Rabu, 23 Mei 2018

Shoes That Didn't Fit

Pic source : Pinterest (words by me)

I looked around and found myself in different color than others
For awhile, I wondered why I didn't have the same color as them
But then I realized, why I must be the same?

Forcing yourself to bend in similiar color with others; it's like putting your feet into shoes that didn't fit
Maybe you can walk along
And maybe sometimes, you can run

You can wear it for awhile, but it won't last long
You can wear it for emergency, but not continuously

And sooner or later, you'll hurt your feet

Sabtu, 12 Mei 2018

You Drive Me Crazy : Leaves You Wanting More

You Drive Me Crazy Poster (source)

Finally found another fun and interesting drama!

Seperti yang udah pernah saya bilang, dunia drakor itu musiman, kalau lagi musim drama bagus ya bagus-bagus semua. Tapi kalau lagi nggak musim, susah banget nemu drama yang sreg di hati, yang bikin saya sampai kebawa senyum-senyum sendiri bahkan sampai udahan nontonnya :D Well, itu tentu aja kembali lagi ke selera masing-masing, sih.

Dan untuk drama You Drive Me Crazy ini, short drama tepatnya, seru dan menarik menurut saya. Saya emang cukup menunggu drama ini karena tahu yang main itu Kim Seon Ho, yang dari awal saya lihat dia udah suka banget sama aktingnya. Sedihnya, saya kira ini drama panjang atau setidaknya kayak drama reguler biasa sekitar 16 episode. Tapi drama ini cuma ada 2 episode, yang dipisah jadi dua part setiap episodenya. Mau lihat Kim Seon Ho lebih lama lagi padahal :(

Sinopsis singkat drama ini yang saya baca di internet adalah kisah tentang dua orang yang udah sahabatan lama, tapi karena satu kejadian 'kecelakaan' akhirnya hubungan mereka jadi rumit dan menggantung antara persahabatan dengan cinta. Sinopsis ini juga yang bikin saya tertarik buat nonton, karena saya pribadi emang suka cerita-cerita tentang teman lama yang akhirnya saling suka hahaha. Saya termasuk orang yang percaya kalau cewek sama cowok itu nggak mungkin jadi sahabat tanpa pernah ada apa-apa, dan cerita sahabat-jadi-cinta di drama-drama itu selalu menyenangkan buat ditonton.

Karena drama ini cuma dua episode dan saya udah nonton sampai habis, jadi saya akan me-review isi keseluruhannya. Sebenernya ini agak jadi tantangan juga buat saya untuk me-review tanpa banyak kasih spoiler, soalnya singkat banget dramanya juga kan. But I'll try to keep it as minimum as possible, dan nggak akan mengurangi esensi dari keseluruhan cerita drama ini :)

The Cast


The Genius Painter

Kim Rae Wan (Kim Seon Ho; Two Cops, Strongest Deliveryman) adalah seorang pelukis yang cukup terkenal. Kim Rae Wan ini tangannya ahli, mulai dari melukis, memasak, sampai seneng beres-beres juga. Personality Kim Rae Wan seperti layaknya para seniman yang sering digambarkan di drama-drama; jenius tapi agak picky. Kim Rae Wan juga tahu banget gimana ngomong sama wanita dan apa yang mau mereka dengar, jadi nggak heran kalau dia selama ini banyak pacarnya :D

Dibanding tokoh-tokoh yang pernah diperankan Kim Seon Ho yang udah saya tonton sebelumnya, tokoh Kim Rae Wan ini emang agak lebih 'serius' dan cool. Kalau yang sebelum-sebelumnya kan tokohnya lebih lepas, apalagi di Two Cops. Tapi di drama ini juga, Kim Seon Ho terlihat lebih ganteng dari sebelumnya; terutama senyumnya, dengan lesung pipitnya yang entah kenapa kok terlihat makin manis hahaha. Jadi yang awalnya saya suka dia karena seneng lihat aktingnya yang natural kayak nggak ngapalin naskah, sekarang makin-makin suka karena dia terlihat lebih ganteng :D

The "Transformer" Translator

Female lead-nya adalah Han Eun Seong (Lee Yoo Young; Tunnel, The Treacherous), seorang translator Bahasa Prancis yang masih struggle untuk keep in track dalam pekerjaannya. Awalnya, Han Eun Seong ini terlihat sangat-sangat biasa menurut saya. Apalagi saya baru pertama kali nonton aktris ini, yang saya sempet agak bete kok Kim Seon Ho sekalinya jadi lead dipasangin sama aktris ini.

Tapi lama-lama ketika karakternya mulai keluar, ternyata makin menarik untuk dilihat. Han Eun Seong digambarkan sebagai wanita yang easy going dan cenderung agak sembrono, tapi nggak kayak di drakor kebanyakan yang kerjaannya dikit-dikit bikin masalah yang kemudian diberesin sama male lead-nya. Han Eun Seong ini berusaha keras dalam hidup dan pekerjaannya, meski begitu dia tetap bisa menikmati hal-hal kecil dalam hidupnya. Satu yang saya seneng dari tokoh Han Eun Seong adalah dia sangat menghargai orang lain, terutama bagaimana dia merespon saat orang lain bicara.

Dan namanya juga drakor, nggak seru dong kalau nggak orang ketiga yang semakin mengguncangkan hubungan leads kita :D

Energetic yet Melancholic Musician

Second lead yang pertama adalah Yoo Hee Nam (Sung Joo; The Liar and His Lover), seorang musisi muda yang sangat bebas mengekspresikan apa yang dia rasakan dan dia mau. Yoo Hee Nam ini sebenernya adalah kenalannya Kim Rae Wan, tapi kemudian ketemu Han Eun Seong yang lagi di rumah Rae Wan.

Hmmmm... actually I don't wanna talk much about her :D

Second lead yang kedua adalah Moon Seo Jung (Kwon Doh-Woon), seorang part timer di cafe milik seniornya Kim Rae Wan. Seperti yang saya bilang diatas, saya nggak begitu mau bahas banyak soal dia :D Nggak ada hal menonjol dari tokoh ini yang bikin saya tertarik atau simpatik, mungkin karena munculnya juga sedikit-sedikit. Meski sebenernya dia ini cantik kalau karakternya nggak nyebelin hahaha bisa begitu ya :D

The Character and Chemistry


When they're in sweet mode...
And when they're in fight mode :D

Hal yang saya seneng dari kisah teman lama, teman kecil, dan semacamnya adalah kita sebagai penonton nggak perlu banyak waktu untuk melihat bagaimana para karakter membangun chemistry dan kedekatan diantara mereka. Kisah semacam ini cocok untuk short drama kayak gini yang emang nggak memiliki durasi sepanjang drama biasa. Karena diceritakan udah bersahabat selama 8 tahun, kedekatan antara Kim Rae Wan dan Han Eun Seong ini udah terbangun banget; plus chemistry-nya juga. Saya suka setiap dialog mereka yang mengalir begitu aja, kayak nggak ada plot-nya, karena dari satu bahasan menclok ke bahasan lain. Ya kayak kalau kita ngobrol sama teman lama aja kan pasti menclok sana-sini, nyambung sana-sini.

Dan hal yang paling saya suka dari interaksi dua orang itu adalah bagaimana mereka bisa saling menerima dan memahami satu sama lain, saking udah lamanya temenan dan udah tahu luar dalam satu sama lain. Terutama gimana Kim Rae Wan yang sangat-sangat bisa menghadapi Han Eun Seong dengan segala antics-nya, apalagi kalau Eun Seong lagi mabuk atau stres gitu. Dia juga 'mengurus' Eun Seong dengan baik, terutama masakin makanan-makanan enak saat Eun Seong susah nyari waktu makan di sela-sela pekerjaannya.

Setiap saya nonton drama dengan tokoh semodel gini, saya langsung jatuh hati dan merasa kalau tokoh semacam itu tipe ideal banget. Orang yang bisa nerima kita meskipun udah tahu gimana jelek-jeleknya kita, dan tetap bertahan di samping kita despite everything itu kan langka banget. Orang yang asyik banget jadi teman, asyik diajak cerita dan main, ditambah lagi so sweet gitu kan namanya drama; lebih langka lagi. Semacam Lee Dong Wook di Bubble Gum dan Im Sung Min di Age of Youth 2 (played by Son Seung Won), meski emang Im Sung Min itu sampai saat ini tiada tanding idealnya :D

Selain itu, saya juga suka gimana mereka tahu banget bagaimana caranya menghibur satu sama lain saat ada masalah. Mereka nggak menggunakan kata-kata klise semacam nasihat, hwaiting, dan semacamnya. Tapi justru dibawa becanda atau hal lain yang nggak serius-serius banget, tapi tetep menghibur. Juga gimana Han Eun Seong yang bisa banget menghargai apa yang dilakukan Kim Rae Wan, sekecil apapun itu. Jadinya klop mereka berdua, sama-sama bisa memahami dan tahu gimana menghadapi satu sama lain. Saya jadi mikir mungkin aja Kim Rae Wan sering ganti-ganti pacar karena ya dia belum nemu yang pas sama dia, nggak ada yang kayak Han Eun Seong itu.

Terus, saya juga melihat kalau karakter kedua leads kita ini saling melengkapi karena sama sekali berbeda satu sama lain. Kim Rae Wan yang agak picky meski sebenernya care kalau udah deket, dengan Han Eun Seong yang terkesan seenaknya dan bertindak sesuai yang dia mau. Jadi Han Eun Seong bisa dengan cuek 'menerobos' batas-batas yang dimiliki Kim Rae Wan dan kemudian mereka pun bisa jadi deket banget. Seneng aja jadinya kalau ngelihat interaksi mereka berdua, klop gitu terlihatnya.

Yap, that's right.

The Story


Well, we predicted this, right?

Dari awal baca sinopsisnya, sebenernya udah ketebak banget bakal gimana jalan cerita dari drama ini. Karena sebenernya cerita semacam ini juga bukan hal baru lagi di Kdramaland, tapi tetep aja seru buat diikutin. Jadi hubungan antara Kim Rae Won dan Han Eun Seong jadi rumit dan kacau, yang mereka juga awalnya nggak tahu apa yang sebenernya mereka mau. Sekalipun mereka akhirnya udah tahu apa yang mereka inginkan, mereka nggak bisa lantas melakukan hal itu karena status persahabatan mereka.

Sayangnya drama ini pendek banget kan cuma dua episode, jadi kurang mendapat ruang buat menceritakan bagaimana awkward-nya hubungan mereka setelah kejadian itu. Terus kurang ruang juga buat menjelaskan bagaimana kerumitan dan kekacauan hubungan mereka yang jadinya jadinya nggak jelas, kayak teman tapi juga bukan kayak teman. Ruang buat menjelaskan bagaimana proses perkembangan hubungan mereka berdua jadi sempit, jadi kayak terlalu diburu-buru. Padahal saya pengen banget lihat mereka berdua lebih lama, melihat gimana cerita mereka dijelaskan lebih panjang.

Drama ini juga menceritakan gimana maju mundur nggak jelas-nya seorang wanita yang tergambar dengan relatable banget oleh tokoh Han Eun Seong. Gimana dia pengen tahu kejelasan antara mereka, tapi pas udah ada tanda-tanda kesana malah mundur teratur. Gimana dia yang mau melepas, tapi juga nggak mau dilepas. Ya namanya juga cewek kan suka nggak jelas maunya apa :D Tapi anehnya, saya ngerti gitu kenapa Han Eun Seong melakukan hal itu; ngerti bagaimana kerumitan pikiran dan perasaan dia saat menghadapi hal itu. Jadi mungkin kalau cewek yang nonton drama ini juga bakal ngerti sama apa yang dilakukan dan dirasakan Han Eun Seong, meskipun tetap geregetan juga :D

Me, everytime watching them being frustating

Final Thought


Alangkah menyenangkannya kalau drama ini sedikit lebih panjang, itu hal yang selalu muncul di pikiran saya setelah selesai nonton. Mungkin kalau 16 episode memang akan kepanjangan dan kehabisan cerita yang jadinya malah ngalor ngidul atau ngebosenin, kayak kasus Bubble Gum atau Fight for My Way. Cuma dua episode itu pendek banget banget banget, seengganya drama ini butuh minimal 8 atau 10 episode kalau menurut saya. Jadi lebih puas melihat gimana perkembangan cerita mereka, gimana chemistry mereka yang dapet banget, dan tentunya lebih lama lagi ngelihat Kim Seon Ho dengan segala pesonanya :D

Karena emang nggak puas banget nonton kisah mereka cuma dalam dua episode, kayak pengen terus-terusan nonton mereka berdua dalam satu layar. Cerita drama ini mungkin klise dan bukan sesuatu yang baru, udah ada juga beberapa drama yang mengangkat tema serupa. Tapi saya enjoy aja nontoninnya, apalagi ada unsur komedinya juga kan jadi nggak bosen aja. Ceritanya juga nggak terlalu melow, jadi nggak serius banget tapi juga nggak terlalu ringan.

Dan karena drama ini yang terlalu pendek, saya sendiri agak kesulitan pas awal nonton untuk mengikuti gimana kerumitan hubungan mereka. Kan mereka emang jadi sama-sama ruwet tuh, dan numpuk kan muncul kejadian-kejadian dan orang-orang lain. Jadinya agak kayak timpang tindih karena durasinya terlalu pendek. Tapi karena saya seneng sama ceritanya, akhirnya saya tontonin lagi dari awal dan ngerti gimana kekacauan hubungan mereka yang ingin digambarkan di drama ini.

Saya cukup merekomendasikan drama ini sebagai tontonan yang menghibur, dan kayaknya bisa diterima juga oleh penonton secara general meskipun seleranya beda-beda. Drama ini nggak terlalu romantis banget, nggak terlalu serius banget; tapi sangat entertaining menurut saya. And make me want to see it more, and more, and more hahahaha. Ya semoga aja sih dua leads kita dipertemukan lagi di lain drama dengan cerita yang nggak kalah bagusnya juga (masih tetep berharap :D)

Well then, selamat menonton!

And get ready to fall for his charms! Especially his smile <3

Minggu, 01 April 2018

8 Times Kim Nam Joo Slay As Misty's Go Hye Ran

Kim Nam Joo as Go Hye Ran

Misty sudah tamat seminggu yang lalu, tapi saya masih kebayang-bayang alur cerita, ending, dan tentu saja Go Hye Ran dan semua kekerenannya. Misty sebenernya termasuk salah satu drama yang saya nggak nyangka bakal nonton dan ngikutin sampai akhir, dan kalau dari segi dramanya keseluruhan sebenernya saya nggak suka-suka banget juga. Tapi ceritanya bikin penonton terus tertarik buat ngikutin kelanjutannya, bikin penasaran dengan berbagai twist dan tentunya kabut; sama seperti judulnya, yang ada di dalamnya.

Yang paling saya suka dari drama Misty adalah Go Hye Ran yang diperankan dengan sangat amat apik oleh Kim Nam Joo (Queen of Reversal, Queen of Housewife, My Husband Got Family). Saya sendiri baru pertama kali nonton dramanya Kim Nam Joo, tapi karena lihat dia di Misty jadi penasaran mau nonton drama-dramanya yang lain. Kim Nam Joo benar-benar bersinar sempurna di Misty, yang kalau bisa saya bilang drama Misty adalah Go Hye Ran dan begitu pula sebaliknya. Saking kuatnya tokoh Go Hye Ran di drama itu.

Saya pribadi emang suka sama tokoh-tokoh wanita dengan tipe strong unnie, yang dengan kerennya menyelesaikan masalah-masalah mereka. Sebelumnya juga ada tokoh semodel itu yang saya temui di drakor, kayak Jo Soo Ji di Lookout, cuma Go Hye Ran ini di sisi yang berbeda. Go Hye Ran bukan hero kayak Jo Soo Ji, bukan orang baik tapi bukan juga orang jahat. Justru banyak cara-cara yang dia lakukan itu yang agak menyimpang, tapi di satu sisi prinsip yang dia pegang itu benar.

Saya nggak buat review khusus drama Misty itu sendiri, karena seperti yang saya bilang sebelumnya, kalau sebenernya dari segi keseluruhan drama ini saya nggak suka-suka banget. Drama ini terlalu banyak kabut, pas banget kayak judulnya. Semakin nambah episode semakin tebal kabutnya sampai saya nggak tahu mau kemana arah drama itu, tapi anehnya tetep menarik buat ditonton. Tetep saya tungguin dan pantengin karena penasaran sama ceritanya, dan selalu kaget sama twist-twist nya. Plus selalu kagum sama apa yang dilakukan Go Hye Ran, meski nggak semuanya bisa dianggap benar.

Menurut saya, Misty ya memang benar-benar misty. Banyak kabut dan kisah-kisah gelap di dalamnya, yang bercabang tapi nggak lantas jadi berantakan dan tetap ada akhirnya juga. Awalnya saya kira drama ini cuma bakal menceritakan gimana seorang Go Hye Ran yang jadi tersangka pembunuhan dan suaminya, Kang Tae Wook (Ji Jin Hee; Second to Last Love, I Have a Lover), yang jadi pengacaranya sedangkan rumah tangga mereka sedang di ujung tanduk. Tapi ternyata seiring berjalannya cerita, drama ini menyangkut juga ke ranah kekuatan pers, permainan politik, sampai intrik dendam pribadi. Ya seperti yang saya bilang, banyak banget kabut dalam drama ini yang gelap tapi seru banget buat diikutin.

Kabut itu pun sampai ke detik-detik terakhir drama ini, yang kalau drama lain biasanya saya akan kecewa dengan ending yang terlalu open. Tapi karena dari awal saya nggak berekspektasi apapun, karena udah kelihatan kalau drama ini bakal banyak kabut dan jalan berliku; saya pun nggak kecewa. Saya bisa memaklumi kalau ending-nya begitu dan nggak protes apa-apa. Bahkan saya nggak berekspektasi apapun sama Go Hye Ran, dimana awal-awal saya mikir kalau dia mungkin emang benar-benar pelaku pembunuhan itu. Saking terlalu berkabutnya drama ini, dan saking tokoh-tokohnya digambarkan dengan cukup complicated. Tapi anehnya, lagi-lagi, meskipun complicated tapi nggak lantas bikin saya give up buat nonton di tengah jalan. Malah makin penasaran dan jadinya ikut mikir sama apa yang sebenernya terjadi.

Jadi saya pun hanya akan membahas tentang Go Hye Ran, di bagian-bagian yang menurut saya dia itu keren banget. Sebenernya banyak banget scene yang menunjukkan kerennya Go Hye Ran, sampai saya bilang bahwa drama Misty ya Go Hye Ran itu sendiri :) Tapi kan nggak mungkin juga saya tulis semua disini, jadi saya akan bahas bagian-bagian yang benar-benar bikin saya awe terhadap Go Hye Ran anchor-nim ini.

1. Anchor Greeting



Saya suka banget denger Go Hye Ran saat dia membawakan berita di News Nine, suaranya mantap dan terdengar sangat percaya diri; terutama saat dia greeting di pembukaan segmen. Selama ini saya nggak pernah merhatiin tokoh anchor yang ada di drama, tapi Go Hye Ran bikin saya terkagum-kagum dengan gaya membawa beritanya. Lugas, tegas, jelas; menyaingi anchor asli malah kata saya. Dan Go Hye Ran emang terlihat paling bersinar, paling percaya diri, saat dia membawakan beritanya.

2. Confrontation



"I have faced so many dead ends in life. 
I can't either progress or step back.
In that situation, I never ran away or avoided it. 
I always confront it. 
Either I get smashed, or you do. 
And I have never lost even once."

Scene ini yang bikin saya untuk pertama kalinya ber-awe ria terhadap Go Hye Ran. Disini dia cold, tapi juga cool; dan kerennya Kim Nam Joo bisa deliver perpaduan kedua emosi itu dengan sangat baik. Dia bikin orang geregetan karena sampai segitunya untuk mengalahkan orang yang menghalangi jalannya, tapi juga kagum karena konfrontasi yang dilakukannya. Emosi semacam ini di dunia nyata pun susah ditemuin kalau menurut saya, dan Kim Nam Joo bener-bener apik banget menyampaikan di drama ini!

3. Principle



"The realization of a just society. It might be a boring and old phrase to you, but it's such a desperate phrase to me like my life."

Di dua sampai tiga episode awal, saya nggak ngerti kenapa Go Hye Ran sampai segitunya untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Saya pikir mungkin itu cuma ambisi dan harga diri dia, yang ingin terus climbing higher sampai puncak tertinggi. Dan emang benar, Go Hye Ran selalu ingin climbing higher; tapi karena prinsipnya. Go Hye Ran ternyata punya prinsip untuk mewujudkan a just society, hal yang sebenernya saya nggak nyangka akan keluar dari dirinya. 

Karakter Go Hye Ran digambarkan sangat kuat sampai bener-bener nggak terduga kalau itu tujuan dia, dan emang diterapkan dengan benar sepanjang dia menyampaikan berita. Dia ingin climbing higher karena dia nggak mau ada yang menghalangi dia untuk menyampaikan berita, menyampaikan kebenaran yang layak diketahui masyarakat; demi tujuannya mewujudkan dunia yang adil itu. Meskipun sayangnya di ending ada kenyataan pahit yang berkaitan dengan prinsip yang dia pegang ini :(

4. Grabbing Chance



"You'll regret this. I'm certain."
"It's better than regretting for not taking the chance later. I've always been like that."

Line ini benar-benar menohok saya. Go Hye Ran bukannya nggak memiliki keraguan atau ketakutan atas pilihan yang diambilnya, tapi dia memutuskan untuk mengalahkan itu semua dan tetap mengambil kesempatan yang ada di depan mata. Hal itu salah satunya yang bikin Go Hye Ran bisa terus menapak naik dan berada di tempatnya sekarang, anchor ternama yang bukan cuma jadi boneka; yang mana itu adalah posisi yang sulit didapat terutama buat wanita di Korea Selatan sana.

5. Fight Back



"I have no more place to go. 
When a person has nothing to lose, they aren't scared of anything. 
I have nothing to left to protect."

Ketika pihak-pihak berkuasa berusaha keras menjatuhkan Go Hye Ran karena berita yang disampaikannya, Go Hye Ran nggak tanggung-tanggung untuk fight back. Di scene ini, kondisinya Go Hye Ran benar-benar sudah tersudut dan tentunya dia nggak terima diinjak-injak oleh orang-orang berkuasa itu. Jadi dia pun langsung balas menyerang orang-orang itu meski harus mempertaruhkan semuanya, dan dengan plan yang sangat keren!

6. Calling Out Enemies



Saya suka banget scene ini! Entah berapa kali saya replay di bagian ini, abisnya keren banget hahahaha. Scene ini sebenernya masih bagian dari proses fight back dia terhadap orang-orang yang menjatuhkan dia itu. Saya nggak nyangka Go Hye Ran bakal melakukan hal ini, nggak kepikiran karena saat itu sebenernya keadaan dia juga terdesak. 

Dan karena sebelumnya kan Go Hye Ran digambarkan sebagai femme fatale yang anggun dengan dignity yang tinggi, jadi saya nggak nyangka aja dia bakal melakukan hal bold seperti ini. Di scene ini saya kayak diingatkan lagi kalau bagaimanapun juga, Go Hye Ran adalah seorang reporter; yang melakukan berbagai cara untuk mendapatkan beritanya.

They told what's on my mind!

7. Protect Herself



"I'll protect myself. Just as it has always been, I'll take care of myself."

Sebenernya di scene ini perpaduan antara sweet-nya Kang Tae Wook yang bilang kalau hanya dia yang bisa melindungi Go Hye Ran, sekaligus menunjukkan kuatnya Go Hye Ran. Karena terlalu banyak menghadapi up and downs, Go Hye Ran terbiasa melindungi dirinya sendiri. Mungkin itu juga yang membuat dia jadi bold dan terkesan cold, karena ya emang dia hanya punya dirinya untuk melindungi dirinya sendiri. Dan saya sangat suka dengan line ini, sangat suka dengan strong-nya unnie ini. Applause for Go Hye Ran!

8. Standing Alone



"So if you think it's hopeless to be on my side; don't hesitate, and stab me in the back. I'll accept your betrayal."

Go Hye Ran nggak pernah ragu dan terus maju selama dia tahu dia nggak salah, tapi juga nggak minta siapapun buat berada di pihaknya. Apalagi dia tahu kalau yang dia hadapi adalah orang-orang berkuasa yang bisa melakukan apa saja, jadi dia nggak memaksa orang untuk mendukung dia. Meski begitu, kerennya, Go Hye Ran tetap dapat maju menghadapi semuanya meskipun berdiri sendiri. Go Hye Ran tetap aja lantang dan tegas buat melawan orang-orang yang menjatuhkan dia, yakin kalau memang dia yang benar.

Meski sudah bahas 8 scene, tetap aja kayaknya saya masih mau ngomongin Go Hye Ran lebih banyak lagi :D Saya pun jadi ngefans sama Kim Nam Joo, bertanya-tanya selama ini saya kemana aja kok baru tahu ada aktris sebagus ini. Juga bertanya-tanya para produser kemana aja kok nggak melibatkan Kim Nam Joo dalam berbagai project bagus. Semoga aja setelah Misty ini Kim Nam Joo bakal banyak tampil di project-project keren, apalagi memang banyak juga yang kagum sama karakter dia sebagai Go Hye Ran.

Dan apakah saya merekomendasikan untuk menonton Misty? Well, itu saya kembalikan lagi pada pilihan masing-masing :D Saya nggak bisa bilang drama itu recommended, meskipun saya juga cukup menikmati dan sangat kagum dengan Kim Nam Joo disitu. Cuma mungkin nggak semua orang suka drama dengan tema seperti itu, apalagi seperti yang saya bilang; drama ini terlalu banyak kabutnya. Tapi kalaupun Anda akhirnya memutuskan buat nonton drama ini dan ngikutin jalan ceritanya, kemungkinan besar nggak akan menyesal :D 

Pokoknya kalau mau nonton, selamat menonton! Siap-siap dibuat kagum sama Go Hye Ran!

That's Go Hye Ran.
Yep, that's Go Hye Ran!

A First Look at "A Poem A Day"

A Poem A Day Drama Poster (source)

Setelah nulis deretan drama favorit saya di tahun 2017, saya emang belum nulis review lagi tentang drama-drama yang baru tayang di tahun 2018. Ada beberapa drama yang emang bagus, tapi nggak tahu kenapa nggak sampai bikin saya tergerak buat bikin review awalnya kayak biasa hehe. Baru setelah saya iseng-iseng nonton drama ini, kok ternyata menarik juga dan akhirnya saya jadi terdorong buat bikin reviewnya.

Sebenernya saya udah agak tertarik buat nonton drama ini sejak artikel-artikelnya muncul, terutama dari judulnya kan ada unsur poem-nya. Cuma terus agak ga interest lagi setelah tahu kalau ruang lingkup drama ini seputar dunia medical, yang waktu itu saya nggak ngerti kok judulnya gitu tapi tentang medical. Akhirnya saya baru nonton kemarin pas ada waktu agak senggang dan emang lagi nyari-nyari drama baru buat ditonton. Dan ternyata drama ini jauh lebih menarik dari yang saya kira, mungkin itulah sebabnya kenapa kita sering dinasehati untuk jangan asal judge kalau belum lihat langsung :D

Sinopsis singkatnya, drama ini bercerita tentang kehidupan para tim medis di rumah sakit, tapi bukan dokter. Drama ini tayang di tvN setiap Senin dan Selasa pukul 21.30 KST. Judul literalnya agak panjang kalau saya lihat di wikipedia sih, A Poem A Day: You Who Forgot Poetry. Dan saya akan bahas beberapa hal yang menarik menurut saya dari dua episode pertama drama ini. Review ini murni pendapat saya aja yaa, bukan sudut pandang ahli atau apapun itu :D

And this review will contain some spoilers ~


The Cast


Saya cukup senang dengan para cast yang ada di drama ini, karena hampir semuanya udah pernah saya tonton di drama lain dan saya suka akting mereka. Mungkin emang nggak ada aktor yang saya suka-suka banget disini, tapi saya percaya sama akting mereka dari project-project sebelumnya jadi nggak akan mengecewakan. Saya pribadi emang menimbang aspek cast ini sebagai salah satu aspek yang paling penting, yang pasti saya lihat pertama kali setiap mau nonton drama. Jadi ketika lihat siapa aja yang main dan saya sreg, langsung deh cus nonton :D

Drama ini punya tiga leads; Woo Bo Young, Shin Min Ho, dan Ye Je Wook. Cuma karena drama ini menggambarkan slice of life, para tokoh lain juga punya porsi yang cukup banyak dalam drama. Jadi nggak hanya berfokus pada kehidupan tiga tokoh utamanya aja. Daaaan, banyak cowok-cowok ganteng penyejuk mata di drama ini yang bikin makin seru nontonnya :D

The Melancholic Physical Therapist

Female lead di drama ini adalah Woo Bo Young (Lee Yoo Bi; Pinocchio, Somehow 18), seorang Fisioterapis yang sebenernya bercita-cita buat jadi penyair. Woo Bo Young suka baca puisi setiap hari, setelah dia menjalani serangkaian hari yang panjang untuk jadi penghibur dirinya. Dan Woo Bo Young ini cukup melankolis, gampang banget terharu dan nangis karena berbagai hal. Woo Bo Young sendiri memutuskan jadi fisioterapis karena masalah keuangan, meski dia masih struggle dengan statusnya sebagai pegawai kontrak.

Untuk tokoh Woo Bo Young sendiri sebenernya bukan tokoh yang macem-macem, dan bukan yang lemah tak berdaya atau yang nyebelin gitu. Buat yang udah pernah nonton drama-dramanya Lee Yoo Bi mungkin agak familiar karena tokoh-tokoh yang pernah dia perankan nggak jauh berbeda. Meski menurut saya tokoh Woo Bo Young ini yang paling "kalem" dibanding saat dia main di Pinocchio atau Somehow 18 :D

The Handsome Rebel

Saya suka Jang Dong Yoon (School 2017, Solomon Perjury) di drama ini! Disini dia berperan sebagai Shin Min Ho, Fisioterapis yang masih training tapi nggak suka dengan apa yang dia jalani itu. Dia harus masuk kuliah di bidang medis karena keluarganya berlatang belakang medis semua dan mau nggak mau dia pun harus di bidang itu. Saya suka dia disini karena nggak lagi-lagi mengambil peran sebagai model student, tapi justru sebagai spoiled boy yang masih suka seenaknya. Saya ngakak banget pas dia ngambek di depan orangtuanya sambil guling-guling, mengingatkan saya sama scene di film Twenty yang Kim Woo Bin juga guling-guling ngambek gitu :D

Dan nggak seru dong kalau Shin Min Ho ini nggak ada hubungan apa-apa sama Woo Bo Young hehehe. Mereka adalah teman satu kampus dulunya, tapi karena satu kejadian malah jadi musuh bebuyutan. Tapi namanya juga drama, mereka dipertemukan lagi di rumah sakit dimana Shin Min Ho jadi trainee di bagian yang sama dengan Woo Bo Young yang udah kerja duluan disitu; yang berarti Woo Bo Young jadi atasan dia. And I really anticipate the relationship progress between those two!


The Straight and Talented

Lead yang ketiga adalah Ye Je Wook (Lee Joon Hyuk; Naked Fireman, City Hunter), seorang profesor dalam bidang physical therapy yang kehebatannya sudah melegenda. Tokoh Ye Je Wook belum banyak dimunculkan pada dua episode awal drama ini, tapi sudah terlihat kalau dia orang yang straight to the point dan nggak suka basa-basi. Juga ada kayak misteri gitu tentang latar belakang Ye Je Wook kenapa bisa sampai ke rumah sakit itu. Dan namanya juga drama, kemungkinan sih dia akan terlibat cinta segitiga dengan Woo Bo Young dan Shin Min Ho.

Saya suka Lee Joon Hyuk ini pas nonton Naked Fireman dan nunggu-nunggu di main drama lagi, meskipun sebenernya ternyata saya udah lihat dia di City Hunter tapi nggak begitu ngeh hehe. Saya lebih suka tokoh dia di Naked Fireman sih karena easy going dan asyik banget, tapi mari kita lihat gimana kelanjutannya dia di drama ini nanti. Toh saya juga nggak keberatan untuk lihat wajah gantengnya sepanjang drama :D

Seperti yang saya bilang sebelumnya, tokoh-tokoh lain di drama ini juga punya porsi yang cukup banyak dalam cerita. Jadi saya juga mau bahas mereka; well, hanya beberapa aja sih yang menarik perhatian saya :)

Ex-Rich Guy

Saya sempet heboh kegirangan pas lihat ternyata ada dia ternyata main juga di drama ini, dan dia jauh lebih imut dibanding terakhir saya lihat di While You're Sleeping! Disini Shin Jae Ha (While You're Sleeping, Page Turner, Pinocchio) berperan jadi Kim Nam Woo, mantan orang kaya yang bangkrut 10 tahun lalu. Kim Nam Woo bertekad mengembalikan kejayaan keluarganya, jadi dia berusaha keras untuk bisa dapat pekerjaan yang bagus. Bagian kocaknya, dia selalu mengungkit-ungkit masa saat dia masih jadi orang kaya sampai naik mobil pun maunya di belakang karena biasa pakai supir haha.

Sama seperti Shin Min Ho, Kim Nam Woo juga Fisioterapis yang lagi training di rumah sakit yang sama dan teman kampusnya Shin Min Ho & Woo Bo Young. Dia ini sebenernya anak yang polos, tapi suka bikin masalah tanpa berniat begitu. Well, masalah yang menyangkut Shin Min Ho dan Woo Bo Young tentunya :D

The Fickle

Salah satu hal yang juga menjadi alasan saya untuk nonton drama ini karena ada Defconn. Saya seneng banget nontonin 2 Days 1 Night jadi sering lihat Defconn kan, terus jadi penasaran pengen lihat gimana kalau dia main drama. Dan kali aja kan nanti ada member 2D1N yang jadi cameo di drama ini (really really wish it! :D)

Di drama ini, Defconn berperan sebagai Kim Daebang, tim medis bagian Radiologi yang plin-plan banget dan sulit membuat keputusan. Nggak tahu kenapa saya jadi ingat karakter dia di 2D1N yang emang worry-wart :D Cuma kerennya, Kim Dae Bang ini bisa tegas juga di saat yang emang dibutuhkan. Dan sejauh ini sih belum ada interaksi antara Kim Daebang dengan tim Fisioterapis (tim-nya Woo Bo Young dkk), jadi saya masih bertanya-tanya nanti gimana apakah mereka bakal berhubungan atau diceritakan terpisah terus.

The Smart... or maybe not? :D

Satu lagi yang juga ada di tim Radiologi yaitu Han Joo Young (Park Sun Ho; Hospital Ship), yang dipindahkan dari departmen lain ke bagian Radiologi dan jadi junior Kim Dae Bang. Sebenernya saya agak belum bisa ngebaca dia orang yang gimana, apalagi di episode pertama. Awalnya dia kayak anak pinter yang kerjanya belajar terus dan emang mau lanjut sekolah sampai jadi profesor. Dan dia juga sering ngerasa lebih 'tinggi' daripada orang lain, jadi saya mikir kali emang penyakit orang pinter begitu kan haha. Tapi pas kesini-sini kok ternyata nggak gitu juga, malah pinteran Kim Dae Bang :D

The Poem


"As they shake, their stems straighten in an upright position."

Satu hal yang menjadi salah satu daya tarik drama ini, terutama buat saya, adalah diangkatnya puisi sebagai bagian penting dalam kehidupan seseorang. Disini benar-benar digambarin gimana puisi itu merefleksikan apa yang kita alami dan rasakan, nggak terlepas waktu dan jaman. Dimana puisi-puisi itu emang jadi penghibur bagi jiwa yang lelah, terutama buat tokoh Woo Bo Young ya yang emang secara direct dia yang baca puisinya.

"The wind must blow, so that the tree will root deep inside the earth, so that it won't fall over."

Dan saya setuju banget soal itu, karena saya pribadi juga suka puisi hehe. Nggak banyak drama yang ngangkat hal ini soal puisi, malah baru kali ini saya nonton drama yang bahas soal itu. Biasanya drama-drama lebih mengangkat lagu yang dijadikan sebagai penguat atau penghibur jiwa. Saya juga setuju kalau lagu juga bisa berperan seperti itu; tapi bagi beberapa orang, puisi bisa jadi kekuatan yang lebih. Puisi itu bisa soothe the soul kalau menurut saya, dan ajaibnya emang bisa mengena sampai ke hati.

"I erased yesterday with the hope of a better tomorow."

Di drama ini, satu episode terdapat dua puisi yang dibacakan. Jadi ada di awal dan di akhir bagian episode, yang mana itu beda-beda hari. Di penghujung hari, akan ada puisi yang menggambarkan hal sesuai dengan yang dialami para tokoh-tokohnya. Jadi lebih berasa banget isi puisinya karena sebelumnya kita diperlihatkan apa saja yang terjadi dan gimana para tokoh itu menjalaninya. Dan jadinya juga, saya nunggu-nunggu akan ada puisi apa lagi di episode selanjutnya :)

"What happened back then might have been a gold mine."

The Standpoint and Tone


Satu lagi hal yang unik di drama ini adalah sudut pandang yang mengambil dari sisi tim medis selain dokter, yang mana sejauh ini memang belum ada drama yang khusus menceritakan tentang mereka. Sedangkan medical drama banyak banget, hampir dalam setiap deretan drama yang lagi airing ada minimal satu medical drama yang tentunya menceritakan tentang dokter. Jadi drama yang mengangkat tentang kehidupan para tim medis lain merupakan sudut pandang yang baru dan menarik menurut saya.

Disini diceritakan bagaimana kehidupan para tim medis non-dokter itu, yang sebenernya nggak kalah penting dari para dokter. Tapi sayangnya masih banyak yang nggak melihat hal itu, sehingga ada pihak-pihak yang memandang sebelah mata pada mereka bahkan dari sesama tim medis juga. Mungkin hal ini dialami langsung juga sama teman-teman yang berprofesi di bidang medis non-dokter ya, di dunia nyata maksudnya. Kenyataan yang miris memang; padahal kalau dipikir-pikir kan tanpa adanya tim medis lain, para dokter juga akan kesulitan menjalankan tugasnya dan rumah sakit juga nggak akan bisa berjalan semestinya.

Sedangkan dari tone drama, drama ini jauh lebih ringan dari yang saya duga sebelum nonton. Saya kira karena latar belakang medical, akan ada banyak kepusingan kayak kalau saya biasa nonton drama medical lain. Tapi ternyata enggak, sama sekali enggak malah. Memang ada istilah-istilah medis di dalamnya, pastilah namanya background medical kan; tapi nggak sampai jadi inti cerita. Nggak sampai jadi sesuatu yang harus dipecahkan dan dicari jalan keluarnya gitu.

Mungkin karena drama ini bertema slice of life juga kali ya, jadi emang nggak se-serius itu ceritanya juga. Malah banyak unsur-unsur komedinya, bikin saya lupa kalau ini sebenarnya drama dengan background medical. Drama ini lebih ke bagaimana kehidupan para tokohnya sebagai tim medis, baik saat dalam pekerjaan berinteraksi langsung dengan pasien atau dengan sesama tim medis. Juga lebih ke sisi-sisi mengharukan dalam kehidupan, baik itu kehidupan para tim medis atau pasien yang mereka tangani.

And?


Saya rasa drama ini cukup bisa direkomendasikan bahkan bagi orang-orang yang nggak suka medical drama sekalipun, karena sangat bisa dipahami dengan baik. Ceritanya nggak memusingkan dan mengalir begitu aja, karena ya itu membahas kehidupan sehari-hari kan. Jadi lebih manusiawi gitu, lebih humanis karena menunjukkan juga sisi mereka sebagai individu meskipun dengan profesi medis itu.

Kalau dari segi alur, drama ini bukan beralur yang bikin penasaran bagaimana kelanjutannya kalau menurut saya. Seperti yang saya bilang sebelumnya, ini drama slice of life yang emang nunjukin kehidupan sehari-hari aja. Jadi saya juga nggak begitu penasaran bagaimaan kelanjutan dari drama ini, karena kayak potongan-potongan kisah yang mungkin kita alami juga dan juga bikin merenung, bisa diambil pelajarannya. Dan tentunya korelasi dengan puisi-puisi yang akan ditampilkan nantinya :)

Dan drama ini saya rasa bisa menjadi hiburan juga, karena emang banyak lucunya. Ada unsur-unsur komedi yang beberapa kali bikin saya ngakak juga, meski ada beberapa yang juga komedi satir. Tapi intinya cukup menghibur kok :)

Jadi dari dua episode awal yang udah saya tonton, saya melihat kalau drama ini punya aspek depth dari segi cerita yang ditampilkan (terlebih lagi ada puisi-puisi yang mengiringinya); sekaligus juga cukup ringan untuk ditonton berbagai kalangan. Selain dua aspek itu, kayaknya saya juga nggak akan bosen nonton drama ini karena bertabur para cowok kece yang menyegarkan mata :D Intinya, saya merekomendasikan drama ini karena sangat layak untuk dicoba :)

Well then, selamat menonton!

Bonus: Siapa yang nggak betah kalau ada yang begini, kan? :D

Senin, 05 Februari 2018

Sulung

Hanya karena melihat dunia lebih dulu bukan berarti tahu semua
Toh usia hanyalah angka
Tapi mereka menuntut untuk selalu tahu, untuk selalu bisa
Aku harus, tapi yang lain tidak

Berjalan pertama tak pernah mudah, tak ada siapapun di depan sana
Tapi memperlihatkan ketakutan adalah kelemahan
Sambil melepas tanganku, mereka berkata: kau pasti bisa sendiri. Ada yang harus lebih diperhatikan.
Lalu semua akan bertanya-tanya saat kakiku terjebak di tempat yang salah
Seolah aku selalu benar adalah standar kewajaran
Bukankah seharusnya mereka berterima kasih karena bisa menghindari jalan itu nantinya?

"Maklumi saja, dia masih kecil."
"Pahami saja, yang harus diurus sangat banyak. Kau bisa belakangan."

Sekarang ini tak ada kenangan yang bisa kupegang
Untuk menjadi tempat beristirahat setelah hari yang panjang
Semua semakin samar
Aku tak ingat kapan aku masih bisa menjadi kanak-kanak

-5 Februari 2018-

Sabtu, 27 Januari 2018

Kompas

Di depan rumah orang-orang memajang bunga
Entah karena mereka mengaguminya,
Atau supaya semua orang mengaguminya
Mungkin bunga akan terlihat lebih indah ketika banyak yang bertepuk tangan?
Dan membuat seolah matahari terus menyinari tanpa henti
Tanpa kabut
Jalan terbentang lurus

Entahlah. Aku hanya memiliki bunga yang kusimpan sendiri di pinggir jendela kamar.

Semuanya kecuali aku, baik-baik saja
Langkah-langkah yang kutapaki berujung tembok buntu
Mendung bukan lagi hal baru sehingga bahagia kini terasa menakutkan
Kalau-kalau itu hanya ilusiku saja

Alangkah menyenangkannya jika kita diberi sebuah kompas
Yang menunjuk lurus mana barat mana timur
Menuntun jiwa-jiwa yang lelah mencari arahnya sendiri

- 27 Januari 2018 -

Rabu, 03 Januari 2018

Favorite K-Dramas 2017

My favorite KDrama list in 2017
Selamat tahun baru 2018!

Tahun 2017 yang lalu kita diberkahi (?) dengan sekian banyak drama Korea bagus yang senantiasa menemani dan menghibur sepanjang tahun. Apalagi semakin kesini, semakin banyak drakor yang bagus; baik dari segi cerita maupun kualitas drama secara keseluruhan. Tapi memang nggak semua drakor tahun 2017 saya tonton, meskipun itu drakor yang sangat buzzing atau ratingnya tinggi; karena banyak banget drakor yang tayang dan kembali lagi ke pilihan selera pribadi.

Dari semua drakor yang pernah saya tonton di tahun 2017, saya mau bahas beberapa drakor yang jadi favorit saya. Tulisan ini murni pendapat dan preferensi pribadi saya, yang bukan ahli apapun dan tentunya penilaian ini subjektif dari pandangan saya. Tulisan ini juga akan mengandung beberapa spoilers, but I'll try to keep it minimum dan nggak 'membongkar' esensi dari cerita secara keseluruhan.

Inilah drakor favorit saya di tahun 2017, dengan urutan sesuai waktu tayangnya :)

Romantic Doctor Kim

Romantic Doctor Kim Poster (source)
Airing : 7 November 2016 - 16 Januari 2017, Senin - Selasa 22.00 KST @ SBS
Starring : Han Suk Kyu (Kim Sabu/Suhu), Yoo Yeon Seok (Kang Dong Joo), Seo Hyun Jin (Yoon Seo  Jung)

Sebenarnya drama ini nggak murni drama tahun 2017, karena udah tayang dari akhir tahun 2016 dan tamat di Januari 2017. Tapi saya mau memasukkan drama ini ke dalam list karena drama ini bisa bikin saya yang nggak suka medical drama, tapi jadi suka banget dan nontonin sampai akhir. Biasanya saya nggak sanggup nontonin medical drama karena terlalu banyak istilah sulit dan scenes operasi yang nggak saya paham. Terus saya juga nggak suka medical drama karena sering bahas tentang perebutan kekuasaan dan pilih kasih pasien tergantung statusnya, yang bikin miris dan sedih sama kenyataan dunia kedokteran. Sejauh ini belum ada medical drama yang saya tonton dari awal sampai akhir, apalagi bikin saya suka sama drama itu.

Sepanjang nonton drama ini, saya nggak habis pikir sendiri kok saya bisa-bisanya suka sama medical drama yang selama ini saya hindari. Saya suka semua perpaduan di drama ini; mulai dari alur cerita, cast yang aktingnya superb (terutama Kim Sabu!), latar rumah sakit tua yang hampir roboh, juga cerita cinta yang disisipkan dengan porsi yang nggak lebay. Saya suka rumah sakit Doldam yang dari luar tampak aneh, dan ternyata para dokternya juga staff  lebih aneh lagi karena beda dengan dokter-dokter kebanyakan yang digambarkan di rumah sakit dalam drakor. 

Di drama ini disinggung soal perebutan kekuasaan & status di dunia kedokteran dan rumah sakit, tapi nggak jadi main story; dan bukan terjadi di rumah sakit Doldam itu sendiri. Drama ini lebih banyak membahas ke sisi manusiawinya, dengan case per case pasien yang memberikan nilai-nilai berharga. Membahas lagi ke core dari profesi dokter sebagai penyelamat orang-orang yang sakit, hal yang sering terlupakan karena berbagai hal.

Salah satu aspek kuat yang bikin drama ini bersinar adalah pesona dan aura Kim Sabu. Saya nonton drama ini awalnya karena saya suka Yoo Yeon Seok, tapi anehnya pesona Kim Sabu mengalahkan semuanya hahaha. Yoo Yeon Seok keren di drama ini, tapi tetep aja Han Suk Kyu bikin saya lupa kegantengan dan kekerenan Yoo Yeon Seok itu. Kharisma Kim Sabu sangat kuat sampai saya ikutan respek sama beliau, dan karakter Kim Sabu didalami dengan sangat baik oleh Han Suk Kyu. Jadi saya nggak kaget ketika Han Suk Kyu dapat Grand Award (alias daesang, penghargaan tertinggi) SBS Drama atas perannya itu.

Favorite thing : Kim Sabu, Kang Dong Joo & Yoon Seo Jung's chemistry
Favorite scenes : setiap Kim Sabu 'beraksi' :D
And this; just so cool!

Tomorrow With You

Tomorrow With You Poster (source)
Airing : 3 Februari - 25 Maret 2017, Jumat - Sabtu  22.00 KST @ tvN
Starring : Lee Je Hoon (Yoo So Joon) dan Shin Min Ah (Song Ma Rin)

Drama ini jadi pemegang rekor drakor yang saya buat review-nya di awal dan di akhir setelah tamat. Drama ini banyak memberikan hal-hal diluar ekspektasi saya, mungkin karena di awal saya nggak banyak berekspektasi tentang drama ini. Dari segi pengembangan cerita secara keseluruhan, drama ini kayak pelan-pelan menanjak, perlahan tapi pasti; bikin saya makin attached sama drama ini. Drama ini nggak banyak basa-basi dan sengaja menunda-nunda dalam memberikan apa yang harus diberikan, nggak sok-sokan melakukan save the best for the last yang akhirnya malah bikin penonton bosen duluan.

Dan, faktor terbesar saya attached sama drama ini adalah karakter Yoo So Joon yang diperankan sangat apik oleh Lee Je Hoon! Perpaduan karakternya yang terkesan cuek dan easy going, tapi sebenarnya cukup clumsy dan clueless (dan cute!); bikin saya bener-bener jatuh cinta sama Yoo So Joon dan Lee Je Hoon sekaligus hahaha. Saya pernah nonton Lee Je Hoon di Architecture 101, tapi saya nggak begitu suka film itu jadinya nggak begitu berkesan juga tokohnya disitu hehe. Tapi justru di Tomorrow With You ini saya jadi suka banget sama Lee Je Hoon, terus bikin saya mulai nontonin project-nya yang lain seperti Signal, My Paparotti (ini  mainnya bareng Kim Sabu, Han Suk Kyu!), Anarchis From Colony/ Park Yeol, dan lain-lain.

Selain tokoh Yoo So Joon, saya juga suka female lead-nya yang nggak pasif karena memberikan kontribusi besar bagi cerita secara keseluruhan. Juga teman-teman terdekat mereka yang selalu siap menampung keluh kesah jam berapapun (Song Marin pernah kabur dari rumah malam-malam karena berantem sama Yoo So Joon wkwk), juga siap membereskan kekacauan yang mereka lakukan (seperti yang sering dilakukan Ki Doong, sahabat Yoo So Joon). Saya bahkan suka tokoh villain di drama ini, karena aktingnya yang bagus dan natural dalam menggambarkan ke-psycho-an dirinya. Untuk lebih lengkapnya tentang review drama ini, silakan diklik di link yang saya cantumkan di bagian sebelumnya :)

Favorite things : all about Yoo So Joon, Song Ma Rin's antics, the leads' chemistry
Favorite scenes : setiap Yoo So Joon dan Song Ma Rin dalam satu frame :D
When Yoo So Joon thinks he's being understanding, but in fact he's just clueless :D

Man to Man

Man to Man Poster (source)
Airing : 21 April - 10 Juni 2017, Jumat - Sabtu 23.00 KST @ JTBC
Starring : Park Hae Jin (Agent K/ Kim Seol Woo), Park Sung Woong (Yeo Un Gwang), Kim Min Jung (Cha Do Ha)

Dari awal nonton, alasan terbesar yang menjadikan drama ini salah satu favorit saya adalah Park Hae Jin. Park Hae Jin sudah mencuri perhatian sejak menit pertama drama ini tayang, dan saya cukup suka adegan pembuka drama ini dimana saya bisa lihat Park Hae Jin keren banget pakai seragam tentara hahaha. Dari drama ini juga saya yang tadinya suka aja jadi suka banget banget banget sama Park Hae Jin, sekaligus mengakui kalau dia adalah acting genius. Saya suka detil yang dia tampilkan dalam memerankan karakter, yang setelah saya lihat-lihat lagi ternyata emang setiap project dia selalu detil. Meski dibanding project-nya yang lain, saya paling suka sama Park Hae Jin di Man to Man; dan dia sangat sangat bersinar di drama ini.

Dari drama secara keseluruhan, saya suka drama ini nggak terlalu berat sebagai drama yang ber-genre action; tapi juga nggak terlalu ringan dalam aspek romance dan comedy-nya. Drama semacam ini sangat cocok buat saya karena saya nggak suka drama yang terlalu enteng dan cenderung nggak berbobot, tapi juga nggak sanggup nonton yang ceritanya terlalu berat dan rumit hahaha. Sepanjang nonton drama ini, saya ngerasa bahagia dengan kisah romantis Kim Seol Woo dan Cha Do Ha, deg-degan dengan adegan action dan alur yang cukup thrilling, sekaligus terhibur dengan unsur komedi yang disuguhkan.

Satu lagi yang bikin saya mengacungkan jempol atas drama ini adalah, drama ini mencakup hampir semua aspek dan genre tapi nggak kelabakan dalam menyampaikan cerita. Drama ini punya romance, action, thriller, comedy, family, bahkan mencakup politik juga. Tapi sampai akhir, drama ini nggak keluar jalur dan tetap pada tone and track yang dimiliki sejak awal. Hal ini bikin saya sangat berterima kasih kepada semua cast dan staff drama, karena nggak banyak drakor yang memberikan ending memuaskan bagi saya.

Favorite thing : Park Hae Jin, of course <3
Favorite scenes : semua screen time Park Hae Jin :D
Well, if I must choose one :)

Lookout

Lookout Poster (source)
Airing : 22 Mei - 11 Juli 2017, Senin - Selasa 22.00 KST @ MBC
Starring : Lee Si Young (Jo Soo Ji), Kim Young Kwang (Jang Do Han), Kim Tae Hoon (Kim Eun Jung), Kim Seul Gi (Seo Bo Mi), Key (Gong Kyung Soo)

Saya suka drama ini sejak opening scene-nya yang menegangkan tapi seru, dimana Jo Soo Ji dengan motor gedenya lagi ngejar penjahat. Menurut saya itu keren banget, dan scene yang bagus sebagai opening karena bikin orang tertarik dari menit pertama drama ini tayang. Saya sebenernya nggak begitu suka sama drama yang hampir full action and crime, tapi premis awal drama ini kok menjanjikan dan beda dari drama action crime kebanyakan. Di Lookout ini, para tokohnya bukan polisi, jaksa, hakim, atau profesi lain yang biasa dijadikan 'pahlawan melawan kejahatan'. Mereka justru gabungan dari orang-orang yang punya luka karena jadi korban para orang jahat, mulai dari tahanan kabur, jaksa yang memihak pada atasan berkuasa, sampai hacker;dan menangkap penjahat dengan cara mereka sendiri.

Dan justru karena mereka melakukan dengan cara mereka sendiri, mereka nggak selalu selangkah di belakang para penjahatnya. Mereka dan para penjahat ini saling bergantian mengalahkan satu sama lain, nggak selalu mereka yang berada di posisi kalah. Saya suka nggak tahan nonton drama action crime karena para pahlawannya selalu selangkah di belakang para penjahat yang pada punya kekuasaan itu; jadi berasa orang baik itu sangat powerless dan nggak bisa apa-apa. Makanya saya seneng di Lookout ini, mereka bisa membuat para penjahat itu juga terdesak keadaannya sampai kelimpungan sendiri. Di drama ini juga pertama kalinya sepanjang nonton drakor; saya berharap semoga nggak akan ada kisah cintanya, atau kalaupun ada semoga nggak kebanyakan porsinya yang bikin esensi dari drama itu sendiri jadi berkurang.

Hal lain yang saya suka dari drama ini adalah adanya female lead yang strong dan berkharisma, bukan cuma sebagai pemanis cerita aja. Tokoh Jo Soo Ji ini kayak mendobrak stigma female lead yang selama ini ada di drakor, dimana dia justru satu-satunya tokoh yang melakukan banyak adegan action; dan adegan-adegan itu sangat keren! Saya pernah nonton drakor, tahun 2017 juga, yang female lead-nya ada adegan action tapi kelihatan nggak natural dan malah kaku. Sedangkan Lee Si Young ini action scenes-nya keren keren banget, mungkin karena dia pernah jadi atlit juga ya.

Dan, sebenernya saya agak kecewa sama ending drama ini. Kasus ending semacam itu mungkin banyak saya temukan di Kdrama, tapi nggak dari Lookout; saya sempet yakin begitu. Lookout terlalu bagus sehingga sayang banget ending-nya begitu, jadi seolah dia udah keep in track dari awal tapi di dua episode terakhir jadi melambat ritmenya terus ending-nya agak mengecewakan. Meski begitu, ending itu nggak sampai membuat saya jadi nggak suka drama ini secara keseluruhan; karena ending-nya nggak terlalu bikin saya sampai lupa apa aja yang pernah diberikan drama ini sepanjang episode sebelumnya. Hal-hal yang diberikan drama ini cukup dan berkesan, bikin saya bisa 'memaafkan' ending itu.

Favorite things : Jo Soo Ji; Seo Bo Mi & Gong Kyung Soo's operation, chemistry and bickering :D
Favorite scenes : Jo Soo Ji's action scenes
One of  Jo So Ji's cool action scenes

Age of Youth 2

Age of Youth 2 Poster (source)
Airing : 25 Agustus - 7 Oktober 2017, Jumat - Sabtu 23.00 KST @ JTBC
Starring : Han Ye Ri (Yoon Jin Myung), Park Eun Bin (Song Ji Won), Han Seung Yeon (Jung Ye Eun), Ji Woo (Yoo Eun Jae), Choi Ara (Jo Eun)

Inilah drama terfavorit saya sepanjang 2017! Sepanjang nontonin drama ini, saya bawel banget ngoceh-ngoceh tentang drama ini di instagram sama tumblr saking sukanya hahaha. Drama ini menurut saya bener-bener against all odds dari banyak aspek, terutama dalam bagaimana drama ini mematahkan eskpektasi awal saya. Yang Age of Youth 1 sebenernya saya nggak begitu suka, tapi saya akuin itu drama yang bagus jadi saya pun cukup tertarik dengan season duanya. Terus masih ada beberapa hal yang menurut saya belum diselesaikan dengan baik di season pertama, jadi saya penasaran sama kelanjutannya. Tapi karena biasanya sekuel, season dua, dan semacamnya itu nggak sebagus pendahulunya; ditambah lagi ada penambahan karakter, saya nggak begitu yakin drama ini akan baik-baik aja.

Ternyata justru dua hal itu yang bikin saya suka; season dua dan karakter baru yaitu Jo Eun yang baru dimasukkan dari season dua ini. Saya justru jauuuuuh lebih suka season dua ini dibanding pendahulunya, juga karakter Jo Eun yang bisa mencuri perhatian dengan sikapnya yang cuek dan rude di awal, tapi ternyata mikirin orang-orang sekelilingnya dan jauh lebih cute dari yang terlihat. Untuk tokoh Yoo Eun Jae yang digantikan pemerannya oleh Ji Woo juga nggak terlalu mengganggu buat saya, jadi saya baik-baik aja nontonin dia bahkan cukup bersimpati dengan apa yang dialaminya di season dua ini.

Drama ini juga tetap mempertahankan apa yang menjadi daya tariknya, yaitu pengambaran kehidupan sehari-hari masa muda yang realistis dan nggak neko-neko. Hal ini yang bikin kisah cinta dalam drama ini nggak norak, karena nggak digambarkan dengan lebay dan melankolis. Meskipun ada beberapa kejadian yang cukup ekstrim, cenderung mengarah ke tindak kriminalitas yang nggak selalu ditemukan dalam kehidupan sehari-hari; tapi porsinya nggak berlebihan. Dan kalau dipikir-pikir, kejadian itu emang beneran terjadi dalam kehidupan nyata meski mungkin nggak semua orang mengalaminya.

Dan saya berharap alangkah menyenangkannya kalau setiap tahun kita bisa nonton season selanjutnya dari series Age of Youth ini :D Setelah nonton yang season duanya, saya jadi percaya kalau tim produksi Age of Youth akan bisa memberikan drama berkualitas berapa season pun. Dan saya juga kayaknya nggak akan bosen nontonin season-season selanjutnya, apalagi dengan para tokoh yang sama :)

Favorite things : Jo Eun, Song Ji Won's antics and wardrobe, Song Ji Won & Im Sung Min's chemistry, Yoon Sunbae's job (it's dream job btw LOL)
Favorite scenes : saat Yoon Sunbae mengurus roommates lain yang lagi punya masalah, Jo Eun saat  'memperjelas' urusan dia dengan Seo Jang Hoon, dan Jo Eun yang 'ngambek' karena nggak dirayakan pestanya
Kyeowo :D

Avengers Social Club

Avengers Social Club Poster (source)
Airing : 11 Oktober - 16 November 2017, Rabu - Kamis 21.30 KST @ tvN
Starring : Lee Yo Won (Kim Jung Hye), Ra Mi Ran (Hong Do Hee), Myung Se Bin (Lee Mi Sook), Lee Soo Gyum (Jun UKISS)

Seperti drama-drama sebelumnya, drama ini berhasil mematahkan ekspektasi saya dan saya udah suka sama drama ini sejak episode awal. Sebelumnya saya kira drama ini bakal bercerita tentang pembalasan dendam yang serius dan berat, kalau baca dari sinopsis awal dan posternya. Tapi ternyata drama ini jauh lebih ringan dari ekspektasi saya itu, menyenangkan dan menghibur sepanjang drama. Drama ini cukup realistis karena gimanapun juga para pelaku balas dendam ini adalah para ajumma, aka. emak-emak, yang sebenernya nggak tahu dan nggak yakin juga sama apa yang mereka lakukan hahaha.

Tapi seiring berjalannya cerita, drama ini menunjukkan apa yang bisa dilakukan oleh para ajumma yang terus-terusan disakiti, dijahatin, dan dizolimi sama mereka yang suka semena-mena. Drama ini menunjukkan the power of emak-emak yang udah terlalu diusik dan dibuat susah hidupnya, makanya jangan macem-macem sama emak-emak hahaha. Sayang drama ini cuma 12 episode, padahal saya nggak akan keberatan kalau drama ini dibuat 20 episode sekalipun dan rasanya nggak akan membosankan. Rasanya saya mau nonton drama ini lebih lama lagi dan menyaksikan pembalasan dendam yang agak clumsy oleh para ajumma ini hihi.

Salah satu hal yang saya suka dari drama ini adalah wardrobe dari para tokohnya, yang menegaskan karakter mereka masing-masing meskipun sebenernya di dunia nyata nggak banyak juga yang ber-fashion kayak gitu haha. Dari Kim Jung Hye yang fashionable dan berkelas, Ra Mi Ran yang khas ajumma kalangan menengah bawah, Lee Mi Sook yang elegan; sampai tokoh lain kayak selingkuhan suaminya Kim Jung Hye yang selalu pakai wig (dan bikin saya rasanya pengen jambak wig itu setiap dia muncul haha) dan ibu dari anak yang suka nge-bully Choi Hee Soo, anak Ra Mi Ran, dengan fashion khas OKB (re : Orang Kaya Baru) :D Mungkin karena drama ini diangkat dari webtoon, jadi wardrobe yang digunakan juga unik-unik sesuai dengan karakter yang ada di drama.

Favorite things : Kim Jung Hye and her cluelessness, Baek Seo Yeon (anak dari Lee Mi Sook), dan Baek Seo Yeon & Lee Soo Gyum's chemistry, Choi Hee Soo's kindness
Favorite scenes : Setiap Kim Jung Hye menunjukkan kepolosannya yang nggak tahu apa-apa soal dunia, ketika suami Kim Jung Hye berlutut minta maaf, Lee Mi Sook akhirnya berani nampar suaminya, dan Baek Seo Yeon & Lee Soo Gyum di halte bis
I keep replaying this scene; like, 100 times :D

Itulah beberapa drakor yang jadi favorit saya di tahun 2017. Kriteria para drakor itu hampir sama, mereka berhasil mematahkan ekspektasi awal saya dan memberikan hal-hal yang nggak saya sangka sebelumnya. Biasanya kalau saya udah jatuh cinta sama sebuah drakor dari episode minggu pertama tayangnya, saya akan suka drama itu sampai akhir. Meski nggak semua drama kayak gitu, karena masih banyak juga drakor yang akhirnya melenceng dari apa yang ia berikan di awal atau memberikan ending yang mengecewakan.

Di tahun 2018 juga udah ada beberapa drama yang menarik perhatian saya, dan kayaknya masih banyak drama lain yang bagus selanjutnya. Cuma tahun 2017 banyak banget para aktor favorit saya yang masuk wamil, jadi 'stok' oppa di drakor-land semakin menipis haha. Tapi semoga aja itu nggak menghambat munculnya drakor-drakor bagus, dari segi cerita maupun kualitas drama secara keseluruhan, untuk diberikan pada kita :)

Semoga berjaya selalu, dunia Kdrama! :D
Bonus: New Year greeting from cool ajussi-deul :D