saya akan menulis beberapa poin yang saya suka dan menurut saya akan jadi hal menarik dari drama ini. Dan review ini cuma pendapat dan pandangan pribadi saya yang bukan ahli apapun, cuma kebetulan suka banget nontonin drakor :D

And this review will contain some spoilers~


The Opening


Saya suka banget opening dari drama ini! 

Our hero on motorbike
Drama ini dibuka dengan adegan action ngejar penjahat yang (kemungkinan) adalah seorang suami yang lagi menganiaya istrinya sambil ngebut di jalan. Ini agak mengingatkan saya sama adegan pembuka drama You're All Surrounded sih, tapi nggak masalah buat saya. Karena adegan semacam ini bikin penonton langsung fokus dari menit pertama drama tayang, and it's a good sign. Ditambah lagi dengan BGM lagu jenis hip-hop yang bikin adegannya terlihat semakin seru.

Kelompok (yang saya belum tahu apa ada namanya atau enggak, di empat episode itu belum dibahas) itu terdiri dari tiga orang in action; satu orang ngejar dengan sepeda motor, satu lagi monitor lewat CCTV, dan satu lagi hacking sistem mobil orang yang dikejar. Saya bilang in action karena pada saat kejadian pengejaran itu emang cuma ada tiga orang yang ditampilkan. Dan emang cukup ekstrim karena sampai bikin lalu lintas kacau dan terjadi kecelakaan, tapi nggak tahu kenapa kok keren aja scene itu hehe.

The Storyline


Di sinopsis drama ini yang saya baca di internet, masing-masing tokoh punya ceritanya sendiri mengenai kehilangan orang yang dicintai dan itu belum terlihat di empat episode awal. Awal drama ini berfokus ke kisah Jo Soo Ji (Lee Si Young; Wild Romance) yang merupakan seorang polisi detektif dan kronologis meninggalnya anak perempuan dari Jo Soo Ji. 

Sebenernya empat episode awal ini bukan murni bahas Jo Soo Ji dan anaknya itu, tapi berkaitan satu sama lain dengan tokoh-tokoh lain di drama ini. Saya nggak akan ceritain gimana kaitannya, pokoknya ada permainan politik dan kekuasaan dibalik kasus anaknya Jo Soo Ji itu. Intinya, Jo Soo Ji yang statusnya sebagai polisi pun nggak punya kekuatan buat menangkap penjahat kasus itu, dan akhirnya inilah cikal bakal dia tergabung ke kelompok The Guardians (begitu aja ya sebutnya, saya belum tahu sih apa namanya).

Untuk storyline dan plot dari empat episode awal drama ini emang belum begitu jelas terlihat, tapi nggak ngebingungin juga. Emang masih banyak (banget) pertanyaan yang muncul saat nonton awal drama, tapi penataan cerita cukup apik jadi saya rasa penonton pun mudah ngikutin jalan ceritanya. Ada juga sedikit selipan-selipan scene ringan dan lucu yang lumayan lah buat ice breaking, meski nggak se-ringan dan sebanyak di drama Man to Man sih porsinya.

Dan sebenernya kalau dipikir-pikir, drama dengan latar cerita kasus kejahatan yang ber-backing penguasa dan politik itu bukan hal baru lagi ya. Memang udah ada beberapa drama yang mengangkat latar cerita sama, tapi yang bikin drama ini menarik adalah kelompok The Guardians itu yang muncul buat nangkepin penjahat. Dan kemungkinan cara-cara yang mereka lakukan pun "unik", dengan kata lain kemungkinan besar nggak ngikutin hukum yang kadang bikin nggak berdaya dan saya suka kesel sendiri nontonnya. Jadi kemungkinan saya bakal seneng lihat gimana sepak terjang dan cara kerja kelompok itu; dan (sekali lagi) kayaknya seru hahaha.

The Casts and Roles

Cool!
Saya pernah beberapa kali nonton dramanya Lee Si Young, tapi baru kali ini saya seneng sama peran dia. Saya juga seneng drama ini mengangkat tokoh wanita sebagai tokoh utama yang bukan cuma sebagai pemanis cerita, tapi sebagai sentral dari cerita. Jarang-jarang kan ada drama yang tokoh wanitanya justru yang melakukan banyak adegan action, naik motor gede, lompat sana lompat sini, berantem sama penjahat. Dan saya baru sadar akhir-akhir ini sih, kalau saya emang seneng sama tokoh wanita yang punya kharisma, strong unnie, cool & chic woman hahaha. Jadi pas nonton tokoh Jo Soo Ji yang begini, habislah saya kagum-kagum dibuatnya.

His acting won't disappoint!
Tokoh selanjutnya yang cukup sering muncul dan banyak berkaitan sama Jo Soo Ji adalah Jang Do Han (Kim Young Kwang; D-Day, Pinocchio). Gambaran singkatnya, Jang Do Han ini seorang jaksa yang giat mencari dukungan buat menaikkan jabatan dan status. Tapi saya nggak akan ngebahas lebih lanjut tokoh dia disini, karena ada sedikit twist dari tokoh Jang Do Han yang menurut saya sayang kalau nggak ditonton sendiri hehe.

Is he real.. or not?
Ada satu lagi jaksa di drama ini, tapi dia berbanding terbalik sama Jang Do Han. Kim Eun Jung (Kim Tae Hoon; Fantastic, Angry Mom) ini adalah jaksa yang melakukan segala sesuatu sesuai aturan. Jaksa ini juga banyak membantu Jo Soo Ji dan kelihatan dia kayak suka gitu ama Soo Ji. Tapi saya kan suudzonan orangnya wkwk jadi sempet kepikiran kalau dia menyimpan sesuatu dibalik semua itu, apalagi drama model begini kan suka ada twist macem-macem. Ditambah lagi, selama ini saya sering nonton aktor ini tuh main jadi orang jahat terus, jadi kayak masih kebawa-bawa aja dan curiga kalau dia ada kenapa-napa nantinya. Cuma kalau lihat dari poster dan susunan tokoh di internet sih, kemungkinan juga dia orang baik. Let's wait and see!

Selanjutnya adalah duo maut (?) Seo Bo Mi (Kim Seul Gi; Oh My Ghostess) dan Go Kyung Soo (Key Shinee; Drinking Solo). Saya nulis duo maut karena awal digambarin kelompok The Guardians itu bekerja ya oleh perpaduan dua orang ini, dan mereka klop banget. Seo Bo Mi yang memonitori CCTV dan ngasih pengarahan ke Go Kyung Soo yang bertugas hacking dan melakukan tugas kotor lainnya, kalau bahasa dia sendiri hahaha. Saya agak inget perpaduan Ji Chang Wook pas dia jadi Healer bareng Ajumma nyentrik itu, agak mirip sih cuma versi lebih muda dan "seger" :D

LOL (1)
LOL (2)
Seo Bo Mi ini diceritakan sebagai orang yang anti-sosial dan nggak bisa keluar rumah, tapi pintar ngomongnya dan nyuruh si hacker. Sedangkan Go Kyung Soo meskipun sering protes tapi diikutin juga perintah dari Bo Mi, karena dia emang cukup ceroboh hihi. Mereka berdua ini yang jadi penghibur dan menurunkan tensi drama yang cukup serius. Saya sih berharap mereka bakal lebih sering muncul di episode-episode selanjutnya :)

Dan tokoh yang pengen saya bahas terakhir adalah ketua dari kelompok The Guardians ini. Orang ini jarang muncul, cuma beberapa detik aja setiap episode nya tapi punya efek besar karena dia yang ngasih perintah ke anggota kelompok. Lihat orang ini bikin saya penasaran gimana sebenernya asal muasal dibentuknya kelompok ini, dan siapa sebenernya dia.

The (handsome!) leader <3
Dan, sesuai caption yang saya tulis, ketua ini ganteng hahahha. Malah sejauh empat episode ini, si ketua inilah tokoh paling ganteng diantara yang lain; yang sayang munculnya baru sedikit-sedikit banget. Saya lihat aktor ini pertama kali sebenernya di King of Mask Singer dan dia emang bilang mau main di drama baru MBC, cuma saya nggak nyangka aja kalau ini drama yang dimaksud. Saya jadi ngerasa beruntung udah ketemu dia duluan (?) hahahaha. Dan karena imajinasi saya suka kemana-mana, saya sempet mikir kalau dia adalah mantan suami dari Jo Soo Ji wkwkwk. Nggak tahu juga sih, tapi kali aja kan yaa namanya drama genre begini kan suka ada rahasia-rahasia tersembunyi.

Tapi sejujurnya, entah kenapa saya berharap kalau nggak ada kisah cinta antara tokoh-tokoh utama di drama ini. Atau seenggaknya kalaupun ada, sedikit aja porsinya. Sebenernya saya kaget sendiri sih kok bisa berharap begini, dimana saya anaknya drama abis, really into romance, dan sangat-sangat suka rom-com. Tapi seperti yang saya bilang, nggak tahu kenapa pas nonton dua episode awal drama ini kayaknya sayang aja kalau ada kisah cintanya di drama ini hahaha.

Saya pernah sih baca harapan semacam itu pas lagi baca review drama Man to Man, yang mana sampai saat itu saya nggak ngerti kenapa ada orang yang berharap nggak ada kisah cinta di drama Korea. Maksud saya, halooo ini drakor lho yang cerita-cerita romance-nya tuh bagus dan bikin melting abis hahaha. Meski sampai sekarang saya masih nggak setuju akan komentar di Man to Man itu sih, tapi saya merasakannya di drama ini hihi. Tapi yaaa gimanapun jadinya nanti, semoga aja tetep bagus dikemasnya dan nggak bikin ceritanya jadi aneh atau mengecewakan.

Dari semua tokoh yang saya tulis diatas, yang udah pasti sebagai anggota kelompok The Guardians yang pasti si ketua, duo maut Seo Bo Mi & Go Kyung Soo, sama Jo Soo Ji yang kemungkinan join di episode minggu depan. Untuk kedua jaksa itu, saya sendiri nggak tahu apakah mereka sebenernya udah jadi anggota kelompok tapi belum terungkap, atau akan jadi anggota; atau justru akan jadi musuh. Masih banyak yang samar emang di empat episode pertama ini.

The Potential Crime


Kalau ada hal yang bikin saya agak 'tertahan' apakah akan lanjut nonton atau enggak, adalah kejahatan yang mungkin akan ada di drama ini. Saya nggak suka banget kalau masalah di drama itu kejahatan yang susah dilawan karena ada backing para penguasa dan mereka yang punya power, karena biasanya bikin para hero nya nggak berdaya ngapa-ngapain. Terus kalaupun berhasil ditangkap, biasanya penjahat-penjahat itu cuma dipenjara sebentar terus bebas karena main belakang. Selain itu, saya juga nggak suka kalau penjahat di dramanya itu seorang psycho yang sadis dan nggak manusiawi. Alasannya simply karena mereka terlalu sadis dan tindakannya nggak bisa dimengerti manusia normal.

Nah, di drama Lookout ini kemungkinan besar kejahatannya adalah gabungan dari dua hal itu. Udah saya kesel sama orang-orang berkuasa yang seenaknya mainin hukum kayak di Indonesia itu (haha!), ditambah lagi salah satu penjahatnya ada yang psycho abis. Baru kali ini saya nonton drakor kesel banget sampai geram sama tokoh yang muda dan ganteng. Biasanya ada aja pemakluman kalo orang jahatnya ganteng, apalagi masih dede-dede lucu gitu haha. Tapi ke penjahat yang satu ini tuh nggak berlaku kayak gitu, dan pengen nonjok aja bawaannya saking ngeselinnya. Apalagi lihat senyumnya yang psycho abis itu.

This!

And?


Sesuai dengan pikiran awal saat mau download dan baru mulai nonton: drama ini emang seru dan kayaknya bakal terus seru.

Dari lubuk hati terdalam *halah*, saya sih pengennya nonton drama ini sampai tamat; tapi nggak tahu deh apakah saya bisa kuat nontonin para evil itu berkeliaran dan merajalela. Saya berharapnya drama ini nggak membiarkan para hero kita itu terus menderita dan "kalah" terus, tapi bisa jadi permainan berimbang dimana orang-orang jahat itu kalah dan susahnya bukan cuma di akhir drama doang. Malah lebih bagus lagi kalau kelompok The Guardians itu terus selangkah lebih maju, meski dengan perjuangan yang susah payah :)

Tapi saya juga nggak mau berharap banyak sama drama ini, selain berharap ketinggian nanti jatohnya sakit hihi; nanti saya jadi nggak enjoy nontonnya karena terlalu banyak nuntut. Karena sejauh ini dramanya seru dan kayaknya bakal jadi drama bagus, three hours a week for watching this drama won't hurt, right? 

So for now, I will just sit and enjoy this drama!

Bonus: LOLOL