Senin, 23 Oktober 2017

A First Look at "Avengers Social Club"

Avengers Social Club Drama Poster

Dari sekian banyak drama bagus yang lagi tayang sekarang, saya memutuskan buat nge-review dua episode pertama dari drama ini. Saya juga suka drama-drama lain, tapi drama Avengers Social Club ini kayak underrated dan masih banyak yang belum tahu soal drama ini. Padahal menurut saya drama ini bagus, menarik dan seru :)

Mungkin salah satu yang menyebabkan drama ini underrated adalah subtitle-nya yang lama dibanding drama lain, lama banget malah nyaingin pas Age of Youth 2. Pas AOY 2 aja itu lama banget baru keluar sekitar 4 hari setelah tayang, drama ini lebih lama lagi subtitle-nya bisa sampai seminggu lebih. Dan alasan lain mungkin (tebakan saya) adalah cast-nya yang nggak terlalu familiar di mata para penonton muda jadi nggak banyak buzzing, karena emang ceritanya tentang middle-aged women.

Saya sendiri tertarik sama drama ini semenjak tahu cast line-up nya ada Lee Yo Won sama Ra Mi Ran. Saya emang udah suka sama Lee Yo Won Unnie setelah nonton 49 Days, tapi belum pernah ada dramanya setelah itu yang pas sama selera saya. Terus untuk Ra Mi Ran kan emang punya aura strong unnie (apalagi yang pernah nonton Unnie Slam Dunk, pasti tahu hihi), jadi pas buat cerita drama ini.

Plot secara generalnya juga saya suka, dan berpikir kayaknya bakal seru. Jadi kalau yang saya baca di artikel sebelum drama ini tayang, dibilang kalau drama ini bercerita tentang tiga orang ajumma (middle-aged women) yang bersatu buat melakukan balas dendam ke suami mereka dan para pelaku bullying. Dari sinopsis singkat dan poster dramanya, saya pikir drama ini akan jadi drama serius dan 'berat' gitu. Apalagi saya ngerasa kok posternya agak mirip sama poster drama Perfect Wife yang kayaknya drama berat juga, meski saya belum pernah nonton sih drama itu :D

Tapi setelah saya nonton episode pertama, ternyata drama ini nggak seberat yang saya pikir di awal. Dan saya selalu suka model-model drama yang bisa mematahkan ekspektasi awal saya hahaha. Apalagi drama ini emang bagus menurut saya, dan sayang untuk dilewatkan.

Karena itu saya akan mengulas review dari dua episode pertama drama Avengers Social Club ini. Drama ini sedang tayang di tvN setiap Rabu dan Kamis, 21:30 KST. Dan tulisan ini akan berisi hal-hal yang saya sukai dari drama ini, and it will contain some spoilers ~


The Ajummas


Ada tiga ajumma dengan latar belakang yang berbeda dan kemudian bersatu dalam perkumpulan untuk melakukan balas dendam ini. Pertama adalah Kim Jung Hye (Lee Yo Won; 49 Days, Queen Seondeok) yang mengusung untuk membuat club ini.

The Clueless Founder :D

Kim Jung Hye ini anak dari konglomerat (yang biasa disebut Chaebol Daughter), tapi ternyata suaminya punya anak dari wanita lain. Yang parahnya lagi, anak itu dibawa ke rumah sama suaminya dengan tujuan supaya bisa dapat warisan. Sedangkan Kim Jung Hye sendiri nggak punya anak dan pernah mengalami keguguran, juga kayaknya susah untuk bisa hamil lagi. Kim Jung Hye yang sakit hati sama suaminya itu pengen balas dendam, dan menemukan ada dua orang wanita yang sama-sama dijahatin orang. Akhirnya Kim Jung Hye ini 'merekrut' dua wanita lain untuk tergabung dalam club balas dendam itu.

Yang unik dan saya suka dari tokoh Kim Jung Hye adalah meskipun tampak strong dari luar, sebenarnya dia sangat clueless dan polos; nggak tahu banyak hal tentang dunia luar. Kim Jung Hye ini gambaran sempurna dari puteri raja yang nggak tahu dunia luar, yang sebenarnya polos dan lugu; tapi mau nggak mau harus terlibat dalam pertikaian harta yang biasa terjadi di keluarga kaya. Saya sering ketawa sendiri ngelihat scenes dimana Kim Jung Hye sangat polos dan cute jadinya, saat dia clueless tentang banyak hal di luar dunianya selama ini. Kayak pas minta nambah sampai 3x pas minum kopi instan, ngasih uang jajan sekian juta won, sama ketagihan makan ramen hahaha.

Hal lain yang saya tangkap dari tokoh Kim Jung Hye ini adalah pola pikirnya yang simpel dan terkadang cenderung impulsif. Ketika orang-orang kebanyakan berhati-hati saat berurusan sama orang yang baru dikenal, Kim Jung Hye malah langsung ngajak orang yang dia rasa dijahatin juga untuk balas dendam; padahal orang-orang itu nggak dia tahu sebelumnya. Dan alasannya pun sangat simpel, karena lebih banyak orang lebih bagus. Dia juga terang-terangan bilang kalau apa yang dia punya cuma uang, sekaligus menunjukkan sisi kesepiannya sebagai anak orang kaya yang kurang kasih sayang. Tokoh Kim Jung Hye ini cukup unik menurut saya, dan jarang ditemui di dunia Kdrama.

Ajumma yang kedua adalah Hong Do Hee (Ra Mi Ran; Reply 1988, Please Come Back Mister). Hong Do Hee ini single mother dengan dua anak, dan dia punya toko ikan di pasar untuk menafkahi mereka.

The Ultimate Unnie

Hong Do Hee harus menghadapi kenyataan bahwa anak laki-lakinya yang masih sekolah sering di-bully, malah kena masalah dan dianggap sebagai pelaku penyerangan ke orang yang nge-bully nya. Hong Do Hee dan keluarganya ini gambaran miris dari realita sosial Korea Selatan, dimana orang yang miskin sering jadi korban dan diperdaya sama mereka yang punya kekuatan lebih. Jadi inget drama Strongest Deliveryman yang pertama kali bikin saya tahu istilah Hell Jeoson, dimana orang yang nggak kaya nggak bisa punya kesempatan untuk bisa sukses. Masyarakat dan sistem sosialnya yang membentuk keadaan jadi seperti itu, bikin hidup mereka yang udah susah makin susah aja.

Anak Hong Do Hee di-bully karena ibunya janda dan jualan ikan di pasar, juga tentu karena keadaan ekonomi mereka yang nggak bagus. Karena suatu kejadian, anaknya ini nggak sengaja bikin yang suka nge-bully dia jadi terluka dan akhirnya ibu dari pem-bully ini minta ganti rugi. Disitulah akhirnya Hong Do Hee ketemu sama dua ajumma lainnya dan akhirnya tergabung di club ini.

Ajumma ketiga adalah Lee Mi Sook (Myung Se Bin; Kill Me Heal Me, The King's Daughter Soo Baek Hyang), sebagai korban dari kekerasan dalam rumah tangga yang sering dilakuin sama suaminya. 

The Soft and Fragile

Lee Mi Sook ini ajumma yang paling fragile dibanding dua orang lainnya, yang kata istilah Hong Do Hee adalah dia orang yang langsung terpental begitu ada orang lain yang meniup terlalu keras. Dia juga yang paling punya sisi lembut dibanding yang lain, yang sering jadi pengingat kalau mereka udah mulai punya ide yang aneh-aneh. Tokoh Lee Mi Sook ini bikin orang pengen ngelindungin dia, bikin rasanya pengen narik dia keluar dari rumah itu dan pergi jauh dari suaminya.

Sejauh ini belum diketahui apa yang bikin Lee Mi Sook bisa bertahan dengan kelakuan suaminya yang violent itu, tapi saya punya beberapa dugaan sih. Mungkin aja karena dia emang terlalu takut sama suaminya, atau mikirin gimana nasib anak perempuannya kalau suaminya nggak ada. Atau juga masih berhubungan sama kehilangan anak pertamanya, yang sampai sekarang dia terlihat masih belum bisa merelakannya.

The Club


The First Official Gathering

Do they even know what they're doing?

Itulah yang terlintas di pikiran saya begitu club ini mulai dibentuk dan 'beroperasi'. Nama awalnya digagas oleh Kim Jung Hye dengan Buamdong Avengers Social Club, tapi nama itu terus disingkat dan dimodifikasi karena terdengar terlalu 'keras' hihi. Akhirnya namanya pun disebut jadi Bokja Club.

The Bold Club Name :D

Pas saya baca sinopsis drama ini, jujur aja saya pikir drama ini bakal modelnya kayak Lookout gitu; yang menyusuh rencana-rencana lihai buat menjatuhkan orang jahat. Tapi pada kenyataannya, ajumma-ajumma dalam Bokja Club ini sama sekali nggak punya rencana. Seperti kata Kim Jung Hye, mereka berkumpul dan membuat Bokja Club untuk merencanakan balas dendam dan menjalankannya. Dengan kata lain, emang belum ada rencana sama sekali mau balas dendam yang bagaimana dan gimana pelaksanaannya. Guideline nya cuma satu, mereka nggak mau melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan orang-orang jahat dan melanggar hukum.

Hong Do Hee spoke on behalf of us :D

Jadi, apa yang mereka lakukan? Saya juga nggak begitu paham hahaha.

Balas dendam yang mereka lakukan jauh lebih simpel dari yang saya duga, mungkin karena otak dibalik pembuatan club ini adalah Kim Jung Hye hahaha. Yang mereka lakukan malah cenderung clumsy, makanya saya mikir ini mereka tahu nggak sih mau ngapain sebenernya. Malah kemudian rencananya lebih lancar ketika ada anak baru yang gabung, anak tiri dari Kim Jung Hye, yang notabene-nya jauh lebih muda dari mereka. 

Jadi saya juga nggak bisa nebak gimana kelanjutan club ini, dan apa yang akan mereka lakukan. Tujuan mereka di awal adalah untuk memberi pelajaran kepada orang-orang yang jahat sama mereka, baik itu suami atau orang yang bully keluarga mereka. Tapi gimana bentuk pelajarannya, gimana tingkatannya, apakah tujuannya biar orang jahat itu menderita juga atau sampai mereka berhenti dan kapok; saya juga nggak tahu. Atau bahkan mungkin para anggota Bokja Club itu juga nggak tahu hahaha.

But it's no problem for me, karena justru karena nggak tahu itu jadinya akan banyak kejutan menyenangkan dan seru yang akan ditampilkan di drama ini. Kejutan-kejutan itu mungkin clumsy dan nggak se-wah yang dibayangkan, tapi saya yakin bakal tetep seru dan menarik. Karena sejauh ini pun apa yang mereka lakukan seru untuk ditonton, dan bikin saya ketagihan buat terus nontonin drama ini.

Selain dari misi balas dendam yang mereka lakukan, saya juga seneng melihat bagaimana bonding yang terbentuk diantara ketiga ajumma ini terutama. Mereka saling relate dan bersimpati atas keadaan satu sama lain, yang ternyata nggak sebaik kelihatan luarnya. Saya juga suka gimana masing-masing karakter memiliki backstory mengenai kehidupan mereka, yang bikin alur drama ini semakin menarik.

The Eye Candies


Satu lagi yang membuat drama ini menyenangkan buat ditonton adalah adanya para dede-dede gemes yang ganteng dan enak dipandang mata hahaha. Yang pertama adalah Lee Soo Gyum (Jun; UKISS member), anak tiri dari Kim Jung Hye yang ternyata datang ke Seoul buat balas dendam ke orangtua kandungnya.

The Fourth Member of Bokja Club

Awalnya saya emang heran kenapa Lee Soo Gyum yang tadinya sangat nggak mau diajak ke Seoul sampai kabur-kaburan segala, tahu-tahu datang ke rumah ayah kandungnya (suami dari Kim Jung Hye). Ternyata dia merencanakan buat balas dendam dan minta gabung di Bokja Club ke ibu tirinya itu. Lee Soo Gyum ini gambaran anak baik yang datang dari desa, dan nggak merasa minder dengan statusnya sebagai anak desa juga aksen satoori (logat daerah Korea)-nya. 

Lee Soo Gyum kemudian terlibat sama dua anak dari sekolahnya, yang ternyata anak-anak dari para ajumma anggota dari Bokja Club itu. Lee Soo Gyum yang pertama kali minta bantuan ketika Choi Hee Soo yang merupakan anak dari Hong Do Hee, jatuh pingsan. Mereka pun jadi dekat kayak hyung - dongsaeng.

The Good Kid

Choi Hee Soo (Choi Kyu Jin; Ad Genius Lee Tae Baek) sering di-bully sama temen satu sekolahnya, yang teryata satu sekolah juga dari SMP. Cuma bagusnya, Choi Hee Soo ini anak yang baik, bener-bener anak baik. Dia nggak malu sama keadaan ibunya, rajin belajar, dan sebenernya nggak mau nyusahin ibunya itu. Saya seneng tokoh Choi Hee Soo dan kakak perempuannya digambarkan sebagai anak-anak yang baik, karena itu memberikan kebahagiaan tersendiri di hidup Hong Do Hee yang dari segi ekonomi nggak bagus. Dan itu juga jadi kayak gambaran miris bahwa diantara para anggota Bokja Club yang pada punya banyak uang, justru keluarga Hong Do Hee yang miskin lah yang terlihat paling bahagia. Yang benar-benar ada kasih sayang keluarga yang sebenarnya di dalamnya.

Selain Choi Hee Soo, Lee Soo Gyum juga terlibat sama Baek Seo Yeon, anak dari Lee Mi Sook. Baek Seo Yeon diminta sama kepala sekolah untuk membantu Lee Soo Gyum beradaptasi karena dia anak baru, meskipun permintaan itu cuma dianggap angin lalu oleh Baek Seo Yeon.

The Gloomy Tomboy

Baek Seo Yeon (Kim Bo Ra; School 2015) ini seolah menarik diri dari dunia dan sama sekali nggak peduli sama keadaan sekitarnya. Dia selalu dengerin musik keras dengan headset-nya, yang nggak tahu kenapa saya rasa itu dia lakukan biar nggak diajak ngomong sama orang lain. Baek Seo Yeon kayak yang punya banyak protes ke dunia, ke orang tuanya; dan melakukan hal-hal yang bertentangan dengan keinginan mereka. Dari kisah yang lainnya, saya paling penasaran dengan kisah keluarga ini; terutama tentang anak pertama yang udah meninggal itu. Dan saya berharap Baek Seo Yeon dan Lee Mi Sook bisa melepaskan diri ayah dan suami mereka. Karena bener kata Hong Do Hee, orang yang suka mukul istri itu susah berubah.

Dari ketiga anak ini, saya sih berharapnya akan ada romance yang terjadi (tetep dong :D), mungkin Lee Soo Gyum dengan Baek Seo Yeon? Hehehe. Tapi kalaupun engga, setidaknya saya harap bisa terbangun persahabatan antara mereka dan membentuk bonding kayak ibu-ibu mereka itu. Dengan begitu mereka bisa saling bantu atau setidaknya memahami permasalahan yang dihadapi masing-masing, nggak benar-benar sendiri menghadapinya.

And?


Dari nonton episode pertama, saya udah tahu kalau saya bakal terus ngikutin drama ini sampai tamat. Sebelum nonton emang saya masih ragu bakal ngikutin apa enggak, karena saya pikir drama ini bakal terlalu serius kan. Tapi ternyata, saya sangat suka drama ini :D

Kalau biasanya ketika nonton drama saya mikirin gimana nanti ending-nya, untuk drama ini anehnya saya nggak mikirin tentang ending. Mungkin karena saya nggak terlalu berekspektasi tinggi dengan apa yang dilakukan para anggota Bokja Club itu hahaha, jadi saya juga nggak mengharapkan hasil dari apa yang mereka lakukan. 

Dan mungkin karena saya sudah menikmati apa yang disajikan drama ini sekarang, dan bikin saya nggak berpikir gimana nantinya. Saya sudah puas dengan apa yang diberikan drama ini sekarang, jadi saya pun nggak meminta apapun lagi. Cukup dengan drama ini tetap memberikan apa yang sudah diberikan sejauh ini, maka saya rasa semuanya akan baik-baik saja :)

Satu hal yang sangat disayangkan itu adalah subtitle-nya yang lamanya nggak ketulungan huhuhu. Drama ini udah tayang 4 episode, tapi subtitle episode kedua aja baru ada ketika episode 4 tayang di Korea. Saya sampai ngubek-ngubek dimana saya bisa nemu subtitle drama ini seenggaknya sehari lebih cepat, tapi tetep nggak ketemu. Mungkin ada pembaca yang menemukan site yang ngasih subtitle lebih cepat, tolong diinfokan yaa :)

Well, sambil nunggu keajaiban akan ada subtitle yang cepat keluar; selamat menonton!

The Celebration After First Mission Accomplished

Senin, 16 Oktober 2017

Awan

Hujan juga setelah berhenti, nantinya akan datang lagi
Akan turun lagi
Matahari juga setelah terik, nantinya akan tertutup awan lagi
Dan gelap lagi

Jadi manakah yang lebih dulu datang, matahari atau hujan?
Mana yang akan tinggal paling akhir?

Sekarang pun, hujan reda. Dan sekarang pun, awan tetap ada di langit
Tidak bisa tersedot seperti debu
Hanya bergerak sebentar mengikuti angin yang sedang main-main

Tapi tetap ada, tidak hilang

Hanya ada dua cara agar tak melihatnya lagi
Terbenam dalam tanah, atau;
Terbang ke luar angkasa. Disana hanya ada bintang, bukan?

-16 Oktober 2017, 01:30

Jumat, 15 September 2017

Setangkai Mawar dan Gelas Porselen

Kalau setangkai mawar sanggup mengeluarkan puluhan duri, berapa banyak yang menusuk dalam dirinya?

Karena semua yang mengeluarkan bisa, memendam luka

Belati dihunus lurus-lurus menghalau angin badai
Agar tak datang dan meluluhlantakkan gelas porselen di ujung meja
"Jangan hancur. Nanti kau tak bisa berbentuk seperti semula," katanya
Tapi tak sadar tangan menggenggam erat, mengucur darah

Dari semua kelopak yang gugur, berapa lama ia bertahan diatas tangkai?
Tak ada yang mau tahu
Semua hanya menoleh saat ia merekah
Dan melengos saat sudah teronggok di tanah
Melanjutkan langkah tanpa melihat lagi

Jadi apa yang dilindungi?
Apa yang tersakiti?

-13 September 2017-

Selasa, 01 Agustus 2017

Bad Guys : Those Who Catch Bad People

Bad Guys, who catch bad people
Akan sangat lebay kalau saya bilang drama ini sempurna, karena tidak ada buatan manusia yang sempurna. Meski ada keinginan kuat buat bilang kalau ini drama yang sempurna, tapi kembali lagi ke kalimat sebelumnya; jadi saya katakan kalau ini drama yang sangat, sangat bagus.

Terus saya kepikiran juga buat bilang kalau ini adalah Kdrama paling bagus yang pernah saya tonton, tapi terus saya mikir lagi kalau saya kan nggak inget udah nonton drama apa aja. Eh tapi lagi, kalau drama bagus kan nggak mungkin terlupakan ya? Jadi kalau ada drama yang saya rasa lebih bagus dari ini harusnya saya inget. Tapi lagi... kok jadi bahas beginian, yaudahlah nggak penting. Yang penting adalah, drama ini sangat amat bagus dan saya merekomendasikan Anda semua untuk nonton :)

Ini drama yang udah lama, tayang 2014. Genre-nya crime, action, & thriller. Saya antara menyesal sama bersyukur baru nonton drama ini sekarang. Menyesal karena kenapa kok baru sekarang saya nemu dan nonton drama bagus gini, tapi di sisi lain juga bersyukur nggak harus nungguin drama ini tayang tiap minggu kayak kalau lagi ngikutin drama ongoing. Karena rasanya saya nggak kuat kalau harus nunggu seminggu buat ngelihat kelanjutan cerita tiap episodenya hahaha.

Sebenernya, saya awalnya nggak ada keinginan buat nonton drama ini meski tahu ada Park Hae Jin disini. Kayaknya terlalu berat gitu ceritanya, bakal kesusahan saya mikirnya nanti. Tapi kok rasanya setelah drama-drama seru kayak Lookout tamat, saya jadi kehilangan drama yang bisa mewarnai hari-hari saya yang sangat biasa *tsaaah. Terus juga saya kangen sama Park Hae Jin hihihi, dan akhirnya berpikir untuk mencoba nonton episode awal Bad Guys ini. Jadinya saya pun ketagihan nontonin sampai tamat dan saya sangat bersyukur sama pemikiran saya itu karena bisa bertemu drama bagus banget kayak gini :D

Singkat cerita, drama ini mengangkat kisah seorang polisi detektif yang merekrut para kriminal dari penjara buat menangkap para penjahat yang berkeliaran di luar sana. Konsep dasarnya agak mirip sama film Suicide Squad, ya. Eh, apa Suicide Squad yang mirip Bad Guys? Soalnya Bad Guys kan  tayang 2014, Suicide Squad baru keluar tahun 2016. Oke skip ini nggak penting ~

Akhir-akhir ini saya lebih sering nge-review drama yang baru tayang dari episode minggu pertamanya, kecuali Tomorrow With You yang sampai saya review di awal dan setelah tamat. Jadi agak aneh rasanya saat sekarang saya mau review drama yang udah saya tonton sekaligus, takut kebanyakan ngasih spoiler juga. Tapi rasanya sayang aja kalau nggak review drama ini hahaha.

Jadi saya akan berusaha buat meminimalisir spoiler yang akan mengurangi esensi keseruan nonton drama ini secara langsung :) Saya akan me-review beberapa point yang sangat saya suka dari drama Bad Guys ini.

The Bad Guys


Pas nonton episode awal yang masih banyak menggambarkan pengenalan tokoh-tokohnya, saya sempet penasaran kalau apa mungkin penulis naskah dan produsernya pernah terpikir buat ngasih judul drama ini "Crazy Dogs". Atau kemungkinan kalau drama ini judulnya bukan Nappeun Nyeoseokdeul (Bad Guys), pasti dikasih judul Michin Gaedeul (Crazy Dogs). Sepanjang saya demen nontonin Kdrama, baru kali ini saya sampai kepikiran judul lain yang mungkin dimiliki sama sebuah drama hahaha.

Pemikiran-pemikiran itu muncul karena keempat tokoh yang ditampilkan sebagai bad guys itu bener-bener punya kepribadian yang "gila". Apalagi awalnya, polisi detektif yang ditugasin buat nangkep penjahat dan akhirnya merekrut para kriminal itu; Oh Gu Tak, emang dijuluki Crazy Dog. Ketika Oh Gu Tak pun menyebut mereka sebagai michin gaedeul, saya kira nggak segitunya. Karena di Kdrama sering disebut istilah itu tapi sebenernya nggak begitu-begitu banget. Tapi ternyata mereka emang bener-bener "gila". 

Keempat tokoh ini adalah salah satu alasan kenapa saya bisa betah banget dan akhirnya jatuh hati sama drama ini. Karakter mereka dibuat dengan sangat baik dan disampaikan dengan sangat baik juga oleh para aktor yang memerankannya. Saya emang selalu suka tokoh drama yang punya karakter kuat, dan mereka semua punya karakter yang kuat. Dan bikin orang ngerasa attached sama tokoh yang mereka perankan.

The michin gae
Oh Gu Tak (Kim Sang Joong; Rebel Thief Who Stole The People, City Hunter) dijuluki sebagai Crazy Dog karena dia selalu melakukan penyelidikan sampai ke akar-akarnya buat menangkap penjahat, meski harus melakukan berbagai hal ekstrim. Tentu aja salah satu hal ekstrim yang dilakukannya adalah mengeluarkan para kriminal dari penjara dan merekrut mereka buat menangkap para penjahat yang selama ini nggak bisa ditangkap oleh polisi. Dan membiarkan para kriminal itu melakukan dengan cara mereka sendiri untuk menangkap penjahat, meski kalau dari segi aturan itu adalah hal-hal ilegal.

Saya pernah nonton aktor ini di City Hunter sebagai ayah angkatnya Lee Min Ho dan disitu saya agak takut ama tokoh dia, serem gitu kan ajussi ini disitu. Tapi di Bad Guys, ajussi ini nggak seserem itu dan saya sangat menikmati aktingnya. Ajussi ini sukses buat saya bertanya-tanya dari awal apa sebenernya maksud dari perbuatannya, sebenernya emang percaya kalau para kriminal itu bisa berubah atau enggak, dan sebenarnya orang ini baik apa enggak.

Deep
The first, basic reason is always Park Hae Jin!

Di drama ini, Park Hae Jin (Man to Man, Cheese in The Trap) berperan sebagai Lee Jung Moon; seorang psikopat jenius yang ditangkap karena tuduhan pembunuhan berencana (serial killer). Seperti biasa, lagi-lagi saya terkagum-kagum sama akting Park Hae Jin yang sangat detail, dari sorot mata sampai gestur tubuh. Ngelihat Park Hae Jin disini membuat saya paham kenapa netizen, di Korea khususnya, banyak yang menyarankan dia untuk berperan sebagai Yoo Jung di Cheese in The Trap. Lee Jung Mun punya aura yang mirip kayak Yoo Jung, cuma bedanya Lee Jung Mun sangat jarang senyum dan jauh lebih dingin.

Tapi dingin-nya Lee Jung Mun lebih kayak sebagai bentuk perlindungan dirinya kalau menurut saya, kalau Yoo Jung kan lebih karena dia benci orang-orang yang manfaatin dia. Ada beberapa scenes yang saya ngelihat Lee Jung Mun itu tampak rapuh dan bawaannya jadi pengen meluk dia *eh :D Sepanjang nonton Lee Jung Mun di drama ini, saya berkali-kali mikir kalau kayaknya saya emang cinta beneran deh sama Park Hae Jin hahaha.

The power
Park Un Cheol (Ma Dong Seok; 38 Revenue Collection Unit, Train to Busan) adalah tanan kanan dari bos gangster yang bisa menguasai dunia underground Seoul selama 25 hari. Ajussi ini kuat banget, terutama kalau masalah mukulin dan berantem sama orang. Dalam menangkap penjahat yang lagi diincar, dia mengandalkan relasi gangster-nya yang banyak tersebar dimana-mana dan saya kok ngerasanya itu keren ya hahaha. Kayak apa ya, bos besar yang sangat punya power dan digunakan di jalan yang benar; meski caranya nggak selalu benar-benar banget hehehe.

Dibanding ketiga tokoh lainnya, tokoh Park Un Cheol ini nggak terlalu banyak memiliki twist atau rahasia di masa lalu. Dibanding yang lainnya juga, Park Un Cheol nggak terlalu pintar; dia lebih menggunakan pukulan daripada otaknya. Tapi hal itu yang bikin beberapa kali saya ketawa saat bagian dia, semacam ice breaking dalam drama ini.

Chill
Jung Tae Soo (Jo Dong Hyuk; Inspiring Generation) adalah pembunuh bayaran yang selalu menjalankan tugasnya dengan sempurna tanpa kesalahan, tapi suatu hari menyerahkan diri ke kantor polisi. Sebagai pembunuh bayaran profesional, Jung Tae Soo  memanfaatkan "pengalamannya" itu dalam mencari penjahat dengan memposisikan diri sebagai pelaku. Kayak apa strateginya, apa alat yang digunakan, sampai perkiraan tinggi badan pelaku.

Saya nggak pernah nonton aktor ini sebelumnya, tapi dari awal dia udah menarik perhatian dan mata saya hahaha. Nggak tahu kenapa kelihatannya cakep aja, tapi setelah saya pikir-pikir sebenernya dia nggak cakep-cakep amat. Tapi lebih karena aura chill yang justru membuatnya tampak keren. Ditambah lagi, tokoh Jung Tae Soo ini satu-satunya permasalahan utamanya berkaitan sama wanita dan dilema cinta. Bukan tokoh yang bikin melting sih, tapi justru dilema yang dia alami bikin nontonnya terasa nyeess gitu.

The Story


Sangat banyak twist yang ada dalam drama ini, and I felt blessed while watching it! 

Saya selalu suka kalau drama ngasih kejutan yang nggak saya sangka tapi bukan yang nggak masuk akal, dan Bad Guys banyak memberikan kejutan itu. Saya berkali-kali dikagetkan dengan plot drama ini, apalagi rahasia-rahasia masa lalu yang mengaitkan keempat tokoh yang saya bahas di bagian sebelumnya. Alur drama ini membuat saya benar-benar tenggelam dalam cerita, membuat tebakan dan pemikiran saya berganti-ganti setiap saat. Dan hampir semua tokoh saya curigai sebagai orang jahat yang jadi dalang dibalik semua itu, tapi kemudian mikir kalau kayaknya sebenernya mereka baik. Terus setelah ceritanya berlanjut, mikir lagi kalau emang benar jahat; begitu terus saking banyaknya twist dan hal yang nggak disangka-sangka.

And please don't do this at home : cepet-cepetin video karena saking penasarannya sama apa yang sebenarnya terjadi. Percayalah, Anda akan langsung menyesalinya beberapa saat kemudian hahaha. Saya emang termasuk orang yang nggak sabaran; dan sering banget nontonin drama dicepetin dulu karena penasaran, baru diulang lagi. Selama ini saya nggak banyak menyesal kalau abis nonton dicepetin, kecuali drama-drama tertentu yang emang biasanya genre thriller. Cuma biasanya ya udah menyesal sedikit doang tapi ngulangin lagi kalau penasaran hahaha.

Tapi pas saya sempet cepetin Bad Guys di episode awal-awal, saya langsung menyesal banget. Saya jadi melewatkan sensasi mendebarkan yang menyenangkan saat nonton drama ini. Sensasi penasaran, tebak-tebakan, emosi naik turun, sampai kaget karena twist yang ditampilkan selanjutnya. Saya sangat menyayangkan karena melewatkan sensasi-sensasi itu, dan nggak mau lagi menyesal begitu. Akhirnya setiap saya sangat penasaran sama kelanjutannya, saya pegangin tangan sendiri biar nggak pegang mouse dan keyboard sambil komat-kamit bilang, "Jangan, jangan. Tahan, tahan." hahaha. Dengan begitu saya bisa lebih menikmati cerita yang disajikan drama ini.

Salah satu yang saya suka dari cerita drama ini adalah digambarkannya bagaimana ke-tidakmanusiawi-an manusia yang sebenarnya sangat manusiawi. Agak ngejelimet, toh? Hehehe.

Jadi begini. Kalau sering nonton Kdrama, pasti sering mendapati tokoh-tokoh utamanya yang dijahatin meski sampai tingkat ekstrim tetap dapat berpegang pada landasan hukum formal yang dibuat. Padahal sebagai manusia, sangat wajar kalau ingin membalas apa yang dilakukan orang jahat pada kita, ingin dia merasakan penderitaan yang sama. Apalagi di Kdrama kan sering kejahatannya tuh jahat banget, sampai kayak tragedi gitu; bunuh-bunuhan sadis dan semacamnya. But the wronged ones still can managed to believe in the law; yang kadang saya nggak ngerti apakah mereka emang punya dasar sekuat itu, apakah emang sebaik itu.

Sedangkan di Bad Guys ini digambarkan bagaimana orang yang jadi korban orang jahat sampai harus kehilangan orang yang sangat berharga, kemudian ada keinginan kuat untuk melakukan pembalasan supaya orang jahat itu menderita juga dengan cara yang kejam. Mereka ngerasa sangat tidak adil karena menderita sendiri, sedangkan penjahatnya "cuma" dihukum begitu, atau bahkan tidak dihukum sama sekali. Dan menurut saya gambaran itu sangat realistis. Bukannya saya membenarkan praktek pembunuhan atau jenis balas dendam lainnya. Cuma maksud saya, sangat manusiawi kalau orang yang menderita kehilangan orang yang berharga ada keinginan untuk membalas pelaku dengan hal yang sama.

Dan yang terpenting, drama ini kemudian menggambarkan bagaimana proses seseorang dalam memahami kalau memang hukum yang dibuat secara formal dan legal oleh negara itu memang hal yang tepat. Saya suka bagaimana drama ini memang menyajikan proses pemahaman tersebut yang muncul dari dalam diri mereka, tidak serta merta memegang prinsip untuk mematuhi hukum tersebut meski tersakiti. Dari yang awalnya berkeinginan bahkan melakukan tindakan main hakim sendiri, hingga kemudian sisi kemanusiaan dalam diri mereka menyadarkan untuk kembali ke jalan yang manusiawi.

Itu adalah gambaran yang sangat realistis menurut saya. They didn't give a damn, and I like it!


The Setting and Production


Saya bukan orang sinematografi dan nggak banyak pengetahuan di bidang itu, jadi sebenernya saya agak mikir-mikir bagaimana menyampaikan dengan tepat apa yang saya lihat dan rasakan mengenai bagian ini. Secara sederhananya, saya gambarin aja Kmovie sama Kdrama. Kalau diperhatikan, gambar yang dihasilkan Kmovie sama Kdrama sangat berbeda; begitu juga unsur lain kayak sound dan effect.

Kmovie lebih mengutamakan unsur real dalam penyajian gambar, dari mulai make up, wardrobe, sampai background tempat scene diambil. Nggak ada orang miskin yang bisa ganti-ganti sepatu bagus setiap hari kayak di Kdrama saat Anda nonton Kmovie. Nggak ada buronan polisi yang mukanya mulus banget padahal mana sempet cuci muka kan, kayak yang suka ada di Kdrama. Dan drama ini banyak menggunakan cara pengambilan gambar ala movie.

Saya menyadari hal itu pas dari awal para ajussi itu jenggot sama kumisnya kelihatan banget dengan jelas, hal yang sangat jarang saya temuin di Kdrama. Biasanya Kdrama lebih mulus dan glowing dalam penyajian gambar bagian wajah, karena mengandalkan visual sebagai salah satu daya tariknya. Tapi di Bad Guys ini bahkan se-Park Hae Jin nya pun sangat kelihatan itu pori-pori mukanya, sampai saya ngebatin, "Oh, Park Hae Jin juga manusia ternyata" hahaha oke ini nggak penting :D Cuma maksud saya, drama ini menggambarkan sedemikian real-nya bahkan dari hal-hal yang kecil. Saya sampai terpana gitu lihat Park Hae Jin pakai sepatu belel kayak yang suka dipakai anak sekolah buat upacara.

Dan saya sangat suka hal itu. Seperti yang saya bilang sebelumnya, saya bukan orang sinematografi jadi nggak tahu gimana istilah yang tepat. Tapi angle pengambilan gambar, warna background, sound, dan hal-hal lain yang disajikan drama ini membuat saya ngerasa kalau ini adalah drama yang memiliki kualitas produksi yang sangat bagus; dibuat dengan sangat baik dan ditata dengan apik.

Satu lagi yang bikin saya makin kagum sama drama ini, saya jadi tahu kalau pola action scenes Park Un Cheol yang gangster dengan polanya Jung Tae Soo yang pembunuh bayaran itu sangat berbeda. Park Un Cheol memiliki destroy-it-all vibe dalam pola action scenes-nya, sedangkan Jung Tae Soo lebih ke gerakan yang gesit dan elegan tapi pasti mengenai titik lumpuh sasaran. Kalau ditambah polanya Oh Gu Tak dan Lee Jung Mun, meski nggak sebanyak mereka berdua action scenes-nya, perbedaannya justru lebih terlihat lagi. Oh Gu Tak punya gaya action khas polisi detektif yang biasa ada di drama dan movie, sedangkan Lee Jung Mun lebih mengandalkan penggunaan alat karena dia sadar akan kemampuan berantem dirinya.

Ini mungkin hal yang biasa dan familiar untuk disadari bagi orang lain, tapi saya pribadi kaget bisa melihat hal-hal seperti itu saking drama ini detail menggambarkannya. Saya bahkan masih nggak nyangka bisa menggambarkan pola action scenes dengan kata elegan hahaha. Saya kan sebenarnya nggak begitu suka genre action dan yang melibatkan berantem lainnya, biasanya suka saya skip kalau lagi bagian action scenes. Tapi di drama ini saya jadi tersadar kalau action scenes itu punya pola yang beragam tanpa saya harus mikir keras; karena itu semua diperlihatkan dengan jelas, detail, dan tentunya sangat apik. Bravo!

The Ending


Saya selalu memasukkan ending sebagai aspek yang penting dalam menikmati suatu drama, sekaligus hal yang sangat mengkhawatirkan dalam dunia Kdrama. Menemukan ending yang nggak mengecewakan dan bikin refleks komentar, "Apa sih kok gini?" aja udah merupakan keberuntungan tersendiri saat nonton Kdrama. Apalagi bisa menemukan ending drama yang bagus. Dan apalagi bisa menemukan ending yang sangat bagus tanpa ada kurang apapun, itu saya kayak diberikan anugerah dan keberkahan luar biasa oleh Yang Maha Kuasa hahaha.

Dan diatas segala hal yang membuat saya jatuh hati sama Bad Guys, drama ini memberikan ending yang sangat bagus untuk pertama kalinya selama saya nonton Kdrama! Mungkin ini kayak lebay atau apa, atau emang beneran lebay dan saya nggak objektif; tapi itulah yang saya rasakan atas ending dari drama ini. Saya sangat puas dengan ending-nya sampai saya pikir Bad Guys nggak akan bisa membuat ending lebih bagus lagi dari itu. 

Pertama, semua pertanyaan dan permasalahan terselesaikan dengan realistis dan logis. Itu hal yang sangat penting untuk drama genre seperti ini. Kedua, drama ini nggak berakhir dengan sesuatu yang dreamy, yang malah bisa merusak bagusnya episode-episode sebelumnya. Ketiga, dan yang baru saya alamin sekali ini; adalah perasaan lega dan puas saat nonton ending yang sebenarnya sampai sekarang saya juga nggak tahu apa alasan pastinya. Yang jelas ending drama ini sangat membuat saya kagum dan bikin saya pengen berterima kasih sebanyak-banyaknya sama tim produksi dan para pemainnya.

Final Thought


This is a really, truly recommended drama ever!

Rasanya saya udah nggak bisa berkata banyak lagi soal drama ini, karena takut spoiler deh bener. Sepanjang nulis review ini pun saya lebih berhati-hati dari biasanya, dibaca lagi dan lagi apa yang baru saya tulis. Karena saya nggak mau kalau saya nggak sengaja ngasih spoiler yang bikin orang berkurang sensasi serunya pas nonton drama ini. Abis sayang banget kalau akhirnya sensasinya nggak dapet karena kepalang dapet spoiler. Tapi karena saya manusia biasa yang nggak lepas dari khilaf dan salah, tolong dimaafkan kalau masih ada hal yang dianggap spoiler banget yaa :)

Kalau kemudian ada pertanyaan seperti, "Aku nggak suka nonton genre yang begitu, kira-kira aku bakal suka nggak, ya?". Jawaban saya simpel; saya merekomendasikan drama ini bukan karena yakin orang bakal suka. Tapi karena yakin dan merasa kalau ini adalah drama yang sangat bagus :)

Drama ini nggak perlu meleburkan diri dengan mencakup berbagai genre supaya bisa disukai, karena menurut saya justru sesuatu yang fokus itulah yang bisa totalitas. Bad Guys adalah salah satu contoh hasil produksi yang sangat totalitas dengan great teamwork antara tim produksi, staff, dan tentunya the cast. Banyak hal yang ingin saya sampaikan soal bagaimana bagus dan apiknya drama ini di mata saya, hal-hal detail yang bikin saya sangat amat suka drama ini; tapi lagi-lagi saya takut ngasih spoiler kebanyakan.

Jadi, sekian review saya tentang drama Bad Guys ini. Saya sangat berterima kasih pada semua tim produksi, staff, dan tentunya para cast yang sudah membuat drama ini bisa sangat bagus dan keren ini. And respect! Sepanjang nonton drama ini, saya terus bertanya-tanya kok bisa mereka bikin drama begini, bagus banget, keren banget. Oh dan tentunya terima kasih juga pada OCN yang udah nayangin drama ini. Setelah nonton Bad Guys, saya jadi searching tentang OCN dan ternyata TV kabel itu banyak produksi drama bagus ya. Mungkin lain kali saya akan nonton drama-drama lain dari OCN ini.

Dan OCN akan produksi Bad Guys session 2! Saya sering lihat artikelnya soal ini, tapi sebelumnya saya nggak begitu memperhatikan karena emang belum tertarik. Tapi setelah nonton Bad Guys ini, saya jadi menanti-nanti Bad Guys 2 tayang. Saya agak sedih sih karena cast-nya baru, tapi tetap nggak mengurangi antisipasi dan ekspektasi saya terhadap session 2-nya. Sekaligus agak berharap seenggaknya para cast dari session yang pertama muncul sebagai cameo :)

Well then, selamat menonton!

Don't they look so good together? :)
I just can't get enough of them :D
Bonus : this is just so cool!

Jumat, 21 Juli 2017

A First Look at "School 2017"

Poster Drama School 2017
Ketika denger berita kalau drama School akan diproduksi dan ditayangin lagi oleh KBS, saya sangat seneng dan cukup menanti drama ini tayang. Saya memang agak kecewa ketika School 2015 diproduksi oleh salah satu agensi besar di Korea Selatan dan hasilnya nggak sesuai dengan ekspektasi. Nggak kayak School series yang seharusnya meng-cover kisah tentang beragam dan berbagai sisi dunia sekolah di Korsel, School 2015 terlalu fokus sama kisah individu dan kisah cinta segitiganya menurut saya. Jadi ketika dikabarkan kalau School 2017 kembali dipegang KBS, saya berharap seri ini bakal kembali mengusung kayak pendahulunya.

Btw saya kayak udah nontonin semua School series aja ya *hahaha*, padahal baru nonton yang seri School 2013 doang karena yang dulu-dulu susah dicari videonya. Dan btw lagi, review itu saya bikin di tahun 2013 jadi harap maklum kalau masih berantakan tulisannya :D

Oke, kembali lagi ke topik awal School 2017. Setelah nonton dua episode pertama drama ini, sebenernya saya ngerasa nggak banyak yang bisa saya ulas untuk jadi review. Tapi karena drama ini cukup saya tunggu dan bagian dari drama series yang cukup fenomenal di Korea Selatan, saya tetap akan nulis review nya hihi. Drama ini tayang di KBS setiap Senin dan Selasa pukul 22.00 KST.

Ada dua point yang menjadi garis besar dalam review saya kali ini. Dan seperti review yang sudah-sudah, tulisan ini bukan berarti saya seorang ahli atau apa; cuma kebetulan seneng banget nonton drakor hehe.

And this review may contain some spoilers ~


The Cast


Pas ada artikel yang memberitakan kalau Kim Yoo Jung nolak buat main di drama ini, saya nggak ngerasa kecewa atau sayang banget dia nggak ambil peran itu. Tapi jujur pas ada artikel yang beritain kalau Kim Se Jeong yang akhirnya ngambil peran utamanya, saya agak khawatir. Ya, saya emang punya pre-judge tentang idol yang belum banyak main drama (saya baca di wiki dia cuma satu drama dan itu pun sebagai special appearance) tapi langsung jadi main cast. Saya punya ekspektasi yang cukup tinggi atas drama ini karena akhirnya diusung lagi berdasarkan origin-nya, dan berharap main lead-nya nggak mengacaukan drama.

Kim Se Jeong as Ra Eun Ho
Dan sejauh ini menurut saya, Kim Se Jeong is alright. Nggak waw banget sampai saya terkagum-kagum, tapi juga nggak mengecewakan. Ada beberapa scene Kim Se Jeong yang bikin saya ngebatin, "Ih kok..."; tapi saya akhirnya maklum karena dia emang belum banyak main drama. Saya juga cukup terkesan di salah satu adegan, kalau ga salah di episode 2, yang dia nangis kejer dan bikin atmosfirnya berasa sedih banget.

Potemtial Love Triangle?
Gambar diatas adalah salah satu poster dari drama ini, dan saya menyimpulkan kalau ketiga orang inilah yang jadi main lead-nya. Meski kemungkinan besar cakupan ceritanya lebih luas ke banyak tokoh kalau dilihat dari poster pertama yang ada di awal review ini. Tapi pasti ketiga orang ini, Ra Eun Ho (Kim Se Jeong), Hyun Tae Woon (Kim Jung Hyun) dan Song Dae Hwi (Jang Dong Yoon); tetap megang peranan penting dalam drama. Dan pretty please, meskipun ada kisah cinta segitiga dalam drama ini, tapi semoga nggak overshadow kisah lainnya. Semoga sutradara dan penulis naskahnya belajar dari pengalaman series sebelumnya *eh :D

He got the aura and of course, the look :D
Saya belum pernah nonton drama dua cowok itu, tapi cukup familiar sama pemeran Hyun Tae Woon dan ternyata dia main di Jealousy Incarnate. Tokoh Tae Woon ini juga cukup menarik perhatian saya dari awal karena perannya sebagai jenis cowok tsundere, seolah dingin tapi aslinya baik, yang sebenernya udah banyak banget ditemuin di drakor. Tapi kita harus mengakui kalau cowok-cowok begitu nggak pernah gagal menarik perhatian, kan? Hahaha.

Tokoh Song Dae Hwi sendiri digambarkan sebagai murid teladan dan ketua OSIS yang baik hati juga sering nolongin temen-temennya. Tapi ada beberapa adegan yang menunjukkan kalau Song Dae Hwi ini menyimpan sesuatu yang bertolak belakang dengan image nya selama ini, dan saya sangat menunggu hal itu dimunculkan.

The charisma
Dan saya malah lebih familiar sama cast lain dalam drama ini karena banyak wajah-wajah yang udah cukup sering main drama. Ada satu cast yang saya ngerasa amat familiar, tokoh Hwang Young Gun (Ha Seung Ri), dan pas nyari tahu pernah main dimana aja ternyata selama ini suka peran dia. Saya suka dia di Twenty Again saat memerankan jadi Ha No Ra dan di Producer jadi Tak Ye Jin saat remaja. Dan di drama ini pun, perannya cukup terlihat dan menarik perhatian karena dia sebagai murid yang rebel. Meski ada beberapa scenes yang dia-nya jahat gitu, tapi sepertinya ada kisah menarik dibalik semua tindakannya itu.

The Story


Really sorry to say, secara garis besar drama ini nggak begitu jauh beda dengan drama-drama tentang sekolah dan remaja lainnya (mianhae, scriptwriter-nim!). Well, kecuali satu hal dan itu adalah unsur misteri yang ada dalam cerita ini. 

The (so-called) Hero
Kisah misterinya menarik karena ada seseorang, atau mungkin sekelompok orang, yang bertindak menjadi "pahlawan" untuk menyelamatkan para siswa dari tekanan sekolah. Itu yang terlihat dari luar sih, nggak tahu apakah ada motif atau tujuan tersembunyi dibalik tindakan-tindakan yang selama ini dilakukan.

One of the Hero's doing : set off the sprinklers to cancel a test
Tindakan-tindakan yang selama ini dilakukan sama "pahlawan" itu merupakan hal yang dianggap oleh sekolah dan para guru sebagai kenakalan, karena bikin ujian dibatalkan, merusak foto kepala sekolah dan patung pemilik sekolah, dan semacamnya. Tapi tetap aja itu dianggap aksi heroik sama para siswa yang selama ini tertekan sama sistem sekolah dan perlakuan para guru serta kepala sekolahnya.

Selain itu, hal yang digambarkan di drama ini nggak begitu berbeda dengan drakor remaja pada umumnya. Persaingan ketat dalam memperebutkan nilai dan peringkat, bullying, backing dari mereka yang punya kekuasaan dan uang, dan semacamnya. Tapi meski begitu, hal-hal itu tetap menarik untuk disajikan karena segala sesuatu nggak akan pernah benar-benar sama, kan? Hehehe.

Seems fishy and kinda spooky
Selain aksi "pahlawan" misterius, ada juga sekelompok siswa misterius yang saling ngirim pesan nggak jauh setelah aksi pahlawan terjadi. Nggak tahu juga apakah sebenarnya mereka ini sosok pahlawan itu, atau mereka justru penentang dari pahlawan, atau kelompok lain yang nggak terduga tujuannya. Tapi ngelihat mereka saling ngirim pesan di grup chat (kemungkinan), saya jadi teringat Jungle Fish. Saya lupa di Jungle Fish 1 atau 2, ada sekelompok siswa yang tergabung di kelompok belajar rahasia gitu. Nggak tahu kenapa vibe nya ketika nonton adegan itu bikin keinget dan berasa kayak Jungle Fish jadinya.

And?


Setelah nonton dua episode pertama School 2017, mungkin saya harus menurunkan ekspektasi saya terhadap drama ini. Bukan karena drama ini yang tampak kurang bagus atau apa, tapi karena tontonan saya akhir-akhir ini cukup 'berat' dan sangat keren (menurut saya tentu aja haha) yang bikin ekspektasi saya terhadap drakor jadi sangat meningkat. Saya mungkin masih terbayangi dari mengagumkannya drama-drama yang saya ikuti belakangan seperti Tomorrow With YouMan to Man, dan tentu saja Lookout; yang bikin saya secara nggak sadar men-set standar tertentu. Dan jadi banyak maunya saat nonton drama hehehe.

Meski saya bilang akan menurunkan ekspektasi saya terhadap drama ini, tapi saya harap seenggaknya drama dari rangkaian School series ini nggak keluar "jalur" seiring berjalannya waktu nanti. Maksud saya, karena ini judulnya School ya ceritakanlah tentang sekolah secara keseluruhan, cerita remaja secara keseluruhan. Nggak kemudian terlalu fokus sama kisah cinta satu atau beberapa pasangan, atau kisah lain yang sebenernya nggak terlalu urgent untuk dibahas.

Dan tentu aja saya tetap akan mengikuti drama ini karena sejauh ini nggak (atau belum?) ada alasan untuk drop School 2017 ini. Selain saya penasaran sama misteri yang ada dalam drama ini, saya juga lumayan terhibur dengan bertebarannya dedek-dedek ganteng dan gemesh yang ada disini hahaha. Eh tapi pas saya cari tahu infonya, sebenernya mereka nggak muda-muda banget kok malah ada yang lebih tua dari saya (cari pembelaan) *LOL.

Selain itu, yang bikin saya cukup menikmati School 2017 adalah gambar-gambar cerah yang bikin penonton merasakan aura youth dari drama ini. Selain itu, lagi-lagi, sound yang ditata dan diletakkan dengan pas dalam drama yang bikin drama tampak lebih hidup dan sensasinya lebih berasa. Kayaknya hampir setiap review saya bahas soal sound dalam drama hahaha semua berkat Park Do Young (Another Oh Hae Young fellow fans, remember him? :D)

Anyway, let's just watch and enjoy this drama!
And him, of course :p

Kamis, 20 Juli 2017

Datanglah Besok Lagi

Datanglah besok lagi
Hari ini sudah terlalu besar angin yang menggoyahkan rumahku
Memecahkan kaca jendela dan membuatku meringkuk kedinginan di sudut ruangan

Datanglah besok lagi
Hari ini kedua tanganku sudah terlalu penuh
Menghalau semua yang berusaha terlalu keras untuk berdiri menghalangi jalanku

Datanglah besok lagi
Hari ini terlalu kelewatan untuk dilanjutkan dengan semua ketidakadilan dan kegilaan itu
Ragaku hanya satu, jiwaku juga satu
Beri mereka sedikit ruang untuk bernafas

Aku tidak akan lari. Aku akan tetap disini.
Akan kuhadapi kalian semua, sebanyak apapun. Sekuat apapun.

Tapi datanglah besok lagi.


22 Juli 2017, 22:02

Rabu, 07 Juni 2017

Hujan

Di penghujung malam, hujan turun lagi
Membawa tetes-tetes penuh senyuman

Aku akan menemanimu sampai pagi, katanya
Aku kawanmu, lupakan saja semua yang mengganggu

Dunia memang tidak ramah sejak dulu

Hujan masih turun
Udara dingin memeluk sudut hati

Menenangkan gejolak pertarungan besar yang selalu terjadi disana

-5 Juni 2017-