Selasa, 01 Agustus 2017

Bad Guys : Those Who Catch Bad People

Bad Guys, who catch bad people
Akan sangat lebay kalau saya bilang drama ini sempurna, karena tidak ada buatan manusia yang sempurna. Meski ada keinginan kuat buat bilang kalau ini drama yang sempurna, tapi kembali lagi ke kalimat sebelumnya; jadi saya katakan kalau ini drama yang sangat, sangat bagus.

Terus saya kepikiran juga buat bilang kalau ini adalah Kdrama paling bagus yang pernah saya tonton, tapi terus saya mikir lagi kalau saya kan nggak inget udah nonton drama apa aja. Eh tapi lagi, kalau drama bagus kan nggak mungkin terlupakan ya? Jadi kalau ada drama yang saya rasa lebih bagus dari ini harusnya saya inget. Tapi lagi... kok jadi bahas beginian, yaudahlah nggak penting. Yang penting adalah, drama ini sangat amat bagus dan saya merekomendasikan Anda semua untuk nonton :)

Ini drama yang udah lama, tayang 2014. Genre-nya crime, action, & thriller. Saya antara menyesal sama bersyukur baru nonton drama ini sekarang. Menyesal karena kenapa kok baru sekarang saya nemu dan nonton drama bagus gini, tapi di sisi lain juga bersyukur nggak harus nungguin drama ini tayang tiap minggu kayak kalau lagi ngikutin drama ongoing. Karena rasanya saya nggak kuat kalau harus nunggu seminggu buat ngelihat kelanjutan cerita tiap episodenya hahaha.

Sebenernya, saya awalnya nggak ada keinginan buat nonton drama ini meski tahu ada Park Hae Jin disini. Kayaknya terlalu berat gitu ceritanya, bakal kesusahan saya mikirnya nanti. Tapi kok rasanya setelah drama-drama seru kayak Lookout tamat, saya jadi kehilangan drama yang bisa mewarnai hari-hari saya yang sangat biasa *tsaaah. Terus juga saya kangen sama Park Hae Jin hihihi, dan akhirnya berpikir untuk mencoba nonton episode awal Bad Guys ini. Jadinya saya pun ketagihan nontonin sampai tamat dan saya sangat bersyukur sama pemikiran saya itu karena bisa bertemu drama bagus banget kayak gini :D

Singkat cerita, drama ini mengangkat kisah seorang polisi detektif yang merekrut para kriminal dari penjara buat menangkap para penjahat yang berkeliaran di luar sana. Konsep dasarnya agak mirip sama film Suicide Squad, ya. Eh, apa Suicide Squad yang mirip Bad Guys? Soalnya Bad Guys kan  tayang 2014, Suicide Squad baru keluar tahun 2016. Oke skip ini nggak penting ~

Akhir-akhir ini saya lebih sering nge-review drama yang baru tayang dari episode minggu pertamanya, kecuali Tomorrow With You yang sampai saya review di awal dan setelah tamat. Jadi agak aneh rasanya saat sekarang saya mau review drama yang udah saya tonton sekaligus, takut kebanyakan ngasih spoiler juga. Tapi rasanya sayang aja kalau nggak review drama ini hahaha.

Jadi saya akan berusaha buat meminimalisir spoiler yang akan mengurangi esensi keseruan nonton drama ini secara langsung :) Saya akan me-review beberapa point yang sangat saya suka dari drama Bad Guys ini.

The Bad Guys


Pas nonton episode awal yang masih banyak menggambarkan pengenalan tokoh-tokohnya, saya sempet penasaran kalau apa mungkin penulis naskah dan produsernya pernah terpikir buat ngasih judul drama ini "Crazy Dogs". Atau kemungkinan kalau drama ini judulnya bukan Nappeun Nyeoseokdeul (Bad Guys), pasti dikasih judul Michin Gaedeul (Crazy Dogs). Sepanjang saya demen nontonin Kdrama, baru kali ini saya sampai kepikiran judul lain yang mungkin dimiliki sama sebuah drama hahaha.

Pemikiran-pemikiran itu muncul karena keempat tokoh yang ditampilkan sebagai bad guys itu bener-bener punya kepribadian yang "gila". Apalagi awalnya, polisi detektif yang ditugasin buat nangkep penjahat dan akhirnya merekrut para kriminal itu; Oh Gu Tak, emang dijuluki Crazy Dog. Ketika Oh Gu Tak pun menyebut mereka sebagai michin gaedeul, saya kira nggak segitunya. Karena di Kdrama sering disebut istilah itu tapi sebenernya nggak begitu-begitu banget. Tapi ternyata mereka emang bener-bener "gila". 

Keempat tokoh ini adalah salah satu alasan kenapa saya bisa betah banget dan akhirnya jatuh hati sama drama ini. Karakter mereka dibuat dengan sangat baik dan disampaikan dengan sangat baik juga oleh para aktor yang memerankannya. Saya emang selalu suka tokoh drama yang punya karakter kuat, dan mereka semua punya karakter yang kuat. Dan bikin orang ngerasa attached sama tokoh yang mereka perankan.

The michin gae
Oh Gu Tak (Kim Sang Joong; Rebel Thief Who Stole The People, City Hunter) dijuluki sebagai Crazy Dog karena dia selalu melakukan penyelidikan sampai ke akar-akarnya buat menangkap penjahat, meski harus melakukan berbagai hal ekstrim. Tentu aja salah satu hal ekstrim yang dilakukannya adalah mengeluarkan para kriminal dari penjara dan merekrut mereka buat menangkap para penjahat yang selama ini nggak bisa ditangkap oleh polisi. Dan membiarkan para kriminal itu melakukan dengan cara mereka sendiri untuk menangkap penjahat, meski kalau dari segi aturan itu adalah hal-hal ilegal.

Saya pernah nonton aktor ini di City Hunter sebagai ayah angkatnya Lee Min Ho dan disitu saya agak takut ama tokoh dia, serem gitu kan ajussi ini disitu. Tapi di Bad Guys, ajussi ini nggak seserem itu dan saya sangat menikmati aktingnya. Ajussi ini sukses buat saya bertanya-tanya dari awal apa sebenernya maksud dari perbuatannya, sebenernya emang percaya kalau para kriminal itu bisa berubah atau enggak, dan sebenarnya orang ini baik apa enggak.

Deep
The first, basic reason is always Park Hae Jin!

Di drama ini, Park Hae Jin (Man to Man, Cheese in The Trap) berperan sebagai Lee Jung Moon; seorang psikopat jenius yang ditangkap karena tuduhan pembunuhan berencana (serial killer). Seperti biasa, lagi-lagi saya terkagum-kagum sama akting Park Hae Jin yang sangat detail, dari sorot mata sampai gestur tubuh. Ngelihat Park Hae Jin disini membuat saya paham kenapa netizen, di Korea khususnya, banyak yang menyarankan dia untuk berperan sebagai Yoo Jung di Cheese in The Trap. Lee Jung Mun punya aura yang mirip kayak Yoo Jung, cuma bedanya Lee Jung Mun sangat jarang senyum dan jauh lebih dingin.

Tapi dingin-nya Lee Jung Mun lebih kayak sebagai bentuk perlindungan dirinya kalau menurut saya, kalau Yoo Jung kan lebih karena dia benci orang-orang yang manfaatin dia. Ada beberapa scenes yang saya ngelihat Lee Jung Mun itu tampak rapuh dan bawaannya jadi pengen meluk dia *eh :D Sepanjang nonton Lee Jung Mun di drama ini, saya berkali-kali mikir kalau kayaknya saya emang cinta beneran deh sama Park Hae Jin hahaha.

The power
Park Un Cheol (Ma Dong Seok; 38 Revenue Collection Unit, Train to Busan) adalah tanan kanan dari bos gangster yang bisa menguasai dunia underground Seoul selama 25 hari. Ajussi ini kuat banget, terutama kalau masalah mukulin dan berantem sama orang. Dalam menangkap penjahat yang lagi diincar, dia mengandalkan relasi gangster-nya yang banyak tersebar dimana-mana dan saya kok ngerasanya itu keren ya hahaha. Kayak apa ya, bos besar yang sangat punya power dan digunakan di jalan yang benar; meski caranya nggak selalu benar-benar banget hehehe.

Dibanding ketiga tokoh lainnya, tokoh Park Un Cheol ini nggak terlalu banyak memiliki twist atau rahasia di masa lalu. Dibanding yang lainnya juga, Park Un Cheol nggak terlalu pintar; dia lebih menggunakan pukulan daripada otaknya. Tapi hal itu yang bikin beberapa kali saya ketawa saat bagian dia, semacam ice breaking dalam drama ini.

Chill
Jung Tae Soo (Jo Dong Hyuk; Inspiring Generation) adalah pembunuh bayaran yang selalu menjalankan tugasnya dengan sempurna tanpa kesalahan, tapi suatu hari menyerahkan diri ke kantor polisi. Sebagai pembunuh bayaran profesional, Jung Tae Soo  memanfaatkan "pengalamannya" itu dalam mencari penjahat dengan memposisikan diri sebagai pelaku. Kayak apa strateginya, apa alat yang digunakan, sampai perkiraan tinggi badan pelaku.

Saya nggak pernah nonton aktor ini sebelumnya, tapi dari awal dia udah menarik perhatian dan mata saya hahaha. Nggak tahu kenapa kelihatannya cakep aja, tapi setelah saya pikir-pikir sebenernya dia nggak cakep-cakep amat. Tapi lebih karena aura chill yang justru membuatnya tampak keren. Ditambah lagi, tokoh Jung Tae Soo ini satu-satunya permasalahan utamanya berkaitan sama wanita dan dilema cinta. Bukan tokoh yang bikin melting sih, tapi justru dilema yang dia alami bikin nontonnya terasa nyeess gitu.

The Story


Sangat banyak twist yang ada dalam drama ini, and I felt blessed while watching it! 

Saya selalu suka kalau drama ngasih kejutan yang nggak saya sangka tapi bukan yang nggak masuk akal, dan Bad Guys banyak memberikan kejutan itu. Saya berkali-kali dikagetkan dengan plot drama ini, apalagi rahasia-rahasia masa lalu yang mengaitkan keempat tokoh yang saya bahas di bagian sebelumnya. Alur drama ini membuat saya benar-benar tenggelam dalam cerita, membuat tebakan dan pemikiran saya berganti-ganti setiap saat. Dan hampir semua tokoh saya curigai sebagai orang jahat yang jadi dalang dibalik semua itu, tapi kemudian mikir kalau kayaknya sebenernya mereka baik. Terus setelah ceritanya berlanjut, mikir lagi kalau emang benar jahat; begitu terus saking banyaknya twist dan hal yang nggak disangka-sangka.

And please don't do this at home : cepet-cepetin video karena saking penasarannya sama apa yang sebenarnya terjadi. Percayalah, Anda akan langsung menyesalinya beberapa saat kemudian hahaha. Saya emang termasuk orang yang nggak sabaran; dan sering banget nontonin drama dicepetin dulu karena penasaran, baru diulang lagi. Selama ini saya nggak banyak menyesal kalau abis nonton dicepetin, kecuali drama-drama tertentu yang emang biasanya genre thriller. Cuma biasanya ya udah menyesal sedikit doang tapi ngulangin lagi kalau penasaran hahaha.

Tapi pas saya sempet cepetin Bad Guys di episode awal-awal, saya langsung menyesal banget. Saya jadi melewatkan sensasi mendebarkan yang menyenangkan saat nonton drama ini. Sensasi penasaran, tebak-tebakan, emosi naik turun, sampai kaget karena twist yang ditampilkan selanjutnya. Saya sangat menyayangkan karena melewatkan sensasi-sensasi itu, dan nggak mau lagi menyesal begitu. Akhirnya setiap saya sangat penasaran sama kelanjutannya, saya pegangin tangan sendiri biar nggak pegang mouse dan keyboard sambil komat-kamit bilang, "Jangan, jangan. Tahan, tahan." hahaha. Dengan begitu saya bisa lebih menikmati cerita yang disajikan drama ini.

Salah satu yang saya suka dari cerita drama ini adalah digambarkannya bagaimana ke-tidakmanusiawi-an manusia yang sebenarnya sangat manusiawi. Agak ngejelimet, toh? Hehehe.

Jadi begini. Kalau sering nonton Kdrama, pasti sering mendapati tokoh-tokoh utamanya yang dijahatin meski sampai tingkat ekstrim tetap dapat berpegang pada landasan hukum formal yang dibuat. Padahal sebagai manusia, sangat wajar kalau ingin membalas apa yang dilakukan orang jahat pada kita, ingin dia merasakan penderitaan yang sama. Apalagi di Kdrama kan sering kejahatannya tuh jahat banget, sampai kayak tragedi gitu; bunuh-bunuhan sadis dan semacamnya. But the wronged ones still can managed to believe in the law; yang kadang saya nggak ngerti apakah mereka emang punya dasar sekuat itu, apakah emang sebaik itu.

Sedangkan di Bad Guys ini digambarkan bagaimana orang yang jadi korban orang jahat sampai harus kehilangan orang yang sangat berharga, kemudian ada keinginan kuat untuk melakukan pembalasan supaya orang jahat itu menderita juga dengan cara yang kejam. Mereka ngerasa sangat tidak adil karena menderita sendiri, sedangkan penjahatnya "cuma" dihukum begitu, atau bahkan tidak dihukum sama sekali. Dan menurut saya gambaran itu sangat realistis. Bukannya saya membenarkan praktek pembunuhan atau jenis balas dendam lainnya. Cuma maksud saya, sangat manusiawi kalau orang yang menderita kehilangan orang yang berharga ada keinginan untuk membalas pelaku dengan hal yang sama.

Dan yang terpenting, drama ini kemudian menggambarkan bagaimana proses seseorang dalam memahami kalau memang hukum yang dibuat secara formal dan legal oleh negara itu memang hal yang tepat. Saya suka bagaimana drama ini memang menyajikan proses pemahaman tersebut yang muncul dari dalam diri mereka, tidak serta merta memegang prinsip untuk mematuhi hukum tersebut meski tersakiti. Dari yang awalnya berkeinginan bahkan melakukan tindakan main hakim sendiri, hingga kemudian sisi kemanusiaan dalam diri mereka menyadarkan untuk kembali ke jalan yang manusiawi.

Itu adalah gambaran yang sangat realistis menurut saya. They didn't give a damn, and I like it!


The Setting and Production


Saya bukan orang sinematografi dan nggak banyak pengetahuan di bidang itu, jadi sebenernya saya agak mikir-mikir bagaimana menyampaikan dengan tepat apa yang saya lihat dan rasakan mengenai bagian ini. Secara sederhananya, saya gambarin aja Kmovie sama Kdrama. Kalau diperhatikan, gambar yang dihasilkan Kmovie sama Kdrama sangat berbeda; begitu juga unsur lain kayak sound dan effect.

Kmovie lebih mengutamakan unsur real dalam penyajian gambar, dari mulai make up, wardrobe, sampai background tempat scene diambil. Nggak ada orang miskin yang bisa ganti-ganti sepatu bagus setiap hari kayak di Kdrama saat Anda nonton Kmovie. Nggak ada buronan polisi yang mukanya mulus banget padahal mana sempet cuci muka kan, kayak yang suka ada di Kdrama. Dan drama ini banyak menggunakan cara pengambilan gambar ala movie.

Saya menyadari hal itu pas dari awal para ajussi itu jenggot sama kumisnya kelihatan banget dengan jelas, hal yang sangat jarang saya temuin di Kdrama. Biasanya Kdrama lebih mulus dan glowing dalam penyajian gambar bagian wajah, karena mengandalkan visual sebagai salah satu daya tariknya. Tapi di Bad Guys ini bahkan se-Park Hae Jin nya pun sangat kelihatan itu pori-pori mukanya, sampai saya ngebatin, "Oh, Park Hae Jin juga manusia ternyata" hahaha oke ini nggak penting :D Cuma maksud saya, drama ini menggambarkan sedemikian real-nya bahkan dari hal-hal yang kecil. Saya sampai terpana gitu lihat Park Hae Jin pakai sepatu belel kayak yang suka dipakai anak sekolah buat upacara.

Dan saya sangat suka hal itu. Seperti yang saya bilang sebelumnya, saya bukan orang sinematografi jadi nggak tahu gimana istilah yang tepat. Tapi angle pengambilan gambar, warna background, sound, dan hal-hal lain yang disajikan drama ini membuat saya ngerasa kalau ini adalah drama yang memiliki kualitas produksi yang sangat bagus; dibuat dengan sangat baik dan ditata dengan apik.

Satu lagi yang bikin saya makin kagum sama drama ini, saya jadi tahu kalau pola action scenes Park Un Cheol yang gangster dengan polanya Jung Tae Soo yang pembunuh bayaran itu sangat berbeda. Park Un Cheol memiliki destroy-it-all vibe dalam pola action scenes-nya, sedangkan Jung Tae Soo lebih ke gerakan yang gesit dan elegan tapi pasti mengenai titik lumpuh sasaran. Kalau ditambah polanya Oh Gu Tak dan Lee Jung Mun, meski nggak sebanyak mereka berdua action scenes-nya, perbedaannya justru lebih terlihat lagi. Oh Gu Tak punya gaya action khas polisi detektif yang biasa ada di drama dan movie, sedangkan Lee Jung Mun lebih mengandalkan penggunaan alat karena dia sadar akan kemampuan berantem dirinya.

Ini mungkin hal yang biasa dan familiar untuk disadari bagi orang lain, tapi saya pribadi kaget bisa melihat hal-hal seperti itu saking drama ini detail menggambarkannya. Saya bahkan masih nggak nyangka bisa menggambarkan pola action scenes dengan kata elegan hahaha. Saya kan sebenarnya nggak begitu suka genre action dan yang melibatkan berantem lainnya, biasanya suka saya skip kalau lagi bagian action scenes. Tapi di drama ini saya jadi tersadar kalau action scenes itu punya pola yang beragam tanpa saya harus mikir keras; karena itu semua diperlihatkan dengan jelas, detail, dan tentunya sangat apik. Bravo!

The Ending


Saya selalu memasukkan ending sebagai aspek yang penting dalam menikmati suatu drama, sekaligus hal yang sangat mengkhawatirkan dalam dunia Kdrama. Menemukan ending yang nggak mengecewakan dan bikin refleks komentar, "Apa sih kok gini?" aja udah merupakan keberuntungan tersendiri saat nonton Kdrama. Apalagi bisa menemukan ending drama yang bagus. Dan apalagi bisa menemukan ending yang sangat bagus tanpa ada kurang apapun, itu saya kayak diberikan anugerah dan keberkahan luar biasa oleh Yang Maha Kuasa hahaha.

Dan diatas segala hal yang membuat saya jatuh hati sama Bad Guys, drama ini memberikan ending yang sangat bagus untuk pertama kalinya selama saya nonton Kdrama! Mungkin ini kayak lebay atau apa, atau emang beneran lebay dan saya nggak objektif; tapi itulah yang saya rasakan atas ending dari drama ini. Saya sangat puas dengan ending-nya sampai saya pikir Bad Guys nggak akan bisa membuat ending lebih bagus lagi dari itu. 

Pertama, semua pertanyaan dan permasalahan terselesaikan dengan realistis dan logis. Itu hal yang sangat penting untuk drama genre seperti ini. Kedua, drama ini nggak berakhir dengan sesuatu yang dreamy, yang malah bisa merusak bagusnya episode-episode sebelumnya. Ketiga, dan yang baru saya alamin sekali ini; adalah perasaan lega dan puas saat nonton ending yang sebenarnya sampai sekarang saya juga nggak tahu apa alasan pastinya. Yang jelas ending drama ini sangat membuat saya kagum dan bikin saya pengen berterima kasih sebanyak-banyaknya sama tim produksi dan para pemainnya.

Final Thought


This is a really, truly recommended drama ever!

Rasanya saya udah nggak bisa berkata banyak lagi soal drama ini, karena takut spoiler deh bener. Sepanjang nulis review ini pun saya lebih berhati-hati dari biasanya, dibaca lagi dan lagi apa yang baru saya tulis. Karena saya nggak mau kalau saya nggak sengaja ngasih spoiler yang bikin orang berkurang sensasi serunya pas nonton drama ini. Abis sayang banget kalau akhirnya sensasinya nggak dapet karena kepalang dapet spoiler. Tapi karena saya manusia biasa yang nggak lepas dari khilaf dan salah, tolong dimaafkan kalau masih ada hal yang dianggap spoiler banget yaa :)

Kalau kemudian ada pertanyaan seperti, "Aku nggak suka nonton genre yang begitu, kira-kira aku bakal suka nggak, ya?". Jawaban saya simpel; saya merekomendasikan drama ini bukan karena yakin orang bakal suka. Tapi karena yakin dan merasa kalau ini adalah drama yang sangat bagus :)

Drama ini nggak perlu meleburkan diri dengan mencakup berbagai genre supaya bisa disukai, karena menurut saya justru sesuatu yang fokus itulah yang bisa totalitas. Bad Guys adalah salah satu contoh hasil produksi yang sangat totalitas dengan great teamwork antara tim produksi, staff, dan tentunya the cast. Banyak hal yang ingin saya sampaikan soal bagaimana bagus dan apiknya drama ini di mata saya, hal-hal detail yang bikin saya sangat amat suka drama ini; tapi lagi-lagi saya takut ngasih spoiler kebanyakan.

Jadi, sekian review saya tentang drama Bad Guys ini. Saya sangat berterima kasih pada semua tim produksi, staff, dan tentunya para cast yang sudah membuat drama ini bisa sangat bagus dan keren ini. And respect! Sepanjang nonton drama ini, saya terus bertanya-tanya kok bisa mereka bikin drama begini, bagus banget, keren banget. Oh dan tentunya terima kasih juga pada OCN yang udah nayangin drama ini. Setelah nonton Bad Guys, saya jadi searching tentang OCN dan ternyata TV kabel itu banyak produksi drama bagus ya. Mungkin lain kali saya akan nonton drama-drama lain dari OCN ini.

Dan OCN akan produksi Bad Guys session 2! Saya sering lihat artikelnya soal ini, tapi sebelumnya saya nggak begitu memperhatikan karena emang belum tertarik. Tapi setelah nonton Bad Guys ini, saya jadi menanti-nanti Bad Guys 2 tayang. Saya agak sedih sih karena cast-nya baru, tapi tetap nggak mengurangi antisipasi dan ekspektasi saya terhadap session 2-nya. Sekaligus agak berharap seenggaknya para cast dari session yang pertama muncul sebagai cameo :)

Well then, selamat menonton!

Don't they look so good together? :)
I just can't get enough of them :D
Bonus : this is just so cool!

Jumat, 21 Juli 2017

A First Look at "School 2017"

Poster Drama School 2017
Ketika denger berita kalau drama School akan diproduksi dan ditayangin lagi oleh KBS, saya sangat seneng dan cukup menanti drama ini tayang. Saya memang agak kecewa ketika School 2015 diproduksi oleh salah satu agensi besar di Korea Selatan dan hasilnya nggak sesuai dengan ekspektasi. Nggak kayak School series yang seharusnya meng-cover kisah tentang beragam dan berbagai sisi dunia sekolah di Korsel, School 2015 terlalu fokus sama kisah individu dan kisah cinta segitiganya menurut saya. Jadi ketika dikabarkan kalau School 2017 kembali dipegang KBS, saya berharap seri ini bakal kembali mengusung kayak pendahulunya.

Btw saya kayak udah nontonin semua School series aja ya *hahaha*, padahal baru nonton yang seri School 2013 doang karena yang dulu-dulu susah dicari videonya. Dan btw lagi, review itu saya bikin di tahun 2013 jadi harap maklum kalau masih berantakan tulisannya :D

Oke, kembali lagi ke topik awal School 2017. Setelah nonton dua episode pertama drama ini, sebenernya saya ngerasa nggak banyak yang bisa saya ulas untuk jadi review. Tapi karena drama ini cukup saya tunggu dan bagian dari drama series yang cukup fenomenal di Korea Selatan, saya tetap akan nulis review nya hihi. Drama ini tayang di KBS setiap Senin dan Selasa pukul 22.00 KST.

Ada dua point yang menjadi garis besar dalam review saya kali ini. Dan seperti review yang sudah-sudah, tulisan ini bukan berarti saya seorang ahli atau apa; cuma kebetulan seneng banget nonton drakor hehe.

And this review may contain some spoilers ~


The Cast


Pas ada artikel yang memberitakan kalau Kim Yoo Jung nolak buat main di drama ini, saya nggak ngerasa kecewa atau sayang banget dia nggak ambil peran itu. Tapi jujur pas ada artikel yang beritain kalau Kim Se Jeong yang akhirnya ngambil peran utamanya, saya agak khawatir. Ya, saya emang punya pre-judge tentang idol yang belum banyak main drama (saya baca di wiki dia cuma satu drama dan itu pun sebagai special appearance) tapi langsung jadi main cast. Saya punya ekspektasi yang cukup tinggi atas drama ini karena akhirnya diusung lagi berdasarkan origin-nya, dan berharap main lead-nya nggak mengacaukan drama.

Kim Se Jeong as Ra Eun Ho
Dan sejauh ini menurut saya, Kim Se Jeong is alright. Nggak waw banget sampai saya terkagum-kagum, tapi juga nggak mengecewakan. Ada beberapa scene Kim Se Jeong yang bikin saya ngebatin, "Ih kok..."; tapi saya akhirnya maklum karena dia emang belum banyak main drama. Saya juga cukup terkesan di salah satu adegan, kalau ga salah di episode 2, yang dia nangis kejer dan bikin atmosfirnya berasa sedih banget.

Potemtial Love Triangle?
Gambar diatas adalah salah satu poster dari drama ini, dan saya menyimpulkan kalau ketiga orang inilah yang jadi main lead-nya. Meski kemungkinan besar cakupan ceritanya lebih luas ke banyak tokoh kalau dilihat dari poster pertama yang ada di awal review ini. Tapi pasti ketiga orang ini, Ra Eun Ho (Kim Se Jeong), Hyun Tae Woon (Kim Jung Hyun) dan Song Dae Hwi (Jang Dong Yoon); tetap megang peranan penting dalam drama. Dan pretty please, meskipun ada kisah cinta segitiga dalam drama ini, tapi semoga nggak overshadow kisah lainnya. Semoga sutradara dan penulis naskahnya belajar dari pengalaman series sebelumnya *eh :D

He got the aura and of course, the look :D
Saya belum pernah nonton drama dua cowok itu, tapi cukup familiar sama pemeran Hyun Tae Woon dan ternyata dia main di Jealousy Incarnate. Tokoh Tae Woon ini juga cukup menarik perhatian saya dari awal karena perannya sebagai jenis cowok tsundere, seolah dingin tapi aslinya baik, yang sebenernya udah banyak banget ditemuin di drakor. Tapi kita harus mengakui kalau cowok-cowok begitu nggak pernah gagal menarik perhatian, kan? Hahaha.

Tokoh Song Dae Hwi sendiri digambarkan sebagai murid teladan dan ketua OSIS yang baik hati juga sering nolongin temen-temennya. Tapi ada beberapa adegan yang menunjukkan kalau Song Dae Hwi ini menyimpan sesuatu yang bertolak belakang dengan image nya selama ini, dan saya sangat menunggu hal itu dimunculkan.

The charisma
Dan saya malah lebih familiar sama cast lain dalam drama ini karena banyak wajah-wajah yang udah cukup sering main drama. Ada satu cast yang saya ngerasa amat familiar, tokoh Hwang Young Gun (Ha Seung Ri), dan pas nyari tahu pernah main dimana aja ternyata selama ini suka peran dia. Saya suka dia di Twenty Again saat memerankan jadi Ha No Ra dan di Producer jadi Tak Ye Jin saat remaja. Dan di drama ini pun, perannya cukup terlihat dan menarik perhatian karena dia sebagai murid yang rebel. Meski ada beberapa scenes yang dia-nya jahat gitu, tapi sepertinya ada kisah menarik dibalik semua tindakannya itu.

The Story


Really sorry to say, secara garis besar drama ini nggak begitu jauh beda dengan drama-drama tentang sekolah dan remaja lainnya (mianhae, scriptwriter-nim!). Well, kecuali satu hal dan itu adalah unsur misteri yang ada dalam cerita ini. 

The (so-called) Hero
Kisah misterinya menarik karena ada seseorang, atau mungkin sekelompok orang, yang bertindak menjadi "pahlawan" untuk menyelamatkan para siswa dari tekanan sekolah. Itu yang terlihat dari luar sih, nggak tahu apakah ada motif atau tujuan tersembunyi dibalik tindakan-tindakan yang selama ini dilakukan.

One of the Hero's doing : set off the sprinklers to cancel a test
Tindakan-tindakan yang selama ini dilakukan sama "pahlawan" itu merupakan hal yang dianggap oleh sekolah dan para guru sebagai kenakalan, karena bikin ujian dibatalkan, merusak foto kepala sekolah dan patung pemilik sekolah, dan semacamnya. Tapi tetap aja itu dianggap aksi heroik sama para siswa yang selama ini tertekan sama sistem sekolah dan perlakuan para guru serta kepala sekolahnya.

Selain itu, hal yang digambarkan di drama ini nggak begitu berbeda dengan drakor remaja pada umumnya. Persaingan ketat dalam memperebutkan nilai dan peringkat, bullying, backing dari mereka yang punya kekuasaan dan uang, dan semacamnya. Tapi meski begitu, hal-hal itu tetap menarik untuk disajikan karena segala sesuatu nggak akan pernah benar-benar sama, kan? Hehehe.

Seems fishy and kinda spooky
Selain aksi "pahlawan" misterius, ada juga sekelompok siswa misterius yang saling ngirim pesan nggak jauh setelah aksi pahlawan terjadi. Nggak tahu juga apakah sebenarnya mereka ini sosok pahlawan itu, atau mereka justru penentang dari pahlawan, atau kelompok lain yang nggak terduga tujuannya. Tapi ngelihat mereka saling ngirim pesan di grup chat (kemungkinan), saya jadi teringat Jungle Fish. Saya lupa di Jungle Fish 1 atau 2, ada sekelompok siswa yang tergabung di kelompok belajar rahasia gitu. Nggak tahu kenapa vibe nya ketika nonton adegan itu bikin keinget dan berasa kayak Jungle Fish jadinya.

And?


Setelah nonton dua episode pertama School 2017, mungkin saya harus menurunkan ekspektasi saya terhadap drama ini. Bukan karena drama ini yang tampak kurang bagus atau apa, tapi karena tontonan saya akhir-akhir ini cukup 'berat' dan sangat keren (menurut saya tentu aja haha) yang bikin ekspektasi saya terhadap drakor jadi sangat meningkat. Saya mungkin masih terbayangi dari mengagumkannya drama-drama yang saya ikuti belakangan seperti Tomorrow With YouMan to Man, dan tentu saja Lookout; yang bikin saya secara nggak sadar men-set standar tertentu. Dan jadi banyak maunya saat nonton drama hehehe.

Meski saya bilang akan menurunkan ekspektasi saya terhadap drama ini, tapi saya harap seenggaknya drama dari rangkaian School series ini nggak keluar "jalur" seiring berjalannya waktu nanti. Maksud saya, karena ini judulnya School ya ceritakanlah tentang sekolah secara keseluruhan, cerita remaja secara keseluruhan. Nggak kemudian terlalu fokus sama kisah cinta satu atau beberapa pasangan, atau kisah lain yang sebenernya nggak terlalu urgent untuk dibahas.

Dan tentu aja saya tetap akan mengikuti drama ini karena sejauh ini nggak (atau belum?) ada alasan untuk drop School 2017 ini. Selain saya penasaran sama misteri yang ada dalam drama ini, saya juga lumayan terhibur dengan bertebarannya dedek-dedek ganteng dan gemesh yang ada disini hahaha. Eh tapi pas saya cari tahu infonya, sebenernya mereka nggak muda-muda banget kok malah ada yang lebih tua dari saya (cari pembelaan) *LOL.

Selain itu, yang bikin saya cukup menikmati School 2017 adalah gambar-gambar cerah yang bikin penonton merasakan aura youth dari drama ini. Selain itu, lagi-lagi, sound yang ditata dan diletakkan dengan pas dalam drama yang bikin drama tampak lebih hidup dan sensasinya lebih berasa. Kayaknya hampir setiap review saya bahas soal sound dalam drama hahaha semua berkat Park Do Young (Another Oh Hae Young fellow fans, remember him? :D)

Anyway, let's just watch and enjoy this drama!
And him, of course :p

Kamis, 20 Juli 2017

Datanglah Besok Lagi

Datanglah besok lagi
Hari ini sudah terlalu besar angin yang menggoyahkan rumahku
Memecahkan kaca jendela dan membuatku meringkuk kedinginan di sudut ruangan

Datanglah besok lagi
Hari ini kedua tanganku sudah terlalu penuh
Menghalau semua yang berusaha terlalu keras untuk berdiri menghalangi jalanku

Datanglah besok lagi
Hari ini terlalu kelewatan untuk dilanjutkan dengan semua ketidakadilan dan kegilaan itu
Ragaku hanya satu, jiwaku juga satu
Beri mereka sedikit ruang untuk bernafas

Aku tidak akan lari. Aku akan tetap disini.
Akan kuhadapi kalian semua, sebanyak apapun. Sekuat apapun.

Tapi datanglah besok lagi.


22 Juli 2017, 22:02

Rabu, 07 Juni 2017

Hujan

Di penghujung malam, hujan turun lagi
Membawa tetes-tetes penuh senyuman

Aku akan menemanimu sampai pagi, katanya
Aku kawanmu, lupakan saja semua yang mengganggu

Dunia memang tidak ramah sejak dulu

Hujan masih turun
Udara dingin memeluk sudut hati

Menenangkan gejolak pertarungan besar yang selalu terjadi disana

-5 Juni 2017-

Jumat, 26 Mei 2017

A First Look at "Lookout"

The cut from opening part of drama
Sebelumnya, saya mau buat pengakuan kalau sebenarnya ini adalah drama yang accidentally saya tonton dan akhirnya dibuat review-nya. Nggak kayak drama-drama sebelumnya yang emang niat saya tonton dengan lihat berbagai info sebelum tayang, drama ini saya download justru setelah saya nonton drama lain yang tayang di hari yang sama dan sebenernya lumayan saya tunggu. Tapi saya agak zonk nonton drama itu, dan akhirnya kepikiran buat download drama Lookout ini setelah nonton trailer-nya.

Sebenernya saya lagi nggak begitu mood nonton drama jenis begini, karena tone-nya berat dan hidup saya juga udah berat hahaha. Dari segi cast juga meskipun saya udah tahu semua pemeran utamanya dan pernah nontonin drama mereka, tapi saya nggak sesuka itu sama mereka buat bela-belain nunggu drama ini. Tapi nggak tahu kenapa kok lihat poster dan trailer-nya kayak terdorong aja buat nonton. Saya pun download dan nonton dengan berbekal pikiran: kayaknya drama ini seru, deh.

Sinopsis singkatnya adalah ada sekumpulan orang yang kehilangan orang-orang yang mereka cintai dan kemudian membentuk kelompok yang melawan kejahatan dengan cara mereka. Selanjutnya akan saya ulas lebih mendalam di review tentang empat episode awal drama terbaru MBC "Lookout" ini. Oh iya, saya bukannya baru nonton telat setelah drama ini tayang dua minggu ya; tapi emang drama ini adalah salah satu drama yang tayang dua episode per-hari (kayak ada beberapa drama dari stasiun TV lain). Drama ini punya nama lain The Guardians, kalau mungkin mau cari nama Lookout agak susah; dan tayang di MBC setiap Senin-Selasa jam 22:00 KST.

Di review ini saya akan menulis beberapa poin yang saya suka dan menurut saya akan jadi hal menarik dari drama ini. Dan review ini cuma pendapat dan pandangan pribadi saya yang bukan ahli apapun, cuma kebetulan suka banget nontonin drakor :D

And this review will contain some spoilers~


The Opening


Saya suka banget opening dari drama ini! 

Our hero on motorbike
Drama ini dibuka dengan adegan action ngejar penjahat yang (kemungkinan) adalah seorang suami yang lagi menganiaya istrinya sambil ngebut di jalan. Ini agak mengingatkan saya sama adegan pembuka drama You're All Surrounded sih, tapi nggak masalah buat saya. Karena adegan semacam ini bikin penonton langsung fokus dari menit pertama drama tayang, and it's a good sign. Ditambah lagi dengan BGM lagu jenis hip-hop yang bikin adegannya terlihat semakin seru.

Kelompok (yang saya belum tahu apa ada namanya atau enggak, di empat episode itu belum dibahas) itu terdiri dari tiga orang in action; satu orang ngejar dengan sepeda motor, satu lagi monitor lewat CCTV, dan satu lagi hacking sistem mobil orang yang dikejar. Saya bilang in action karena pada saat kejadian pengejaran itu emang cuma ada tiga orang yang ditampilkan. Dan emang cukup ekstrim karena sampai bikin lalu lintas kacau dan terjadi kecelakaan, tapi nggak tahu kenapa kok keren aja scene itu hehe.

The Storyline


Di sinopsis drama ini yang saya baca di internet, masing-masing tokoh punya ceritanya sendiri mengenai kehilangan orang yang dicintai dan itu belum terlihat di empat episode awal. Awal drama ini berfokus ke kisah Jo Soo Ji (Lee Si Young; Wild Romance) yang merupakan seorang polisi detektif dan kronologis meninggalnya anak perempuan dari Jo Soo Ji. 

Sebenernya empat episode awal ini bukan murni bahas Jo Soo Ji dan anaknya itu, tapi berkaitan satu sama lain dengan tokoh-tokoh lain di drama ini. Saya nggak akan ceritain gimana kaitannya, pokoknya ada permainan politik dan kekuasaan dibalik kasus anaknya Jo Soo Ji itu. Intinya, Jo Soo Ji yang statusnya sebagai polisi pun nggak punya kekuatan buat menangkap penjahat kasus itu, dan akhirnya inilah cikal bakal dia tergabung ke kelompok The Guardians (begitu aja ya sebutnya, saya belum tahu sih apa namanya).

Untuk storyline dan plot dari empat episode awal drama ini emang belum begitu jelas terlihat, tapi nggak ngebingungin juga. Emang masih banyak (banget) pertanyaan yang muncul saat nonton awal drama, tapi penataan cerita cukup apik jadi saya rasa penonton pun mudah ngikutin jalan ceritanya. Ada juga sedikit selipan-selipan scene ringan dan lucu yang lumayan lah buat ice breaking, meski nggak se-ringan dan sebanyak di drama Man to Man sih porsinya.

Dan sebenernya kalau dipikir-pikir, drama dengan latar cerita kasus kejahatan yang ber-backing penguasa dan politik itu bukan hal baru lagi ya. Memang udah ada beberapa drama yang mengangkat latar cerita sama, tapi yang bikin drama ini menarik adalah kelompok The Guardians itu yang muncul buat nangkepin penjahat. Dan kemungkinan cara-cara yang mereka lakukan pun "unik", dengan kata lain kemungkinan besar nggak ngikutin hukum yang kadang bikin nggak berdaya dan saya suka kesel sendiri nontonnya. Jadi kemungkinan saya bakal seneng lihat gimana sepak terjang dan cara kerja kelompok itu; dan (sekali lagi) kayaknya seru hahaha.

The Casts and Roles

Cool!
Saya pernah beberapa kali nonton dramanya Lee Si Young, tapi baru kali ini saya seneng sama peran dia. Saya juga seneng drama ini mengangkat tokoh wanita sebagai tokoh utama yang bukan cuma sebagai pemanis cerita, tapi sebagai sentral dari cerita. Jarang-jarang kan ada drama yang tokoh wanitanya justru yang melakukan banyak adegan action, naik motor gede, lompat sana lompat sini, berantem sama penjahat. Dan saya baru sadar akhir-akhir ini sih, kalau saya emang seneng sama tokoh wanita yang punya kharisma, strong unnie, cool & chic woman hahaha. Jadi pas nonton tokoh Jo Soo Ji yang begini, habislah saya kagum-kagum dibuatnya.

His acting won't disappoint!
Tokoh selanjutnya yang cukup sering muncul dan banyak berkaitan sama Jo Soo Ji adalah Jang Do Han (Kim Young Kwang; D-Day, Pinocchio). Gambaran singkatnya, Jang Do Han ini seorang jaksa yang giat mencari dukungan buat menaikkan jabatan dan status. Tapi saya nggak akan ngebahas lebih lanjut tokoh dia disini, karena ada sedikit twist dari tokoh Jang Do Han yang menurut saya sayang kalau nggak ditonton sendiri hehe.

Is he real.. or not?
Ada satu lagi jaksa di drama ini, tapi dia berbanding terbalik sama Jang Do Han. Kim Eun Jung (Kim Tae Hoon; Fantastic, Angry Mom) ini adalah jaksa yang melakukan segala sesuatu sesuai aturan. Jaksa ini juga banyak membantu Jo Soo Ji dan kelihatan dia kayak suka gitu ama Soo Ji. Tapi saya kan suudzonan orangnya wkwk jadi sempet kepikiran kalau dia menyimpan sesuatu dibalik semua itu, apalagi drama model begini kan suka ada twist macem-macem. Ditambah lagi, selama ini saya sering nonton aktor ini tuh main jadi orang jahat terus, jadi kayak masih kebawa-bawa aja dan curiga kalau dia ada kenapa-napa nantinya. Cuma kalau lihat dari poster dan susunan tokoh di internet sih, kemungkinan juga dia orang baik. Let's wait and see!

Selanjutnya adalah duo maut (?) Seo Bo Mi (Kim Seul Gi; Oh My Ghostess) dan Go Kyung Soo (Key Shinee; Drinking Solo). Saya nulis duo maut karena awal digambarin kelompok The Guardians itu bekerja ya oleh perpaduan dua orang ini, dan mereka klop banget. Seo Bo Mi yang memonitori CCTV dan ngasih pengarahan ke Go Kyung Soo yang bertugas hacking dan melakukan tugas kotor lainnya, kalau bahasa dia sendiri hahaha. Saya agak inget perpaduan Ji Chang Wook pas dia jadi Healer bareng Ajumma nyentrik itu, agak mirip sih cuma versi lebih muda dan "seger" :D

LOL (1)
LOL (2)
Seo Bo Mi ini diceritakan sebagai orang yang anti-sosial dan nggak bisa keluar rumah, tapi pintar ngomongnya dan nyuruh si hacker. Sedangkan Go Kyung Soo meskipun sering protes tapi diikutin juga perintah dari Bo Mi, karena dia emang cukup ceroboh hihi. Mereka berdua ini yang jadi penghibur dan menurunkan tensi drama yang cukup serius. Saya sih berharap mereka bakal lebih sering muncul di episode-episode selanjutnya :)

Dan tokoh yang pengen saya bahas terakhir adalah ketua dari kelompok The Guardians ini. Orang ini jarang muncul, cuma beberapa detik aja setiap episode nya tapi punya efek besar karena dia yang ngasih perintah ke anggota kelompok. Lihat orang ini bikin saya penasaran gimana sebenernya asal muasal dibentuknya kelompok ini, dan siapa sebenernya dia.

The (handsome!) leader <3
Dan, sesuai caption yang saya tulis, ketua ini ganteng hahahha. Malah sejauh empat episode ini, si ketua inilah tokoh paling ganteng diantara yang lain; yang sayang munculnya baru sedikit-sedikit banget. Saya lihat aktor ini pertama kali sebenernya di King of Mask Singer dan dia emang bilang mau main di drama baru MBC, cuma saya nggak nyangka aja kalau ini drama yang dimaksud. Saya jadi ngerasa beruntung udah ketemu dia duluan (?) hahahaha. Dan karena imajinasi saya suka kemana-mana, saya sempet mikir kalau dia adalah mantan suami dari Jo Soo Ji wkwkwk. Nggak tahu juga sih, tapi kali aja kan yaa namanya drama genre begini kan suka ada rahasia-rahasia tersembunyi.

Tapi sejujurnya, entah kenapa saya berharap kalau nggak ada kisah cinta antara tokoh-tokoh utama di drama ini. Atau seenggaknya kalaupun ada, sedikit aja porsinya. Sebenernya saya kaget sendiri sih kok bisa berharap begini, dimana saya anaknya drama abis, really into romance, dan sangat-sangat suka rom-com. Tapi seperti yang saya bilang, nggak tahu kenapa pas nonton dua episode awal drama ini kayaknya sayang aja kalau ada kisah cintanya di drama ini hahaha.

Saya pernah sih baca harapan semacam itu pas lagi baca review drama Man to Man, yang mana sampai saat itu saya nggak ngerti kenapa ada orang yang berharap nggak ada kisah cinta di drama Korea. Maksud saya, halooo ini drakor lho yang cerita-cerita romance-nya tuh bagus dan bikin melting abis hahaha. Meski sampai sekarang saya masih nggak setuju akan komentar di Man to Man itu sih, tapi saya merasakannya di drama ini hihi. Tapi yaaa gimanapun jadinya nanti, semoga aja tetep bagus dikemasnya dan nggak bikin ceritanya jadi aneh atau mengecewakan.

Dari semua tokoh yang saya tulis diatas, yang udah pasti sebagai anggota kelompok The Guardians yang pasti si ketua, duo maut Seo Bo Mi & Go Kyung Soo, sama Jo Soo Ji yang kemungkinan join di episode minggu depan. Untuk kedua jaksa itu, saya sendiri nggak tahu apakah mereka sebenernya udah jadi anggota kelompok tapi belum terungkap, atau akan jadi anggota; atau justru akan jadi musuh. Masih banyak yang samar emang di empat episode pertama ini.

The Potential Crime


Kalau ada hal yang bikin saya agak 'tertahan' apakah akan lanjut nonton atau enggak, adalah kejahatan yang mungkin akan ada di drama ini. Saya nggak suka banget kalau masalah di drama itu kejahatan yang susah dilawan karena ada backing para penguasa dan mereka yang punya power, karena biasanya bikin para hero nya nggak berdaya ngapa-ngapain. Terus kalaupun berhasil ditangkap, biasanya penjahat-penjahat itu cuma dipenjara sebentar terus bebas karena main belakang. Selain itu, saya juga nggak suka kalau penjahat di dramanya itu seorang psycho yang sadis dan nggak manusiawi. Alasannya simply karena mereka terlalu sadis dan tindakannya nggak bisa dimengerti manusia normal.

Nah, di drama Lookout ini kemungkinan besar kejahatannya adalah gabungan dari dua hal itu. Udah saya kesel sama orang-orang berkuasa yang seenaknya mainin hukum kayak di Indonesia itu (haha!), ditambah lagi salah satu penjahatnya ada yang psycho abis. Baru kali ini saya nonton drakor kesel banget sampai geram sama tokoh yang muda dan ganteng. Biasanya ada aja pemakluman kalo orang jahatnya ganteng, apalagi masih dede-dede lucu gitu haha. Tapi ke penjahat yang satu ini tuh nggak berlaku kayak gitu, dan pengen nonjok aja bawaannya saking ngeselinnya. Apalagi lihat senyumnya yang psycho abis itu.

This!

And?


Sesuai dengan pikiran awal saat mau download dan baru mulai nonton: drama ini emang seru dan kayaknya bakal terus seru.

Dari lubuk hati terdalam *halah*, saya sih pengennya nonton drama ini sampai tamat; tapi nggak tahu deh apakah saya bisa kuat nontonin para evil itu berkeliaran dan merajalela. Saya berharapnya drama ini nggak membiarkan para hero kita itu terus menderita dan "kalah" terus, tapi bisa jadi permainan berimbang dimana orang-orang jahat itu kalah dan susahnya bukan cuma di akhir drama doang. Malah lebih bagus lagi kalau kelompok The Guardians itu terus selangkah lebih maju, meski dengan perjuangan yang susah payah :)

Tapi saya juga nggak mau berharap banyak sama drama ini, selain berharap ketinggian nanti jatohnya sakit hihi; nanti saya jadi nggak enjoy nontonnya karena terlalu banyak nuntut. Karena sejauh ini dramanya seru dan kayaknya bakal jadi drama bagus, three hours a week for watching this drama won't hurt, right? 

So for now, I will just sit and enjoy this drama!

Bonus: LOLOL

Senin, 01 Mei 2017

A First Look at "Man to Man"

Poster Drama Man to Man
Setelah beberapa minggu 'hiatus' dari dunia drakor karena menolak move on dari Tomorrow With You dan abang So Joon (hahaha), saya mulai berniat ngikutin drama lagi dengan menjatuhkan pilihan pada drama JTBC Man to Man. Drama ini sebenernya salah satu drama yang saya tunggu di tahun 2017, murni karena masih greget sama pesona Yoo Jung Sunbae (tokoh Park Hae Jin di drama Cheese in The Trap) ini.

Cuma karena baca sinopsisnya dan mengestimasikan kalau drama ini termasuk kategori drama 'berat', saya mikir ulang. Akhir-akhir ini saya lagi nggak mood nonton drama yang berat dan serius, karena butuh tenaga ekstra dan lagi pengen nonton yang menghibur. Tapi setelah baca review nya di soompi, kok jadi penasaran pengen nonton juga and here I am, writing the review for its four first episodes.

Dan kenapa empat episode pertama? Karena saya nggak ngikutin drama ini dari awal tayang hahaha. Saya baru download dua episode pertama pas hari kamis atau jumat gitu, dan langsung lanjut download episode tiga dan empat karena ketagihan nontonnya.

Sinopsis singkat dari drama ini adalah seorang ghost agent dengan code name Agen K (Park Hae Jin) yang udah malang melintang di berbagai misi internasional. Agen K memiliki misi yang mengharuskan dia menyamar jadi bodyguard seorang hallyu star, Yeo Woon Gwang (Park Sun Woong). Dan otomatis, Agen K yang bernama samaran Kim Seol Woo ini harus berurusan juga sama Cha Do Ha (Kim Min Jung) yang merupakan manajer sekaligus fans nomor satu dari Yeo Woon Gwang.

Review ini akan berisi hal-hal yang menurut saya menarik dari drama ini, karena itu bisa dibilang ini adalah penilaian yang cenderung subjektif. Saya juga bukan seorang ahli atau expert bidang tertentu, jadi ini cuma pendapat, preferensi, dan selera seorang yang suka banget sama drakor :D

*and this review maybe will contain some spoilers*


Park Hae Jin

The first, biggest reason is always this person
Sebenernya saya ketawa-ketawa sendiri saat nulis Park Hae Jin sebagai salah satu aspek besar dari review ini hahahaha. Tapi gimana dong, saya suka banget Park Hae Jin di drama ini; dia bersinar sempurna disini haha. Dan tanpa mengecilkan peranan cast lain di drama ini tentunya, saya cuma mau berbagi kekaguman saya dan kekerenan aktor yang satu ini.

Saya emang berniat nonton drama ini karena sangat melting dengan sweet dan cute yang berbalut misterius-nya Yoo Jung Sunbae di Cheese in The Trap, tapi Park Hae Jin di drama ini bikin saya lupa sama sosok Yoo Jung. Biasanya kalau nonton drama dengan aktor yang sama, kita masih akan menangkap glimpse sosok peran di dramanya yang lama; apalagi kalau tokohnya berkarakter kuat kayak Yoo Jung. Tapi ini enggak sama sekali, dan itu udah jadi point keren buat saya.

Saya suka peran Park Hae Jin disini, terasa lebih lively dan manusiawi hahaha. Karena dia seorang agen, dia harus menyamar menjadi berbagai peran dan awalnya agak sulit menerka gimana sifat dari tokoh Kim Seol Woo. Tapi sifat aslinya mulai kelihatan saat dia berinteraksi sama sesama agen, dan disitu dia lebih 'hidup'. Dan cute hahaha. Saya suka karena dia nggak lagi-lagi mengambil peran sebagai orang yang cool-keren-pendiam gitu, agak bosen aja lihat peran begitu di drakor. Kalau pas Yoo Jung dulu saya baru ketika dia  mulai keliatan sweet dan cute, sama tokoh Park Hae Jin di drama ini udah melting sejak episode awal :D

Yang saya perhatiin lagi dari akting Park Hae Jin adalah sorot matanya, dia bisa banget mengatur sorot mata sedemikian rupa yang bikin aktingnya terasa makin nyata. Mungkin ini juga yang bikin saya lupa sama Yoo Jung, karena sorot mata dan aura Kim Seol Woo disini beda sama Yoo Jung. Bahkan ketika dia lagi bertindak sebagai cowok cool dan pendiam yang sekilas kayak sifatnya Yoo Jung, misalnya saat dia nyamar; auranya pun beda sama aura Yoo Jung.

Selain itu, akting Park Hae Jin detail banget. Raut wajah udah pasti ya, tapi hal-hal kecil kayak kerutan kening, gerakan alis, dan hal-hal detail lainnya itu jelas terlihat banget dan itu sungguh apik. Baru kali ini saya merhatiin akting aktor segininya, karena saya bukan orang akting juga kan tahu apa gitu haha. Tapi mau nggak mau saya merhatiin karena terlihat, dengan bagus tentunya, dan bikin saya makin seneng lihat oppa yang satu ini. Yaa selain karena di drama ini dia sangat amat ganteng tentunya hahaha.

Eye movement when he's like; hah? or ha ha ha

The Cast


Salah satu hal penting yang saya perhatikan saat nonton drama adalah siapa aja cast, dan itu berlaku bukan saja buat pemeran utama tapi juga pemeran lainnya. Kalau dilihat dari sinopsisnya, pemeran utama drama ini ada dua orang lagi selain Park Hae Jin, Park Sung Woong dan Kim Min Jung. Saya belum pernah nonton drama atau film-nya Park Sung Woong, tapi dari yang saya lihat di internet dia termasuk aktor senior jadi saya nggak khawatir. Dan aktingnya pun emang nggak diragukan lagi.

The picky actor is throwing tantrum :D
Tokoh Yeo Woon Gwang digambarkan sebagai aktor papan atas yang sangat tenar, dan narsis hahaha; ini agak mengingatkan saya sama tokoh Dokko Jin-nya Cha Seung Won di drama The Greatest Love. Sebagai A-list actor, Yeo Woon Gwang kadang cukup ngeselin dengan banyak maunya, tapi saya nggak terganggu pas nontonnya karena justru itu yang memunculkan unsur komedi dalam drama. Bisa dibilang sejauh ini, scene komedi di drama ini banyak yang berkaitan sama Yeo Woon Gwang. Meski begitu, ada juga sisi-sisi Yeo Woon Gwang yang tampak mature kalau lagi serius atau melow.

Sedangkan Kim Min Jung, saya nonton drama dia pas jaman Fashion 70's. Dan nggak tahu kenapa seneng aja lihat unnie ini meski nggak ngikutin drama-dramanya, cuma Fashion 70's dan Gapdong kalau nggak salah yang saya tonton. Cantik enak dilihat gitu, matanya belo banget hahaha. Dan tentunya aktingnya juga bagus.

Fangirl's thought LOL
Memang ada beberapa scene Cha Do Ha yang terlihat agak annoying, mungkin karena dia fangirl garis keras, ya. Tapi saya berusaha memahami Cha Do Ha karena saya juga fangirl garis keras hahaha, jadi nggak begitu terganggu sama hal itu. Hal lain yang justru suka bikin saya bertanya-tanya adalah kenapa Cha Do Ha seneng banget ngajak orang ngomong berdua dengan serius atas hal yang menurut saya sepele? Jadinya kayak agak lebay aja gitu lihatnya. Ini agak mengingatkan saya sama tokoh Kang Mo Yeon di DOTS sih, yang juga suka begitu. Mungkin karena penulis naskahnya co-writer DOTS, ya. Itu bukan hal buruk sih, cuma gimana yaa agak mengganjal aja hehehe.

Dan saya agak kaget pas lihat cast lain diluar mereka bertiga (Park Hae Jin, Park Sung Woong, dan Kim Min Jung), karena banyak banget wajah-wajah familiar yang sering muncul di drakor. Mereka mungkin bukan peran utama, tapi saya sering lihat mereka di drama-drama lain berperan jadi orang penting. Makanya saya kaget mereka disatuin dalam satu drama. Ini mungkin bisa dibilang prejudice ya, tapi dengan banyak aktor dan aktris kawakan tersebut bikin saya menilai kalau ini bukan sembarang drama, kalau kemungkinan drama ini emang drama bagus.

The Sparks


Pas saya baca sinopsis drama dan review di soompi, saya memperkirakan kalau hubungan yang bakal terjadi adalah bromance antara Kim Seol Woo dengan Yeo Woon Gwang dan romance antara Kim Seol Woo dengan Cha Do Ha atau Yeo Woon Gwang dengan Cha Do Ha. Perkiraan awal saya nggak sepenuhnya benar, meski nggak sepenuhnya salah juga.

Soal bromance, saya rasa antara nggak begitu terbangun antara Kim Seol Woo dengan Yeo Woon Gwang, atau belum mungkin ya. Justru bromance terlihat banget saat Kim Seol Woo lagi bareng salah satu sesama agen yang sekarang jadi jaksa. Sejauh ini yang saya lihat, Yeo Woon Gwang mungkin emang nganggep Kim Seol Woo salah satu orang terdekat karena udah menyelamatkan nyawanya, tapi buat bromance belum begitu terlihat.

Untuk romance antara Kim Seol Woo dan Cha Do Ha, saya rasa udah terlihat dari awal dan saya sangat-sangat menunggu kelanjutan dari hubungan mereka. Kenapa? Simply because I'm always into and go for romance! Hahaha. Terlebih lagi dua orang ini terlihat punya chemistry yang bagus dan bikin saya semangat nontonnya.

Alur selanjutnya dari kisah romance antara Kim Seol Woo sama Cha Do Ha agak ketebak sih dan kemungkinan besar akan ada beberapa bad boy doing di dalamnya, karena Kim Seol Woo adalah agen rahasia yang terbiasa manfaatin situasi untuk misinya. But I have no complain, karena selama ngelihat Park Hae Jin sweet kenapa enggak hahaha.

Untuk romance antara Yeo Woon Gwang dan Cha Do Ha, saya malah belum menemukan tanda-tandanya. Cha Do Ha emang fangirl garis keras yang mengutamakan oppa-nya itu diatas segalanya (hahaha ngakak sendiri nulisnya), tapi entah kenapa nggak terasa romance-nya. Terlebih lagi ngelihat perlakuan Yeo Woon Gwang ke Cha Do Ha, yang menurut saya lebih kayak kakak ke adik.

Ya, semoga akan terus begitu tanpa perlu ada kisah love triangle yang dramatis, karena saya benar-benar capek nontonin drama model begitu. Mungkin para penulis dan produser drakor harus lebih sering bikin drama tanpa ada kisah love triangle yang cuma bikin second lead tersiksa, padahal semua orang kan berhak bahagia hahaha. Lagian juga, saya udah menemukan banyak kok drama tanpa ada love triangle yang klise pun bisa jadi drama bagus; kayak The K2 dan tentunya Tomorrow With You *tetep dong wkwk*

The Tone and Storyline


Hal yang paling bikin saya kaget dari drama ini adalah tone drama yang ternyata nggak se-'berat' yang saya kira. Dengan sinopsis dan tema agen rahasia, saya awalnya nebak kalau drama ini adalah drama yang berat dan serius, mungkin semodel The K2 atau Two Weeks gitu. Tapi ternyata enggak, bener-bener enggak. Drama ini jauh lebih 'ringan' dibanding perkiraan awal saya, salah satunya terlihat dari warna setting drama yang banyak pakai warna-warna cerah; nggak melulu berunsur dark. Dan yang bikin saya kaget adalah ternyata banyak adegan-adegan komedi yang bikin ngakak, hal yang sama sekali nggak saya perkirakan ada di drama ini.

Cuma bukan romantic comedy juga. Saya jadi bingung sendiri buat mendeskripsikan drama ini, karena berbagai aspek ada disini dan semuanya dapet banget. Action-nya bagus, romance-nya bagus, comedy-nya bagus, unsur politiknya juga ada. Bisa dibilang kalau drama ini cukup 'berani' karena mencakup berbagai hal. Itu bukan hal yang buruk tentunya, meski saya agak khawatir juga gimana kalau ke depannya drama ini kurang bisa mengatur semuanya dengan apik dan malah jadi berantakan karena terlalu banyak cakupan. Tapi semoga aja enggak, karena sejauh ini pun saya nggak terganggu nontonnya.

Soal banyak cakupan, hal itu juga berlaku di storyline drama ini. Pas nonton dua episode pertama, saya ngerasa kalau drama ini punya banyak layer cerita yang mungkin aja berhubungan satu sama lain; tapi buat saat ini belum terlihat karena masih awal juga. Hal itu terasa banget pas satu demi satu tokoh mulai dimunculkan terus saya agak kaget dan bikin saya berkomentar kayak; loh kok ada si ini, loh kok ada si itu, kayaknya dia bawa ceritanya sendiri deh; dan semacamnya.

And again, I have no complain about it. Sejauh ini saya cukup enjoy menikmati alur cerita yang disuguhkan dan nggak harus bikin mikir yang ngejelimet. Nggak ada misteri yang dibesar-besarkan biar penonton penasaran, atau belum ada? Semoga aja nggak ada, karena saya agak males sama misteri yang seolah besar banget tapi tapi pas kebongkar cuma kayak; hah gitu doang?

Dari segi alur, saya agak berharap kalau akan muncul banyak twist yang menyenangkan nantinya. Maksud saya menyenangkan, yaa twist yang akan bikin saya terkagum-kagum sama drama ini; terutama pada tokoh Yeo Woon Gwang sama Cha Do Ha. Abis kayaknya sayang aja kalau dua orang ini cuma jadi 'jembatan' Kim Seol Woo dalam mencapai misinya, padahal saya rasa tokoh mereka cukup kuat buat memiliki hal besar dan penting.

Apalagi entah kenapa kok saya ngelihat kayaknya Yeo Woon Gwang ini menyimpan sesuatu yang besar ya, atau entah harapan saya aja karena kayaknya wasting aja kalau tokoh dia nggak ada twist atau sesuatu yang wah gitu. Saya sampe mikir kalau kayaknya Yeo Woon Gwang tahu deh si Kim Seol Woo ini agen rahasia, meski tentunya itu masih bagian dari harapan saya.

Kalau tokoh Cha Do Ha, saya udah agak nebak sih gimana peranan dia nantinya atas Kim Seol Woo; meski saya berharap dia bisa lebih dari itu. Saya agak berharap dia lebih dari sekedar wanita polos yang bisa bikin seorang agen rahasia berhati dingin jatuh cinta, tapi juga memberikan hal yang besar di drama. Apalagi tokoh Cha Do Ha termasuk punya kepribadian kuat dan cukup ekstrim, yang bisa banget buat memegang peranan penting dalam cerita.

Hal lain yang saya suka dari drama ini adalah sound yang dipasang pas dengan setiap adegan, nggak ada adegan yang zonk tanpa backsound dan bikin garing. Saya beberapa kali bilang sih, kalau emang setelah nonton Another Oh Hae Young dan mengenal Park Do Kyung (tokoh Eric Mun di drama itu yang berperan sebagai sound director), suara-suara di drama dan film nggak sama lagi haha. Saya jadi lebih peka sama sound yang ada di drama, dan baru sadar kalau ternyata besar ya efeknya terhadap drama itu sendiri.

And?


Akankah saya terus mengikuti drama ini?

Of course, yes!

Saya bener-bener drawn into Park Hae Jin's charm & aura di drama ini, dan nggak menutup diri untuk tenggelam dalam aspek lainnya. Saya sih berharap drama ini bisa mematahkan semua perkiraan dan asumsi saya terhadap berbagai aspeknya, dalam arti positif dan menyenangkan tentunya. Karena kalau drama itu diluar ekspektasi, pastinya itu drama bagus dan akan jadi pengalaman yang sangat-sangat menyenangkan seperti kasus Tomorrow With You itu :)

Anyway for now, let's just watch and enjoy! Saya juga sebenernya nggak mau berharap banyak sih, karena biasanya kalau ekspektasinya terlalu tinggi nanti sakit pas kenyataan nggak sesuai harapan hahaha. Toh sejauh ini pun saya sangat menikmati nonton drama ini, dan nggak akan bosen mantengin Park Hae Jin untuk kurang lebih tiga bulan ke depan :D

This scene just LOLOL

Selasa, 28 Maret 2017

Tomorrow With You : After Story

Ini pertama kalinya saya 'niat' banget bikin review drama dua kali, pas baru nonton dua episode pertama sama setelah dramanya tamat. Saya sendiri juga nggak nyangka kalau bisa segini attached nya sama drama ini. Curiga saya sih mostly karena abang yang satu ini hahaha.
Source : Saram Entertainment Official Instagram
Tapi tentunya tulisan ini nggak hanya ngebahas abang itu dan kecintaan saya sama doi *haha*. Saya nggak akan ngebahas sinopsis drama ini karena udah saya tulis di review sebelumnya, dan akan ngebahas review drama ini dari beberapa hal. Dan yang pasti, review ini cuma dari kacamata saya yang bukan ahli apapun; sekedar penggemar drama korea veteran (?). Review ini akan mengandung beberapa spoiler, tapi saya akan usahakan sebisa mungkin nggak mengurangi esensi keseruan dan misteri dari drama ini.

The Hero

My Favorite!
Awalnya, saya bener-bener nggak tertarik sama tokoh Yoo So Joon dan mikir kalau cowok macam So Joon sama sekali bukan tipe saya. Saya bahkan nggak begitu tahu aktor Lee Je Hoon, cuma nonton di Architecture 101 dan saya nggak begitu suka film itu. Di episode awal-awal, So Joon ini cukup ngeselin dan rancu; nggak jelas apa sebenernya maunya, nggak jelas apakah dia beneran tertarik sama Ma Rin atau enggak. Pokoknya saya nggak ngelihat pesona dari So Joon, di awal-awal.

Tapi semakin kesini, terutama setelah mereka nikah, So Joon makin kelihatan aslinya yang ternyata sweet dan polos meski terkesan cuek dan seenaknya. Saya pikir So Joon nikahin Ma Rin cuma karena Ma Rin kunci yang bisa menyelamatkan dia, tapi ternyata So Joon jadi suami yang baik dan bertanggung jawab. Sampai-sampai saya baper sendiri, mau satu yang begitu dong :D

Awalnya emang So Joon masih cuek, nganggep kalau nantinya mereka juga ngerti satu sama lain seiring berjalannya waktu. Tapi kemudian dia sadar pas Ma Rin marah sama dia, dan berusaha keras untuk memahami sama mengimbangi Ma Rin. Dan itu bukan hal yang mudah karena Ma Rin termasuk cewek unik yang suka macem-macem maunya. Tapi So Joon bener-bener menyesuaikan hidupnya dengan hidup Ma Rin, yang mana itu out of character banget dari seorang So Joon yang seenaknya. Dan justru itulah yang bikin abang ini terlihat semakin sweet dan bikin melting abis.

So Joon emang nggak lantas jadi serba romantis. Dia masih tetep kalau ngomong apa adanya dan blak-blakan, tapi keliatan dia berusaha menyenangkan Ma Rin. Dan justru itu yang bikin dia terlihat tulusnya, karena apa yang dia lakukan mikirin gimana Ma Rin, pokoknya berhubungan sama Ma Rin. Salah satunya adalah ketika So Joon masih sibuk bolak-balik ke masa depan buat ngurusin kelangsungan masa depan mereka, dia masih sempet kepikiran buat beliin Ma Rin oleh-oleh haha. Bikin baper abis lah abang So Joon ini pokoknya.

Yang agak saya nggak suka dari tokoh So Joon adalah dia terlalu fokus sama masa depan dan mengabaikan masa sekarang. Mungkin karena dia bisa ngelihat masa depan dan niatnya buat memperbaiki masa depan itu ya, tapi yaa kan gimanapun juga masa sekarang yang terpenting. Terus kadang si abang ini suka baper sendiri kalo abis lihat masa depan yang nggak bagus dan bikin orang-orang yang nggak tahu apa-apa jadi bingung. Tapi yaa apapun yang dia lakukan tetep aja saya suka wkwkwk, Yoo So Joon mah bebas lah!

The Heroine

Song Ma Rin slay
Sebenernya salah satu alasan kenapa saya nonton drama ini awalnya adalah karena pemerannya Shin Min Ah. Saya nggak ngefans sama aktris ini, tapi saya percaya sama dia karena drama-dramanya nggak mengecewakan. Karakter Song Ma Rin disini sebenernya juga bukan hal baru dari Shin Min Ah, yang emang biasa main rom-com dengan peran cewek 'ancur' dan jauh dari feminim. But no complain, Shin Min Ah tahu apa yang dia kuasai dan dia memainkannya dengan sangat baik.

Awalnya saya juga nggak begitu seneng sama tokoh Ma Rin karena terlalu mendramatisir 'kehancuran' hidupnya dan terlalu over thinking. Tapi setelah dipikir-pikir lagi, mungkin kita semua juga begitu. Bedanya, Song Ma Rin bilang dan mengekspresikan apa yang dia rasain dan pikirin sedangkan kita enggak. Yah, Song Ma Rin is all of us, menurut saya.

Hal yang saya suka dari tokoh Ma Rin adalah dia nggak pasif sebagai tokoh utama wanita, yang biasanya cuma nerima dan ngikutin aja apa yang dilakuin sama tokoh utama pria. Kadang saya suka kesel sama drama yang terlalu memfokuskan tokoh pria-nya dalam hubungan, seolah si wanita cuma pelengkap dan pemanis drama aja. Song Ma Rin ini berperan aktif dalam hubungan mereka, nggak berat sebelah So Joon terus yang berusaha demi mereka berdua. Kayak misalnya sebelum nikah dia ternyata ikut kelas persiapan rumah tangga buat memahami pasangan dan jadi istri yang baik. Di drama secara keseluruhan, tokoh Song Ma Rin juga punya peranan aktif bukan sekedar pendamping tokoh pria.

Dan mungkin karena terbiasa menggantungkan hidup pada diri sendiri, Ma Rin nggak lantas begantung secara finansial sama So Joon. Meski notabene-nya So Joon itu presiden perusahaan besar, Ma Rin nggak langsung bergantung sama kekayaan So Joon. Dia tetep berusaha meningkatkan kualitas dirinya di bidang fotografi, tetep mengejar mimpinya meski udah nikah. Dan itu cukup buat saya salut, dia nggak kehilangan jati dirinya setelah jadi istri orang.

Yang saya suka juga, Ma Rin berperan jadi istri yang mendukung dan selalu ada pas So Joon lagi sedih dan kesusahan karena kegiatan time traveling-nya itu. Saya suka scene saat So Joon stres dan mabuk, terus pas pulang Ma Rin yang bukain kaus kakinya, buka jaketnya, terus diselimutin. Bener-bener istri banget gitu liatnya hehe. Saya juga suka gimana cara Ma Rin 'menyadarkan' So Joon yang terlalu fokus sama masa depan dan hampir menghancurkan masa sekarang, walaupun cukup ekstrim caranya hahaha.

Yang agak saya nggak suka dari tokoh Ma Rin adalah perbuatannya yang sempet plin plan, maunya apa tapi bilangnya apa. Sekarang bilang A terus bilang B. Atau mungkin cewek emang begitu? Hahahaha. Saya juga sempet kesel karena hal yang dilakuin Ma Rin masa depan yang bikin susah So Joon di masa sekarang; yang setelah saya pikir lagi yaa itu emang bentuk dari ke plin-plan-an nya.

The Best Friends

This what truly friendship is LOL
Best friend step up when you got into trouble :D
Di drama ini, hampir semua pemerannya adalah aktor dan aktris yang baru saya lihat. Biasanya pemeran pembantu yang berada di sekitar peran utama itu muka-muka yang udah familiar, tapi di drama ini banyak banget yang baru buat saya. Jadi saya nggak punya prediksi atas akting mereka dan nggak berekspektasi lebih. Pas awal-awal drama ini, saya kira para pemeran pembantu itu cuma akan jadi pelengkap cerita aja.

Tapi ternyata enggak, lagi-lagi drama ini di luar ekspektasi saya. Dua pemeran utama kita ini punya sahabat masing-masing, So Ri dan Ki Doong, dan mereka adalah truly best friend. Nggak ada kejahatan dramatis yang dilakuin sama para sahabat itu, yang biasanya suka ada dalam drama. Mereka ya emang bener-bener sahabat, yang selalu bantuin dan ada dalam suka dan duka. Mereka juga rela tempatnya didatengin malem-malem pas pasangan kita ini berantem hahaha. Dan baguslah, drama ini nggak nambah-nambahin masalah dengan membuat karakter sahabat yang berkhianat atau nikung.

Dan terutama karakter So Ri, sahabatnya Ma Rin. Saya bener-bener baru lihat dia di drama ini, dan salut sama sahabat macam gini. Dia dengan tulus dukung Ma Rin dalam berbagai hal, dari karir sampai percintaan. Dan ketika sahabatnya udah sukses dan bahagia duluan, dia sama sekali nggak memiliki complex akan hal itu. Bahkan dia selalu setia jadi pendengar dan tempat curhat Ma Rin kapanpun. Sampai-sampai saya berdoa semoga kisah So Ri juga bahagia, meski nggak diperlihatkan di drama, karena dia bener-bener sahabat yang baik.

The Villain

The Psycho
Awalnya saya kira yang akan jadi tokoh antagonis itu istri dari Kim Yong Jin, Geun Sook, yang emang dari dulu nggak akur sama Ma Rin. Tapi ternyata justru Kim Yong Jin ini yang jadi peran jahatnya. Dia jahat sedikit banyak karena keadaan sekaligus ketamakan dia akan uang sih, yang jadinya kacau sendiri.

Ini orang psycho abis ya, saya suka kesel dan kadang ngeri sendiri kalau dia lagi beraksi. Tapi satu hal yang saya suka dari aktor ini adalah akting-nya yang natural. Saya suka gaya bicaranya yang seolah emang gaya ngomongnya begitu, nggak di-script. Terus ekspresi nya juga natural, meski natural psycho ya haha. Tapi tokoh antagonis ini nggak kayak tokoh antagonis biasanya yang jahatnya kebangetan, devil abis, yang pokoknya bener-bener serem deh. Tokoh ini menurut saya masih ada sisi-sisi manusiawinya, kayak saat dia freak out setelah melakukan kejahatan.

The Mystery

Another time-traveler Ajussi
Saya mencantumkan ajussi sesama time-traveler ini sebagai misteri, karena emang ajussi ini memegang misteri yang sangat besar di drama ini. Saya nggak tahu apakah ini orang sebenernya baik apa jahat, apa niat dia sebenernya. Apalagi awal-awal nggak tahu dia ini siapa. Pun pas tahu dia sebenernya siapa, masih aja perbuatan-perbuatan dia itu mencurigakan dan bikin bertanya-tanya sebenernya dia ini niatnya dan tujuannya apa.

Selain ajussi ini, orang-orang dalam masa depan juga memegang misteri yang besar. Ma Rin di masa depan dan Ki Doong di masa depan ngasih tahu hal-hal yang akan terjadi tapi setengah-setengah. Dan membingungkan. Saya jadi kesel sendiri, kalo mau ngasih tahu ya kasih tahu semuanya. Orang-orang di masa depan itu, termasuk ajussi ini yang bolak-balik ke masa depan, justru malah bikin semuanya makin rumit. Soalnya apa yang mereka kasih tahu itu mempengaruhi So Joon di masa sekarang, dan apa yang akan dilakukan dia.

Tapi nggak akan seru dong ya kalau dikasih tahu semuanya sama orang-orang masa depan itu. Sejalan sih misterinya sama tema drama ini yang bahas tentang time traveler, masa sekarang dan masa depan. Dari drama ini saya jadi mikir kalau mungkin tahu masa depan nggak selamanya bagus juga. Kalau tahu spoiler ternyata nggak selamanya bagus hahaha.

The Storyline and Ending


Sebenernya alur dari drama ini agak ngebingungin, apalagi buat saya yang suka nonton drama dicepet-cepetin dulu baru saya tonton ulang semuanya (biar spoiler). Tapi saya sarankan kalau nonton drama ini jangan dicepetin, karena justru nggak akan ngerti ceritanya. Dan juga nggak berasa esensi deg-degan dari misterinya kalau nontonnya nggak urut dan dicepetin.

Hal yang saya rasa agak ngebingungin itu fokus dari drama ini. Pas nonton episode awal-awal, saya pikir permasalahan utama drama ini adalah kematian So Joon dan Ma Rin di masa depan dan bagaimana So Joon berusaha menggagalkan hal itu. Tapi kesini-sini, fokus permasalahannya jadi agak bergeser dari masalah itu. Saya nggak akan bilang apa fokus masalah yang baru itu, yang jelas di drama itu jadi sangat fokus ama masalah yang baru muncul itu. Permasalahan pertama yang saya kira fokusnya ternyata memudar; eh entah memudar atau emang bukan itu fokus utamanya sih hehe.

Tapi pas ditonton, ngerti juga sih. Saya sempet nething kalau permasalahan baru itu dibuat baru aja (hahaha jelek banget pikiran saya ya), tapi kayaknya enggak. Semua yang terjadi emang berkaitan satu sama lain sejak dari episode pertama sampai terakhir. Mianhae, scriptwriter-nim!

Hal yang agak membingungkan lagi adalah kejadian-kejadian di masa depan. Ada kejadian-kejadian di masa depan yang berubah karena So Joon di masa sekarang melakukan hal lain. Pas So Joon ke masa depan otomatis kita lihat kan scene di masa depan itu bakal gimana. Tapi kemudian pas masa depannya itu akhirnya terjadi, ternyata malah beda. Saya sempet bingung tuh, perasaan ada adegan ini di masa depan tapi kok jadi nggak ada ya? Setelah dipikir lagi, emang berubah masa depannya.

Mendekati ending, saya sempet ikut keder antara mana masa lalu, masa sekarang, dan masa depan. Habis semuanya kayak bertumpuk di satu tempat dan beririsan satu sama lain. Terus sempet bingung mana So Joon yang sebenernya, mana Ma Rin yang sebenernya, ada berapa So Joon dan Ma Rin; karena adanya masa-masa itu. Sampai sekarang juga masih suka bingung dan nyaru sih kalau inget bagian itu.

Dan untuk ending, sangat di luar ekspektasi karena saya nggak zonk sama ending dari drama ini. Sebenernya karena nggak banyak ending drakor yang bikin saya puas, dan selama ini banyak ending yang zonk; saya bener-bener nggak berharap banyak sama ending dari drama ini. Saya bahkan udah siapin mental kalau-kalau ending-nya mengecewakan, zonk, "kok gitu?", dan semacamnya.

But, again, drama ini di luar ekspektasi. Ending drama ini saya bilang cukup baik, dan saya puas dengan ending-nya. Mungkin ada hal minor (atau menurut saya aja itu minor hehe) yang dibiarkan menggantung, tapi justru sedikit open ending yang tersirat semacam itu adalah selera saya. Ending-nya nggak muluk, nggak zonk, nggak se-open ending drama Cheese in Trap; nggak mengecewakan menurut saya. Itu memang hal yang terbaik buat semua orang, terutama buat para penonton yang ngikutin dari episode awal hahaha.

Agak OOT, tapi ngomongin ending bikin saya tahu-tahu keingetan Reply 1988. Coba aja ending drama itu nggak mengecewakan, pasti Reply 1988 bakal jadi drama favorit saya sepanjang masa haha. Tapi yah, yaudahlah. Junghwan aja udah move on, ayo kita juga move on :D

Others

Chemistry jjang!
Drama ini berkali-kali mematahkan prediksi dan selalu melebihi ekspektasi awal saya. Saya sempet nggak yakin chemistry antara Shin Min Ah dan Lee Je Hoon bakal bagus, dan sempet khawatir juga gimana mereka berperan jadi suami istri. Apalagi kita semua tahu kalau Shin Min Ah itu ceweknya Kim Woo Bin dan saya nggak pernah pengalaman nonton Lee Je Hoon di drama romantis. Tapi pas nonton, saya berkali-kali kagum sama mereka berdua dan drama ini. Mereka bener-bener kayak suami istri, sampai saya lupa sama sosok Kim Woo Bin di dunia ini hahaha.

Bahkan saya suka nonton saat mereka berantem hahaha. Seneng aja ama interaksi kedua orang ini, sama dialog-dialog mereka. Abis ya berantem-berantem sweet gitu. Biasanya habis berantem mereka emang makin keliatan saling peduli satu sama lainnya. Jadi kelihatan gimana perasaan mereka yang sebenernya, kalau sebenernya ya maksud masing-masing memang untuk kebaikan mereka.

Karena chemistry-nya bagus, saya jadi sepenuh hati nontoninnya. Saya suka kedua aktor dan aktris ini totalitas dalam peran mereka, terus jadi kebawa-bawa bapernya hubungan mereka. Kadang meskipun aktingnya bagus, tapi ada aja drama yang saya nggak dapet chemistry-nya dan akhirnya bikin saya males nontonin. Dan saking senengnya sama chemistry So Joon dan Ma Rin, saya sampai sempet selintas berharap mereka jadi beneran. Tapi enggak deh, takut diteror Woo Bin wkwk.

Dan produser drama ini don't give a damn, kehidupan rumah tangga ya digambarin sebagaimana kehidupan rumah tangga normalnya gimana. Banyak scene di drama ini yang bikin saya kagum karena relatable banget, ya emang kehidupan nyata begitu. Terutama soal perbedaan perspektif pria dan wanita; juga gimana mereka berusaha buat menyesuaikan satu sama lain. Saya sangat suka bagian-bagian itu.

Hal lain yang saya suka juga, drama ini nggak macem-macem. So Joon emang orang kaya dan presiden perusahaan, tapi nggak digambarkan sebagai orang yang glamour dengan persaingan bisnis dramatis banget. Memang tokoh antagonis Kim Yong Jin itu jahat karena bisnis juga, tapi nggak se-dramatis dan kotor kayak yang biasa ada di drama tentang perebutan kekuasaan.

Juga tentang tema fantasi dan msiteri yang ada di drama ini. Memang ada misteri yang besar dan membingungkan meliputi drama ini, tapi nggak dibesar-besarkan. Nggak terlalu diheboh-hebohkan gitu. Yang emang udah waktunya terbongkar, ya terbongkar. Nggak terus diulur dan di-entar entar. Ada juga bagian-bagian yang diperlihatkan ke penonton tapi para tokoh belum tahu, jadi kita penasaran sama gimana tokoh itu nantinya tahu. Bukan kita juga ikutan nggak tahu dalam jangka waktu lama. Selama nontonnya teratur dan nggak dicepetin, saya rasa drama ini cukup bisa dipahami dengan baik.

Calm colors mostly used in this drama
Saya nggak begitu paham soal setting, lighting, atau semacamnya yang ada dalam produksi film; tapi yang jelas saya suka warna-warna yang ada dalam drama ini. Drama ini hampir selalu menggunakan warna-warna kalem yang enak di pandang mata, nggak terlalu terang atau gelap. Dari kostum pemain, latar luar ruangan, sampai properti yang digunakan pun pakai warna kalem. Saya nggak tahu sih apa ada tujuan tertentu kenapa produser drama ini pakai warna-warna kalem, tapi yang saya rasain sih itu bikin enak aja nontonnya. Juga bikin gambar drama ini terlihat lebih berkelas, menurut saya.

Saya juga kepikiran, kalau warna-warna kalem itu bikin meredam kebingungan saya dalam nontonin alur drama ini. Abis ya, saya emang bingung; tapi karena enak aja ditontonnya dan nggak tahu kenapa ngerasa efek dari warnanya yang kalem itu bikin saya terus nontonin. Hahaha ini murni asumsi dari apa yang saya rasain, sih.

Warna latar juga berbeda pas di masa sekarang dan masa depan. Awalnya saya masih suka nyaru buat ngebedain mana masa sekarang dan masa depan, apalagi kalau nggak ada tanggalnya. Atau kalau ada tanggalnya tapi sub-nya nggak muncul jadi saya juga nggak tahu itu tanggal berapa haha. Tapi keliatan perbedaan warna latar kalau lagi di masa depan, kayak lebih gelap tapi tingkat contrast-nya (yang kalau kita pakai buat edit foto tuh) tinggi. Jadi gelap terang gitu, gimana ya saya susah ngejelasinnya. Pokoknya gitu deh, bisa perhatiin sendiri kalau nonton yaa :)

Drama Another Oh Hae Young
Dan dari awal entah kenapa saya agak ngerasa kalau tema drama ini dengan drama Another Oh Hae Young itu mirip. Dua-duanya sama-sama bertema orang yang bisa melihat masa depan, walau dalam konteks yang berbeda. Terus saya inget kalau di AOHY digambarin teori kalau sebenernya masa lalu, masa sekarang, dan masa depan itu rekaan otak, kalau sebenernya semuanya udah ada dalam otak (yang sampai sekarang sebenernya saya nggak ngerti apa maksudnya haha). Nah, pas nonton di deket ending yang saya bilang sebelumnya kalau nyaru mana masa lalu, masa sekarang, dan masa depan; saya langsung inget drama AOHY. Mungkin konsepnya mirip-mirip begitu? Nggak ngerti juga sih.

Dua drama itu juga memberi pesan kalau apapun yang terjadi di masa depan, yang terpenting adalah hidup dengan maksimal pada masa sekarang. Di AOHY, menjalani masa sekarang dengan sebaik mungkin bisa menciptakan masa depan yang lebih baik. Sedangkan di drama ini, terlalu berfokus sama masa depan malah menghancurkan masa sekarang. Bahkan kadang apa yang So Joon lakukan demi mencegah hal buruk yang udah dia lihat di masa depan malah membuat hal buruk itu terjadi.

Final Thought


Drama ini mungkin bukan drama yang paling saya suka, tapi kemungkinan saya masih akan terus nontonin ulang. Pertama tentu aja karena So Joon hahaha. Dan secara keseluruhan, saya emang suka drama ini meski masih ada hal-hal yang sedikit membingungkan. Mungkin nanti saya jadi lebih ngerti :D

Dan saya seneng banget nontonin our couple So Joon dan Ma Rin. Biasanya saya kalau udah suka sama drama yang chemistry-nya bagus, bakal tetep saya tonton ulang meski nggak full. Kayak Pinnochio yang saya seneng banget sama chemistry Lee Jong Sok dan Park Shin Hye disitu, yang meski dari segi cerita saya nggak begitu attached; tapi seneng aja nontonin ulang mereka berdua. Kemungkinan drama ini akan begitu juga kasusnya :)

Drama ini termasuk drama yang bikin saya salut karena berkali-kali melebihi ekspektasi saya, bikin berbagai prediksi awal saya salah. Drama ini mungkin nggak terlalu well-written dari segi alur (jeongmal mianhae, scriptwriter-nim!), tapi anehnya tetep bagus gitu jadinya. Perpaduan berbagai hal yang ada di drama ini bikin enak dan seru aja ditontonnya. Mungkin ini yang dibilang don't judge book by its cover, don't judge drama by its rating hahaha.

Dan soal rating, akhir-akhir ini saya sebisa mungkin nggak nyari tahu informasi atau baca artikel soal persaingan rating drama. Karena meski rating emang nggak menjamin segalanya, tapi informasi soal rating itu bakal mempengaruhi perspektif saya pas nonton; yang jadinya bikin males nonton. Jadi sekarang saya lagi berusaha nggak baca artikel-artikel dari dunia entertainment Korea, dan nonton apa yang saya suka aja. Itu jauh lebih baik dan objektif menurut saya.

Well, sekian review final dari drama ini. Terima kasih banyak buat Yoo So Joon, Song Ma Rin, dan semua tokoh Tomorrow With You yang nemenin saya selama kurang lebih tiga bulan ini. Terima kasih juga buat para produser, sutradara, kru, and of course tvN yang berjasa mempertemukan aku dengan abang So Joon *LOL*; berjasa membuat drama bagus ini maksudnya. Sekarang saya mulai ngerasa hampa dan sedih karena nggak ada So Joon yang menemani tiap weekend huhu. Apalagi pas ngikutin drama ini kebetulan saya emang nggak ngikutin drama lain. Jadi berasa banget kosongnya :(

Anyway, anyway; saya cukup merekomendasikan drama ini untuk ditonton. Terbukti kan dari niatnya saya bikin sampai dua kali review hahaha. Meskipun kembali lagi ke selera masing-masing sih ya, but this drama is worth trying :)

Selamat menonton!
Bonus : warning from Yoo So Joon :p